
Ranti mencari Adrian yang kini sedang berbincang-bincang dengan Mark dan Adi Satya .
" hai Ran apa kabar ? kamu makin cantik saja " goda Mark pada Ranti .
" baik -baik saja kok , kalo Kak Mark gimana ?" jawab Ranti .
" seperti yang kamu lihat iya udah iya aku mau nyapa tamu yang lain" kata Mark meninggalkan Ranti dan Adrian .
" dimana anak-anak ?" tanya Adrian .
" oh mereka lagi sama Omanya " jawab Ranti .
" oh keluarga Arya baik banget iya sama kamu " kata Adrian sambil meminum wine .
" kenapa ? kamu gak suka sama mereka ?" tanya Ranti sambil mengambil gelas Adrian yang kosong dan meletakkannya di meja .
" aku senang karena aku belum tentu bisa memberikan kamu keluarga seperti mereka " jawab Adrian lirih .
" kenapa ?" tanya Ranti .
" sudah lah belum saat nya kamu tahu " ucap Adrian sambil mencubit pipi Ranti ,
saat Adrian dan Ranti sedang asyik bermesraan Arya yang melihat nya pun merasa cemburu .
acara dansa di pesta itu segera di mulai , Adrian dan Ranti juga ikut meramaikan acara tersebut , alunan lagu mengiringi mereka , Adrian dan Ranti terlihat begitu mesra hingga Ady Satya meminta Ranti berdansa dengannya Ranti pun setuju kini Adrian berdansa dengan Maharani , saat itu Maharani berkata pada Adrian untuk selalu membuat Ranti bahagia , dia sudah berjanji kepada mendiang ibu ranti untuk menjaga nya namun dia gagal dia bhakan membuat Ranti menderita melalui anaknya . Adrian pun hanya mengangguk pada Maharani , Maharani tersenyum dan mencium pipi Adrian kemudian mereka menyudahi dansa nya .
di sebrang sana Arya menatap cemburu melihat Adrian dan Ranti berdansa bersama . namun dia di kejutkan saat teriak Vinno membuatnya menoleh ke Arya sumber suara di sana Vinno dan Julia sedang bertengkar . Arya pun melerai mereka berdua .
" ada apa ini " tanya Arya kepada keduanya.
" paman dia tiba-tiba mendorong ku hingga jatuh dia juga mengatakan jika aku dan mommy merebut ayah nya " kata Vinno sambil menangis .
Arya pun memeluk tubuh Vinno untuk membuatnya tenang namun malah membuat Julia marah padanya .
" ayah kenapa ayah memeluknya , apa benar yang bunda katanya jika dia dan ibunya merebut ayah dari Julia , aku gak mau ayah di bawa pergi " Julia juga ikut menangis .
" bagaimana bisa Mia mengatakan hal itu kepada putrinya " batin Arya , Arya mendekatkan Vinno dan Julia .
" Julia , kamu tidak boleh berkata seperti itu tidak baik sayang , lihat lah kamu membuat nya menangis , sini ayah kenal kan dia adalah Vinno dia anak ayah juga jadi dia akan jadi adik kamu " kata Arya .
" adik ? tapi teman-teman ku jika punya adik itu Bayi lah dia sudah besar " kata Julia polos .
__ADS_1
" iya itu karena kalian berbeda sayang , jadi mulai sekarang kamu harus akur dengan nya , oh iya Vinno juga punya saudara kembar namanya Verro jadi kamu punya dua adik dan 1 kakak namanya Nathan , tuh liat dia datang kesini , ayo pergi sapa dia " pinta Arya kepada Julia melihat Nathan dan Verro yang menghampiri nya .
" Vinno dari mana saja kamu , kakak cariin dari tadi ayo ikut kakak " ajak Nathan tanpa memperhatikan Arya dan Julia , Arya mengerti jika Nathan pasti sangat membenci dirinya tapi dia juga tidak suka jika Nathan melarang si kembar untuk dekat dengan nya .
" halo kenal kan nama ku Julia " sambil mengulurkan tangan nya .
Verro berniat menjabat tangan Julia namun segera di cegah oleh Nathan .
