
Surai hitam yang lembut ,kulit yang putih bak tembok serta wajah tampan yang meneduhkan hati siapa yang melihat pasti ingin memiliki paras seperti nya baik pria maupun wanita . aku sebagai seorang wanita saja merasa malu jika harus berdampingan dengannya , bagaimana tidak warna kulit kami begitu kontras seperti gula dan coklat , tinggi badan jelas aku terlihat mungil di hadapannya , wajah nya begitu mulus bak kulit bayi tanpa make up , membuat aku merasa iri padanya .
Setelah dia pergi , aku merindukan sosok nya itu , membuat aku menjadi gelisah sampai membuatku tak bisa konsentrasi dalam bekerja . saat aku sedang melamun kan nya kadang terfikirkan oleh ku sebenarnya ada hal yang tidak aku mengerti , kenapa dia menyukai ku ? aku hanya seorang single parent ? dalam pikir ku untuk pria setampan dan semapan dia mendapatkan puluhan wanita seperti diriku mungkin seperti membalikkan telapak tangan tapi kenapa harus aku? awalnya aku ragu dengan nya , aku takut di khianati aku takut di kecewakan lagi seperti saat dulu aku bersama mantan suami ku . namun perlahan aku mulai menerima dirinya , aku mencoba membuka hati ku untuknya karena anak-anakku juga menyukai dirinya , meski aku masih belum tahu kejelasan dan arah hubungan kami di masa depan .
Hari ini setelah aku menerima kue yang di berikan nya lewat asistennya itu , aku mengirim pesan kepadanya sebagai ucapan terima kasih ku , sudah berapa lama aku menunggu pesan balasan darinya namun sia-sia , karena khawatir aku pun pergi ke rumah sakit tempat dia dirawat . aku langsung menuju kamar nya tanpa kesulitan karena asistennya tadi sudah memberi alamat lengkap beserta ruangan nya .
sesampai nya di ruangan itu aku membuka pintu perlahan berniat mengejutkannya . namun yang kulihat dirinya berbaring di ranjang dengan selang infus , dia tertidur pulas di atas ranjang rumah sakit itu . aku perlahan mendekatinya , tanpa aku sadari aku mengelus rambutnya dengan lembut agar tidak membuatnya terganggu .
Beberapa kali elusan aku lakukan pada rambutnya tapi aku kaget saat tiba-tiba tangan kekarnya menangkap tangan ku . dia pun membuka matanya dia terlihat tak percaya namun setelah dia sadar sepenuhnya dia kaget juga terlihat senang melihat kedatanganku .
aku tidak enak hati karena telah mengganggu tidurnya aku pun meminta maaf padanya tapi dia malah menyuruh diriku untuk kembali mengelus kepalanya .
" seperti anak kecil saja " batin ku melihat tingkah manja nya itu tapi untuk kali ini aku menyetujuinya karena itu semua memang salah ku sudah mengganggu .
namun bukannya tidur kembali dia malah menatap diriku , aku yang di tatap oleh pria tampan jadi salah tingkah , meski aku sudah sering melihat wajah nya namun masih saja membuat aku merasa gerogi .
" em, kenapa kamu sendiri an ? apa keluarga mu tidak menemani mu ?" tanya ku dengan sedikit ragu karena aku tak melihat siapapun di ruangan itu .
" seperti yang kamu lihat, mereka tidak tahu aku di rumah sakit " jawab nya santai .
" kenapa? apa kamu tidak memberitahu mereka ? " tanya ku lagi .
" memberitahu mereka pun percuma saja , sudahlah jangan bahas itu lagi , sekarang kan sudah ada kamu itu saja aku sudah merasa senang , lagi pula kita sebentar lagi akan menjadi keluarga " jawab nya sambil memegang tangan ku .
" maksud kamu? " kataku yang sudah mengerti arah pembicaraannya namun aku masih saja ingin menegasi dirinya , aku takut jika dia hanya sedang bercanda saja dengan diriku .
" setelah aku pulih aku ingin menikah dengan mu " jawab Adrian begitu serius .
aku segera menjauhkan tangan ku dari nya , dia melihat tingkah ku seakan tahu jika aku keberatan dengan apa yang dia utarakan barusan .
__ADS_1
" bukankah ini terlalu cepat ? " elak diriku .
" justru menurut ku ini terlalu lama , seharusnya aku sudah menikahi mu saat pertama kita bertemu " terlihat wajah kesal terlukis di wajahnya .
" hah ? aku sedang berbicara serius Adrian " omel ku padanya .
" aku juga serius , tapi kamu yang tak pernah menganggap omongan ku ini serius Ranti " jelasnya .
aku terdiam sambil menundukkan kepala .
