
prankk suara benda jatuh terdengar keras di area teras rumah yang kebetulan di saat itu Ranti sedang menjemur kedua bayi perempuan , untung saja sebuah batu hanya mengenai jendela rumah tidak sampai melukai Ranti dan kedua bayinya , para penjaga sontak langsung berlari menghampiri istri dari majikannya itu namun salah satu orang yang tak lain adalah Luis mengambil bongkahan batu yang di bungkus oleh sebuah kertas , Luis membuka bungkus itu dan terlihat ada tulisan di kertas tersebut , Ranti yang melihat Luis tanpa serius membaca Ranti pun merasa penasaran dan mendekati pria itu " ada apa Luis ? " tanya Ranti yang penasaran .
" tidak ada apa-apa mungkin anak tetangga yang melempar batu ke rumah ini " jawab Luis .
" bohong " celetuk Ranti , Ranti jelas tahu jika di sekitar rumahnya ini jauh dari tetangga yang mempunyai anak kecil dan mana mungkin komplek perumahan tempatnya tinggal ini merupakan tempat tinggal orang kaya jelas mustahil ada anak kecil yang bermain batu di pinggir jalan .
" bodoh " batin Luis mengutuk dirinya sendiri .
Ranti langsung merebut kertas yang ada di tangan Luis dan membacanya , Ranti seakan tidak percaya dengan apa yang telah dibacanya namun Ranti mencoba bersikap tenang .
" kelinci kecil dan rubah kecil , berteduh di bawah pohon besar , ada pangeran datang bawa rubah kecil di gendong , kelinci kecil di kandang , rubah kecil menggigit lalu lari ke hutan " Ranti seakan tahu apa maksud dari tulisan tersebut .
" itu pasti hanya orang yang tidak senang melihat kamu dan Adrian bahagia saja , nanti akan aku cek siapa yang melakukan ini semua, kau tidak usah memikirkannya "
Ranti tidak menanggapi Luis dia malah berjalan mengambil kedua bayinya yang sedari tadi masih berada di antara para penjaga , Ranti bergegas masuk ke dalam rumahnya .
ekspresi Ranti berubah menjadi cemas dan takut tentang apa yang dia alami barusan .
" bukannya Mia sudah meninggal tapi kenapa dia muncul lagi ! jelas itu tulisan tangan nya Mia dan Mia juga sering sekali mengucapkannya kalimat itu dulu"
tiba-tiba bayi Ara menangis di susul bayi Luna yang tiba-tiba juga ikut sang kakak menangis tangis kedua bayi itu membuat Ranti harus menghentikan pemikiran tentang siapa penulis tersebut .
saat Luis mengecek rekaman cctv ternyata yang melempar batu itu seorang pria tak di kenal bahkan plat nomor motor yang di kendarai nya pun nomor palsu. semua itu adalah rencana dari Leo yang menyuruh Mia menuliskan kata yang hanya Ranti dan Mia lah yang tahu lalu menyuruh orang lain yang melempar kan batu ke dalam rumah Adrian.
"masih belum tidur?" sapa Adrian sambil memeluk Ranti dari belakang.
"Luis sudah mengatakan padaku, aku sudah menyuruh anak buahku aga lebih memperketat penjagaan di rumah, kamu tidak usah memikirkannya lagi oke?" imbuh Adrian sambil mencium kening sang istri yang kini sudah berbaring menghadap padanya.
__ADS_1
"tapi Adrian, jelas sekali kiriman surat itu tulisan dari Mia dan isi nya pun,," Ranti tak berani melanjutkan ceritanya, namun rasa cemas terlukis dalam wajah cantiknya.
"sudahlah Ran, sekalipun dia hidup,dia tak mungkin berani macam-macam dengan keluarga kita!"ujar Adrian.
"semoga saja begitu" Ranti dan Adrian mulai memejamkan mata mereka.
hari demi hari semakin banyak teror yang di alami Ranti,terkadang ada yang dengan sengaja mengirim bunga kesukaan Mia, sampai ada yang sengaja meletakkan bangkai hewan dan di taruhnya di depan rumah mereka, apalagi saat ada salah satu pelayan wanita yang tiba-tiba saja tergeletak di depan rumah mereka dengan penuh luka seperti habis di siksa, tentu membuat para pelayan yang bekerja di tempat Ranti satu persatu tumbang.
"sudah! aku tidak sanggup lagi Adrian, aku tidak sanggup lagi dengan semua ini!" Isak Ranti ketika melihat babysiternya mati di tembak demi melindungi bayi Ara dari seorang penembak jitu.
"jika memang ini ulah Mia kenapa dia tidak datang sendiri menemuiku! kenapa harus merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah!" kesabaran Ranti mulai habis, dia berniat menyerahkan kasus ini pada polisi namun di tahan oleh Adrian, nampak pria itu tidak ingin polisi terlibat dan masuk kedalam rumahnya.