" maaf kami harus pergi " kata Nathan sambil menggandeng kedua adiknya menuju tempat Winda .
" ayah kenapa kakak itu mengabaikan Julia ?" tanya Julia polos .
" sudah gak apa-apa , lain kali kalian pasti dekat " kata Arya menenangkan Julia .
Adrian dan Ranti ikut berkumpul dengan Winda dan anak-anaknya . mereka berniat untuk segera kembali karena Vinno sudah tertidur di gendongan Adrian dan Verro di gendongan Ranti .
" maaf iya Bu Rani saya dan Ranti harus segera pulang karena anak-anak sudah tidur " pamit Winda .
Maharani melihat kedua cucunya yang tidur dia juga melihat Adrian yang sedang menggendong Vinno sambil mengelus kepala nya .
" seharusnya Arya yang melakukan itu " batin Maharani .
" Tante aku pulang dulu iya " sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu .
" lain kali kesini lagi iya ,sekalian ajak mereka juga " sambil melihat ke arah Adrian dan anaknya .
" em iya " jawab Ranti .
mereka pun pergi dari kediaman keluarga Satya .
sesampainya di rumah winda segera mengajak Nathan untuk tidur sedangkan Adrian dan Ranti menidurkan Vinno dan Verro di ranjang . setelah itu mereka segera keluar dari kamar .
Ranti masuk ke dalam kamarnya namun tanpa di sadari Adrian mengikutinya , Ranti yang berniat membuka baju oh. kaget dengan Adrian yang tiba-tiba merebahkan dirinya di kasur Ranti .
" loh kamu kok di sini ?" tanya ranti .
" kenapa ? aku ingin tidur dengan mu " jawab adrian tanpa malu sedikit pun .
" keluar gak " usir Ranti .
namun Adrian tetap bersikukuh untuk tinggal di kamar Ranti .
__ADS_1
" iya udah kalo gak mau aku yang pergi " ancam Ranti segera Adrian menarik tubuh Ranti hingga ikut jatuh di atas kasur nya .
" kamu ini kebiasaan banget main tarik aja " gerutu Ranti kesal .
Adrian terkekeh " iya kalo gak gitu kamu gak mau dekat dengan ku " jawab Adrian .
" oh iya sampai kapan kamu mau tinggal di sini ?" tanya Adrian .
" entahlah kayak nya mama masih mau tinggal di sini lebih lama " jawab Ranti . .
" aku tanya kamu bukan mama kamu" kesal Adrian .
" kalo aku sih pengen nya besok pulang kan banyak kerjaan ku yang belum selesai " jawab Ranti .
" iya udah besok kita pulang ,tapi kita harus berpamitan dengan Doni " ajak Adrian , Ranti mengangguk setuju .
Adrian memeluk tubuh Ranti dengan erat .
" habis ini aku ada urusan mungkin agak lama , kamu gak masalah kan jika aku tinggal " kata Adrian sambil mencium lembut pipi Ranti .
" kemana ? " tanya Ranti .
" iya aku mau melakukan operasi " jawab Adrian .
" operasi ! kamu sakit apa sampai harus operasi ?" tanya Ranti terlihat khawatir .
Adrian tertawa dan mencubit pipi Ranti karena gemas .
" gak sakit apa-apa kok hanya menyambung bagian kecil aja supaya bisa punya anak dengan mu " kata Adrian serius .
" maksud kamu " Ranti tidak mengerti dnegan penjelasan Adrian . sehingga Adrian harus menjelaskan nya pada Ranti . " oh begitu " jawab Ranti paham .
namun tiba-tiba dia melotot ke arah Adrian lagi " kenapa ? " tanya Adrian .
" kamu bilang ingin punya anak dengan ku ? " Adrian mengangguk .
" mimpi " jawab Ranti berjalan ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya .
Adrian hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Ranti , meski terkesan acuh namun Adrian yakin jika Ranti memiliki perasaan padanya hanya saja Ranti tak mau menunjukkan nya secara terang-terangan mungkin Ranti masih ragu dengan Adrian .
Adrian keluar dari kamar Ranti dan menuju ke kamarnya yang terletak di sebelah kamar Ranti .
__ADS_1