ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
bab 24


__ADS_3

pagi hari sinta bangun terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan brian.


sinta membangunkan brian untuk sarapan.


"ayo bangun udah siang nanti telat loh " ucap sinta sampbil menggoyangkan badan brian


brian menggeliat dan duduk di atas tempat tidur.


brian berdiri untuk membersihkan badannya.


beberapa menit sudah selesai brian keluar dari kamar mandi dan ternyata sidah di siapkan baju oleh sinta.


brian tersenyum dan segera memakainya.


sinta sudah menunggu brian di meja makan.


"sayang ini semua kamu yang menyiapkan nya " ucap brian


sinta menggangguk tanpa mengeluarkan suara.


"gimana kalo kita menikah biar aku dimasakin setiap hari dan disiapkan semua nya " ucap brian


" kamu ngajak nikah kayak ngajak main aja" ucap sinta menghampiri brian dan mendudukannya, sinta mengambilkan makan brian.


tiba-tiba brian berdiri lalu berjongkok di depan sinta.


" aku serius sayang maukah kamu menikah dengan ku " ucap brian


sinta terdiam, tidak tahu mau menjawab apa karena masih ada trauma dengan pernikahannya yang dulu.


" ayolah bangun jangan kayak gini" ucap sinta


"aku serius " ucap brian


sinta melihat mata brian yang begitu tulus.


"datanglah kerumah, kalo orang tua ku setuju aku akan menyetujui nya " ucap sinta


brian yang mendengar itu dengan senang hati.


mereka pun makan berdua dengan lahapnya dan setelah selesai mereka bersiap-siap menuju kantor.


di dalam mobil brian tidak melepaskan tangan sinta yang sedari tadi di pegang dan beberapa kali di cium nya.


" sayang weekend nanti kita akan ke rumahmu " ucap brian


" untuk apa? " ucap sinta karena jadwal dia pulang masih beberapa minggu lagi


" kata kamu suruh bilang ke orang tua mu, aku gak mau secepatnya bicara dengan orang mu sayang " ucap brian menjelaskan


sinta hanya terdiam tak ingin berkomentar lagi.

__ADS_1


sesampainya di kantor mereka masuk keruangan masing-masing.


tiba-tiba hp sinta berbunyi dan tertera nomer baru.


" sin aku tahu aku salah, aku sangat menyesal telah mengkhianati mu, sekarang aku sengsara sin, aku yakin ini karma untukku, tolong maafkan aku sin" isi pesan itu tak lain adalah dion mantan suami sinta


sinta yang membaca pesan itu seketika meneteskan air mata dan bersamaan dengan brian masuk ke ruangan sinta.


" sayang kamu kenapa menangis, siapa yang mengganggu kamu " ucap brian khawatir


sinta yang menyadari itu langsung menghapus airmata nya dan meletakan hp nya karena tidak mau brian tahu.


" tidak ada, aku hanya kena debu" ucap sinta berbohong.


brian yang tahu pacarnya berbohong pun terdiam karena tak ingin ada masalah diantara mereka.


brian menghampiri sinta dan memeluk nya.


"tenanglah, ada aku disini, kamu akan baik-baik saja " ucap brian mengusap punggung sinta untuk menenangkannya.


tiba-tiba seseorang masuk dengan paksa di ruangan sinta yang tak lain adalah risma.


risma yang melihat mereka berpelukan terlihat syok.


"apa-apaan ini? " ucap risma


" kamu yang apa-apaan masuk ke kantor orang tanpa permisi" bentak brian dan melepaskan pelukannya


" aku mencarimu brian " ucap risma dan melihat sinta dengan tatapan membunuh.


brian menarik risma keluar dari kantor. risma pun mengikut saja dan masih melihat sinta.