"tenang Ran, kamu jangan gegabah! kalaupun kamu lapor polisi kamu mau suami kamu juga ikut terlibat?" terang Adrian, yang membuat Ranti heran dengan sikap sang suami.
"terlibat? kuta ini korban Adrian?" sanggah Ranti.
"maaf Ranti, tapi aku masih belum bisa keluar dari organisasi jika aku belum menyelesaikan semua targetku, kamu harus mengerti itu Ran!" Adrian mencoba membela dirinya.
"persetan dengan target! apa kamu tidak takut jika mereka balas dendam dengan keluarga kita! apa kamu tidak pernah memikirkan tentang keluargamu ini! bisa saja saat itu Mia di tolong oleh orang yang punya dendam denganmu dan sekarang mereka saling bekerja sama untuk menghancurkan keluarga kita!" Ranti yang sudah emosi tidak dapat menahan dirinya, sedangkan Adrian hanya bisa bungkam.
di sisi lain, Lusia yang sekarang menjadi salah satu model di tempat Rasya semakin dekat dengan Rasya, kadang kedekatan mereka membuat Sarah menjadi cemburu, komunikasi diantara keduanya juga terganggu, hal itu membuat Sarah kerap kali menganggu Lusia dan memperingati untuk menjauh dari Rasya.
Lusia yang pintar memanfaatkan kesempatan tak menyia-nyiakan hal itu dia dengan sengaja bertingkah seolah dirinya tertindas, membuat rays ayang mengetahui itu merasa simpati pada Lusia dan kecewa pada sikap Sarah.
"kamu lebih membela dia dibandingkan diriku? atau jangan-jangan kalian memang punya hubungan khusus?" Karena merasa terus di curigai membuat Rasya tanpa sadar menampar Sarah.
Sarah yang tidak terima pun melaporkan tindakan Rasya pada Adrian"brengsek! berani sekali dia menampar adikku! aku harus memberinya pelajaran !" Ranti menasehati Adrian untuk tidak bertindak impulsif, tapi bukanya reda amarah Adrian semakin memuncak saat Ranti membela mantan kekasihnya.
__ADS_1
Adrian langsung meminta orang-orangnya untuk menghancurkan studio milik Rasya.
"Adrian, jangan lakukan itu! kasihan Rasya!" Ranti mencoba menyadarkan Adrian namun sia-sia.
"berani kamu membela mantan kekasihmu di depan suami mu ini Ranti? jika kamu terus membelanya lebih baik kamu pilih dia atau aku!" mendengar ucapan ngawur sang suami Ranti hanya terdiam, sedangkan Sarah yang terisak juga berusaha mencegah Adrian berbuat hal seperti itu.
"kakak akan carikan calon suami yang lebih baik dari Rasya! jadi mulai sekarang putuskan hubunganmu dengannya!" Sarah akhirnya pingsan.
Beberapa Minggu setelah kejadian Rasya juga datang ke rumah Adrian untuk menjemput Sarah namun dia hanya bertemu Ranti dengan wajah sedih"dimana Sarah!" tegas Rasya.
"Adrian sudah membawa Sarah pergi dari sini! dia berniat menjodohkan Sarah dengan pria kenalannya" cerita Ranti membuat Rasya marah"atas dasar apa dia melakukan hal itu! aku sudah cukup sabar dengan tindakan nya tempo hari di studio ku tapi apa dia tidak memikirkan perasaan Sarah?"
"Sarah juga sudah setuju" mendengar penuturan Ranti, hatinya mendadak sakit, dia pun bergegas pergi.
"maaf Rasya aku tidak bisa membelamu!" gumam Ranti sebelum menutup pintu rumahnya.
door
suara tembakan terdengar di area depan rumahnya, para penjaga rumah Ranti berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi, tak di sangka ketika Adria tidak ada di rumah, beberapa kelompok orang menyerang kediaman Ranti, Ranti segera naik ke kamarnya membawa pergi kedua bayinya dan veroo pergi dari rumah itu saat para penjaga telah berhasil di lumpuhkan penjahat, mereka pergi lewat halaman belakang yang sudah Adrian siapkan jika terjadi masalah darurat.
Ranti memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bisa lepas dari kejaran pada penjahat itu, Ranti berusaha menghubungi Adrian, Sarah dan Theo yang saat itu bertemu dengan pria yang akan di jodohkan dengan Sarah.
"jadi Lusia itu kekasihmu?" tanya Adrian.
"iya, tapi dia meninggalkan dan lebih memilih bersama dengan rekan kerja yang sekarang! padahal aku sangat mencintainya tapi kenapa dia mengkhianatiku! makanya saat kamu mengatakan ingin menjodohkan ku aku langsung bersedia aku harap dengan begitu aku bisa secepatnya melupakan Lusia tapi aku tidak menyangka jika Sarah lah yang kamu maksud" terang Leo yang tenyata sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan Adrian.
memang inilah yang Leo inginkan mendapatkan Sarah sekaligus menghancurkan musuhnya.
__ADS_1