
risma yang telah di tinggal sinta terlihat sangat marah.
" awas saja kau sudah berani denganku" ucap risma
segera keluar dari toilet dan mencari sinta.
terlihat sinta sedang menuju tempat minuman, risma melihat itu langsung memiliki ide untuk memberi pelajaran terhadap sinta.
" hay kamu kesini" risma memanggil salah satu pelayan.
".........." risma membisikan sesuatu ke pelayan itu.
pelayan itu pun mengangguk dan risma memberikan beberapa uang untuk pelayan itu.
pelayan itu berjalan menuju sinta yang sedang menuju tempat minum
setelah sudah dekat dengan risma pelayan itu menyenggol tubuh sinta hingga terjatuh dan sinta menyenggol tempat minuman
braaaaakkkkk..
tempat minuman pun jatuh semua, dan gelas-gelas pun pecah berantakan semua mata tertuju pada sinta.
risma memarahi sinta seakan-akan ini kesalahan sinta.
sinta hanya diam dan malu sudah di bentak-bentak banyak orang
salah satu karyawan menghampiri brian dan bilang kalo wanita yang di ajak nya tadi mendapatkan masalah.
__ADS_1
brian tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah keributan itu. dilihatnya sinta sedang duduk di lantai dan di bentak-bentak oleh risma.
"apa yang kamu lakukan" ucap brian mengeser tubuh risma yang menghalangi nya untuk mengangkat sinta.
risma yang melihat brian langsung diam seketika.
sinta mengangkat kepala nya melihat brian dengan mata yang berkaca-kaca
"maafkan aku, ini bukan kesalahanku " ucap sinta sendu
brian hanya mengangguk dan mengajak sinta untuk keluar.
risma yang tahu itu menjadi semakin kesal saja.
****
" maafkan aku ya, aku benar-benar tidak sengaja, aku tadi merasa ada yang mendorong ku " ucap sinta
"sudah tidak apa-apa, tapi apa tadi kamu bilang, ada yang mendorong mu? siapa? " tanya brian penasaran
"aku pun tidak tahu" jawab sinta
"sudahlah tidak perlu di perpanjang " jelas brian menenangkan sinta.
" kamu marah dengan ku " tanya sinta yang memandangi wajah brian yang datar
"tidak, untuk apa aku marah dengan mu " ucap brian
__ADS_1
"kita cari makan saja, dari tadi kita belum makan "ajak brian memegang tangan sinta mengajak berdiri mencari restoran terdekat.
di dalam mobil sinta masih memandangi brian begitu dalam " kenapa kamu begitu baik padaku, seandainya suamiku sebaik dirimu " batin sinta yang tidak sadar sudah sampai di tempat tujuan
" kenapa memandangi ku seperti itu, aku tahu aku tampan " ucap brian membuat sinta salah tingkah
"maaf-maaf aku tidak menyangka saja bisa bertemu orang sebaik kamu, disini aku tidak memiliki keluarga sama sekali hanya ada teman ku nella dan kamu, terimakasih ya " ucap sinta
"untuk? " tanya brian
" untuk semua kebaikan mu" jawab sinta
mereka berdua pun turun dan masuk ke dalam restoran. sambil menunggu pesanan datang brian menangkap sosok wanita yang tak asing bagi nya dan itu adalah mantannya.
brian mengamati ternyata dia jalan bersama tua bangka " benar-benar tidak berubah mencari laki-laki kaya " batin brian kesal
sinta yang melihat wajah brian berubah seperti singa langsung memegang tangan brian dan mengusapnya.
" sabar " ucap sinta yang mengetahui kalo brian kesal dengan mantannya
"kenapa aku harus sabar, aku tidak marah melihat dia sama lelaki mana pun, aku hanya jijik" jawab brian
"kalo kamu merasa tidak nyaman kita bisa pindah di tempat lain" usul sinta
" tidak tidak perlu, disini saja " jawab brian
hati brian menjadi tenang setelah sinta mengusap punggung tangan nya.
__ADS_1
makanan pun datang dan langsung memakannya dengan lahap.