" satpam " teriak brian


2 satpam pun datang


" seret wanita ini keluar dan jangan biarkan datang lagi kesini " ucap brian berkata kepada 2 satpam itu


" apa-apaan kamu brian, aku kesini di suruh papa membawa berkas ini ,kamu tidak bisa mengusir ku seperti ini atau kamu akan.... " belum selesai risma bicara 2 satpam tadi langsung menarik risma.


brian mengambil map yang tadi di sodorkan risma.


setelah risma keluar dari kantor brian menuju ke ruangan sinta.


romi yang sedari tadi melihat kejadian itu menghampiri brian.


" kamu benar-benar nekat, kalau dia ngadu ke papa nya, kerjasama perusahaan gimana? " ucap romi sedikit khawatir.


" masalah itu ku serahkan padamu rom, aku yakin kamu bisa " ucap brian meninggalkan romi


di ruangan sinta brian tidak melihat sinta berada di dalam.

__ADS_1


brian sedikit khawatir dan mencari kemana-mana. brian segera berlari keruang cctv, ternyata sinta keluar kantor tanpa brian sadari karena lewat tangga, sedangkan dirinya tadi memakai lift.


beberapa kali brian menelefon sinta tapi tak di angkat.


" kemana kamu sayang " ucap brian cemas


di sisi lain sinta melahap makanannya di kantin kantor.


sinta tidak memperdulikan hp nya berbunyi sedari tadi.


brian yang khawatir langsung menaiki mobil nya tidak tahu kalau sinta sedang makan di kantin kantor karena brian tidak pernah menginjakan kaki nya disana.


beberapa jam brian mencari sinta, dengan putus asa brian kembali ke kantor. berjalan dengan lemas menuju ruangannya.


sesampainya di depan ruangannya brian menoleh ke ruangan sinta dan melihat wanita yang di cari nya sedang duduk di depan laptop, brian langsung berlari ke wanita itu dan memeluknya dengan erat.


" aku tidak mau kehilangan mu " ucap brian membisik.


sinta yang kaget dengan sikap brian pun menjadi heran kenapa kekasih nya seperti itu.


"kamu tidak apa-apakan " ucap brian membolak balik kan badan sinta.


sinta diam saja di perlakukan seperti boneka manequen.


" aku tidak apa-apa kamu bisa lihat sendiri" ucap sinta melepaskan tangan brian.


" lagian kamu ini dari mana saja sih "ucap brian tegas dan khawatir


" aku makan lah tadi jam istrahat aku lapar ya ke kantin" ucap sinta dengan santai nya


brian menepuk kepala nya " bisa-bisa nya dia mengatakan itu ,apa dia tidak tahu tadi aku mencarinya hampir mati saja " batin brian.


brian menghembuskan nafas kasar. "ya sudah lah lanjut bekerjanya " ucap brian berlalu meninggalkan sinta.


sinta yang melihat brian seperti itu jadi tak tega karena sinta tahu pasti brian tadi khawatir. sinta langsung berlari dan memeluk brian dari belakang " maafkan aku, apa kamu sudah makan siang?" tanya sinta


brian menggelengkan kepala " ayo kita makan" sinta segera menarik lengan brian dan menuju restoran biasa mereka makan.


sesampainya di restoran sinta memang tidak makan karena sudah makan tadi, dia hanya memandangi brian makan.


" mungkinkah aku akan menikah lagi dengan pria di hadapanku ini, belum jadi suami aja sudah banyak yang mencintai, gimana kalau sudah menikah? apa mungkin brian akan sama seperti ini, tidak tergoda dengan wanita lain " batin sinta


brian yang melihat sinta melamun langsung mencubit tangan nya


"awww ,sakit sayang " ucap sinta


" salah sendiri kenapa malah melamun, di suruh makan gak mau malah melamun " ucap brian


sinta malas berdebat langsung mengalihkan pembicaraan


" sudah makannya, ayo balik ke kantor " ajak sinta tapi brian menggelengkan kepala.

__ADS_1


maaf ya teman-teman lanjutannya lama dikarenakan lagi di sibukan aktifitas,


terimakasih


__ADS_2