" lihat aku Ranti " katanya terdengar tegas
" aku selalu serius dengan apa yang aku katakan padamu , tolong beri aku jawaban yang pasti Ran , jadi jika kamu memang tak ingin menikah dengan ku katakan lah jangan selalu menggantung ku " hardik Adrian padaku .
" tapi aku masih " kata ku terbata-bata.
" tapi apa ? kamu takut anak-anak tidak menyetujui nya ? kamu masih ragu dengan diriku ? atau kamu masih mengharapkan mantan suami mu itu ?" sela Adrian .
" bukan itu aku hanya takut membina hubungan baru karena aku takut di khianati lagi , selama beberapa tahun aku melalui kehidupan dengan rasa sakit hati dan aku masih trauma Adrian " sentak ku padanya .
" maaf Ranti aku tak bermaksud begitu, tapi bisakah kamu beri aku satu kesempatan ? aku ingin bersama mu menemani mu setiap hari dan aku juga ingin membuatmu bahagia Ranti , cobalah jalani Ranti tapi jika kamu tidak mau juga aku tidak akan memaksa " jawab nya dengan nada suara yang kembali lembut namun tersirat rasa kecewa .
" apa yang harus aku katakan padanya ?hatiku masih ragu dan aku juga baru mengenalnya aku belum tahu bagaimana tabiat aslinya , aku takut dia seperti Arya , tapi aku tak ingin jauh darinya " batin ku kacau penuh dengan kebimbangan.
" Ran " sapa Adrian membuatku tersadar dari lamunan dan terbesit suatu hal lalu aku segera mengutarakannya.
" baiklah aku mau menikah dengan mu tapi dengan satu syarat " kataku .
" apa syarat nya " terlihat dia begitu antusias.
__ADS_1
" kenal kan aku kepada saudara dan keluarga mu " kataku .
Adrian diam dia terlihat cemas .
" apa dia tak ingin mengenalkan diriku pada orang tuanya ? apa dia hanya ingin bermain-main dengan ku " batin ku .
" em, ini sulit Ranti , bisakah kau ganti dengan yang lain " ucapnya dengan memelas.
" tidak bisa " jawab ku .
" baiklah jika itu mau kamu tapi aku akan menjelaskan dulu tentang mereka "
aku mengangguk .
" kau tahu pasti di berita atau banyak acara tv yang membicarakan tentang keluarga ku kan ? " tanya Adrian padaku .
" tidak , karena aku terlalu sibuk jadi aku jarang menonton atau membaca berita maupun gosip " jawab ku jujur.
" dasar workaholic " sambil menyentil kepala ku .
" baiklah aku akan memberitahu mu secara ringkas saja tentang aku dan keluarga ku , aku seorang anak dari pengusaha ternama di benua ini, aku dari kecil sudah didik sebagai penerus oleh kedua orang tua ku mereka begitu menyayangiku namun aku juga memilik beberapa saudara dan salah satu saudara ku iri dnegan diriku hingga dia membuat aku di benci oleh keluargaku sendiri jadi aku pun pergi keluar negeri dan mendirikan perusahaan ku sendiri bersama kedua sahabatku Theo dan Anne setelah perusahaan kami berkembang setahun yang lalu aku kembali ke kota ini dan menjadikan kantor ku saat ini sebagai pusat nya , Theo sekarang menjadi asistenku dan Anne dia mendirikan rumah sakit dan dia bekerja di sini , dan untuk keluarga ku aku hanya melihat berita mereka di tv tentang banyaknya gosip dan isu tentang kebangkrutan bisnis mereka yang saat ini dikelola saudara ku itu . jadi masih mau bertemu mereka ? aku tak jamin mereka akan menyambut kita seperti saat kita berada di rumah mertuamu itu " saat mendengar itu aku menjadi diam . ternyata kehidupan kami tak jauh berbeda .
" oh iya satu hal lagi, aku dulu juga hampir menikah namun calon istri ku malah mencelakai ku dan lebih memilih pria lain" ungkap nya .
" tapi aku tak pernah mendengar kabar itu di internet ? " tanya ku .
" oh kau menyelidiki nya ? iya itu karena kami merahasiakan nya dari public, kita sama - sama pernah di khianati pasti tahu bagaimana sakitnya bukan, jadi pasti kita lebih tahu bagaimana menghargai seseorang yang benar menyayangi kita " jawab nya santai .
" em iya,, tapi jika kita menikah tanpa restu orang tua mu apa kata orang nanti ?" kata ku
__ADS_1
" tenang lah , meski mereka tidak menyukai ku mereka pasti akan datang saat acara pernikahan kita " sambil tersenyum padaku
aku pun membalas senyumannya .