
romi masuk kedalam ruangan sinta dan menyuruhnya untuk segera keruangan brian.
tok
tok
tok
"masuk " ucap brian
"bapak memanggil saya?" ucap sinta berdiri di depan meja brian
"iya, ayo ikut saya " brian berdiri lalu keluar ruangan menuju lobby
sinta pun mengikuti dari belakang menuju lobby juga.
mobil sudah siap di depan kantor, brian dan sinta menuju mobil.
" tidak usah ikut saya akan menyetir sendiri " ucap brian pada sopir dan sopir pun keluar dari mobil.
sinta yang biasanya langsung masuk duduk di belakang.
brian menoleh kebelakang "memangnya aku sopir mu, pindah ke depan sini" perintah brian
sinta tanpa menjawab langsung pindah ke depan.
" mau kemana sih, ini jam kerja malah keluar terus " ucap sinta santai karena tidak ada orang lain jadi bicaranya tidak formal lagi
" disini aku bos nya jadi terserah aku lah" jawab brian
"mentang-mentang bos terus seperti itu" gerutu sinta
" aku mendengarnya, lebih baik kamu diam saja " ucap brian
sampailah di tempat yang di tuju yaitu di pantai.
"ngapain sih kesini, siang bolong juga panas tahu" ucap sinta ketus dengan menyilangkan tangannya
" kamu sudah berani membantah ya " jawab brian
brian pun turun membuka pintu sinta dan menarik nya keluar.
brian menggandeng sinta ke arah restoran dekat pantai.
mereka duduk di pojokan dan memesan beberapa menu disana. brian menatap sinta yang begitu dalam.
sinta yang menyadari di lihat seperti itu merasa salah tingkah.
" ada apa sih melihat seperti itu, iya aku tahu aku jelek tapi tak usah seperti itu" ucap sinta membenarkan rambut nya yang tertiup angin.
" siapa bilang sih kamu jelek " ucap brian mulai menggoda
sinta yang mendengar ucapan brian jadi tersipu malu
"sudahlah tidak usah merayu, kamu kesini hanya mau makan kah? " tanya sinta mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
" aku ingin mengatakan sesuatu padamu " ucap brian
sinta mendengar itu menaikan alis nya.
" mau bilang apa? " ucap sinta
minuman pun datang, sinta langsung meminumnya karena merasa haus
tiba-tiba brian bilang " aku mencintaimu "
sinta tersedak dan batuk-batuk, brian yang melihat itu langsung mengambil tisu dan mengusap bibir nya.
sinta langsung tertawa terbahak-bahak sedangkan brian bingung dengan tingkah sinta.
" kenapa kamu tertawa seperti itu " ucap brian
"ya kamu aneh-aneh saja ngomong seperti itu, bercanda mu gak lucu bos" ucap sinta
brian memegang tangan sinta dan berkata " aku serius, aku bukan tipe cowok yang pandai merayu, aku mengatakan nya sungguh-sungguh" ucap brian dengan tulus
sinta yang melihat mata brian menjasi mengerti kalau brian tidak sedang bercanda.
"tap..i pak " ucap sinta ragu
"aku tahu mungkin kamu tidak mau untuk menjalin hubungan dulu, tapi aku janji aku tidak akan seperti dion, aku akan berusaha sebisa ku untuk bahagiakan mu" jelas brian
" bukan begitu, tapi kamu tidak malu dengan status ku sekarang, aku yakin kamu bisa mendapatkan wanita yg status nya gadis "ucap sinta pada brian padahal di hati sinta juga mencintai brian tapi dia tidak boleh egois.
"aku tidak peduli akan status" ucap brian
sinta terdiam dia bingung mau jawab seperti apa
sinta mengalihkan pandangannya supaya brian tidak tahu isi hati nya terpancar di mata.
brian memegang dagu sinta dan mengarahkan ke arah nya " katakan lah "
sinta sudah tidak bisa membohongi dirinya lagi, sinta pun mengangguk
brian yang melihat itu betapa senang nya dan berdiri langsung memeluk sinta.
"terimakasih " ucap brian membisikan kepada sinta.
sinta pun membalas pelukan brian.
" sekarang kita makan, aku sudah lapar" ucap sinta
brian balik ke kursinya dan makan dengan lahap. selesai makan mereka pulang karna sudah sore. brian mengantarkan sinta ke kontrakannya. sepanjang perjalanan brian tidak melepaskan tangan nya memegang sinta.
"sayang " panggilan baru brian kepada sinta
" iya " sinta menoleh kearah brian
" nanti malam aku ada acara makan malam di rumah nya risma, apa kau mau ikut" ucap brian
sinta bingung mau menjawab apa, sebenarnya dia malas untuk bertemu dengan wanita satu itu,
__ADS_1
" sebaiknya aku tidak ikut, risma tidak boleh tahu soal hubunganku dengan brian " batin sinta
"sayang " panggil brian lagi karena tidak ada jawaban dari sinta
" eh iya gimana? " ucap sinta umyang sadar dari lamunanannya
" kamu ikut tidak? " tanya brian lagi
" aku juga ada janji bertemu dengan nella " bohong sinta
"oh ya sudah tapi nanti pulang nya aku jemput di tempat nella ya "
"siap bos " ucap sinta.
malam pun tiba brian siap-siap ke rumah pak agus. perjalanan 30menit sampailah di depan rumah pak agus.
brian turun dari mobil nya dan masuk ke dalam
"assalamualaikum " ucap brian di depan pintu
"Walaikumsalam, ayo masuk nak " jawab pak agus
brian duduk di ruang tamu " dimana tante om" tanya brian
orang yang di tanyakan brian muncul dari dalam " hallo sayang apa kabar mu, kenapa jarang kesini" ucap tante sofi ibu dari risma
"maaf tan banyak kerjaan di kantor"
"iya ma sekarang kan brian jadi pewaris ADIJAYA grup jadi wajar kalo dia harus sibuk" jawab pak agus
mereka bertiga pun tertawa, risma yang baru aja datang ikut masuk ke pembicaraan mereka " ada apa ini, kok pada ketawa " tanya risma
" tidak ada apa-apa nak, sini duduk di samping mama" ucap ibu sofi.
risma menurut dan duduk di samping ibu nya.
" brian apa tante boleh tanya sama kamu" tanya bu sofi
" iya tante ada apa? " jawab brian
" apa kamu sudah memiliki calon istri nak, kamu kan sibuk sekali, sampai tidak memikirkan hubungan percintaanmu " tanya bu sofi lagi
brian bingung mau jawab jujur apa bohong, "kalo dia jujur tadi sinta bilang jangan ada orang yang tahu dulu tapi kalo aku bohong aku sudah tahu kalo risma mencintaiku " batin brian
"nak " ucap mama sofi memanggil brian,
brian yang memikirkan kata-kata yang pas jadi gugup
" emmm.. sudah ada yang saya pilih tante tapi belum saya dapatkan " ucap brian
"oh ya sudah kalo begitu nak, semoga kamu segera mendapatkannya, terus kenalkan ke tante ya " ucap tante sofi
beda hal dengan risma yang mendengar itu langsung pergi.
tante sofi tahu anak nya sedang kesal,
__ADS_1
" ayo kita makan bersama " sambung pak agus.
brian mengangguk dan melangkah mengikuti papa agus dan mama sofi.