
kedatangan Adrian ke rumah Mia itu di ketahui oleh orang suruhan sang ayah yang menjaga tempat Mia , segera orang tersebut menghubungi ayah Adrian dan memberitahunya . saat itu sang ayah sedang meminum minuman keras.
" Adrian mengetahui semua ini pasti dari mamanya, kemungkinan dia memang tinggal di rumah Adrian , arghhh kenapa kalian satu persatu meninggalkan aku huh " sambil membanting botol minumannya.
" tuan tolong tenangkan diri anda , bagaimana jika kita menjemput nyonya saja " sela sang asisten.
ayah Adrian menatap tajam ke arahnya .
" kau pikir Adrian akan membiarkan aku membawanya kembali setelah dia mengetahui semua huh ! Adrian bukan seperti dulu lagi " jawab ayah Adrian sambil tersenyum kecut .
" tapi tuan Adrian adalah putra anda satu-satu nya mungkin dia akan memahami keputusan anda jika anda menjelaskan semuanya " bujuk sang asisten .
" dia bukan putra ku lagi ! sejak saat dia memutuskan pergi dia sudah bukan putraku lagi, jika memang dia putra ku dia tak akan berbuat seperti ini padaku " sambil berjalan menuju meja yang terdapat sebuah bingkai foto terlihat sang ayah menatap sendu foto itu sambil membelainya .
" aku tahu aku telah berbuat salah padanya dan aku juga tahu dia tak akan memaafkan ku di tambah lagi sekarang dia tahu jika aku mengkhianati ibunya dia pasti semakin membenci diriku tapi apapun yang dia lakukan tak akan bisa mengubah keputusanku" sambil terus menatap foto tersebut.
" mungkin jika tuan dulu tidak keras kepala dan mau mendengarkan tuan muda semuanya tidak akan sampai seperti ini ,kenapa tuan tidak mau berubah sedikitpun , jika terus seperti ini satu -persatu orang yang menyayangimu akan pergi meninggalkan mu bahkan kini ayah dan anak saling membenci dan saling menghancurkan , aku tidak tahu sampai kapan keluarga tuan akan bertahan " batin sang asisten .
" bawa aku ke rumah Adrian, aku ingin membawa istriku kembali , sebelum itu suruh orang-orang kita menghadang Adrian " perintah sang ayah pada orang kepercayaannya . segera orang itu menyuruh puluhan orang mengikuti Adrian dan mencegatnya agar tidak sampai ke rumah lebih dulu, dan sang ayah pergi menemui ibunya di rumah Adrian
saat ini Adrian tidak langsung pulang kerumah dia pergi ke tempat salah satu bawahannya untuk mengambil beberapa buah senjata yang akan dia gunakan untuk berjaga-jaga karena sudah ada orang yang berani memasuki rumah nya.
Seusai mengambil senjata itu dia segera pulang namun di jalan Adrian di di ikuti oleh banyak pria berbaju hitam dengan tubuh kekar menggunakan mobil . Adrian yang tahu jika dirinya di ikuti oleh beberapa orang segera memancing mereka ke sebuah tempat sepi yang tidak memiliki cctv , akhirnya orang-orang itu menghadang motor Adrian hingga Adrian dikelilingi mobil yang di kendarai orang tersebut. Adrian turun dari motornya tanpa melepas helm miliknya .
" mau apa kalian? " tanya Adrian
" maaf tuan , kami hanya di perintahkan untuk menghalangi anda ke tempat tujuan anda sekarang " jelas salah satu orang itu .
" siapa yang menyuruh kalian ?" tanya Adrian dengan sikap tenangnya .
" anda tidak perlu tahu " jawab orang itu sekali lagi .
" heh ! ternyata kalian tidak mau menjawabnya baiklah jika begitu lakukan tugas kalian dengan baik dan jangan sampai membuat orang yang menyuruh kalian kecewa " tanpa sepengetahuan orang - orang itu ternyata Adrian sudah menyiapkan senjata dan
dor
Sebuah peluru bersarang tepat di kepala orang yang berbicara padanya tadi membuat yang lain kaget .
__ADS_1
Adrian hanya menampilkan smirknya .
orang-orang itu pun menyerang Adrian secara bersamaan namun Andrian berhasil menghindar dan menembak mereka satu persatu hingga semuanya terkapar tak berdaya dengan luka tembak beberapa di antaranya telah meninggal dan lainnya terluka parah .
Setelah berhasil membereskan semua orang itu Adrian menghubungi seseorang untuk membantunya membereskan tempat kejadian agar tidak di ketahui oleh polisi dan dengan santai Adrian menaiki motor miliknya dan memacu motor itu menuju rumah dengan kecepatan tinggi karena dia khawatir terjadi sesuatu pada keluarganya .
Di rumah Adrian , ayah Adrian sudah berada di sana dengan membawa beberapa bodyguard .
Para penjaga melarang mereka masuk sehingga ayah Adrian marah dan menyuruh bawahannya menghajar penjaga itu dan dia pun berhasil masuk setelah mengalahkan para penjaga itu. Wanda yang mendengar keributan di luar akhirnya dia pergi mengeceknya.
" siapa kalian? " Wanda tersentak kaget melihat penjaga rumahnya tergeletak di tanah .
" maaf , karena kedatangan saya membuat anda terkejut nyonya, tapi saya kemari ingin menjemput istri saya tapi berhubung penjaga rumah ini tidak mengijinkan kami masuk akhirnya saya terpaksa melakukan ini semua" ungkap ayah Adrian .
" istri? jadi anda papanya Adrian ?" Wanda menjadi bingung harus berbuat apa karena Adrian sedang tidak ada di rumah .
" ada apa ma?" tanya Ranti yang juga ikut keluar .
Ranti hanya diam saja saat melihat ayah Adrian di hadapannya . pikirnya jika dirinya berbicara pada ayah Adrian dia takut ayah Adrian malah semakin membencinya dan menghina dirinya di depan Wanda sama seperti saat dia bertemu di sebuah restoran .
Ranti yang kembali mengingat kejadian restoran membuat nya mengepalkan tangannya menahan emosi.
Tak lama Adrian pun tiba , dia segera mendekat ke arah mereka .
" kenapa Adrian sudah pulang ? " batin ayah nya .
" apa yang sudah terjadi di sini" sambil melihat para penjaganya yang babak belur .
para penjaga hanya bisa menunduk .
" Adrian " panggil Ranti pada suaminya .
Adrian kini berdiri di samping Ranti .
" mau apa kamu kemari?" tanya Adrian dengan nada dingin.
" aku ingin menjemput mama mu" jawab sang ayah .
__ADS_1
" heh ! mama sudah memutuskan untuk tinggal denganku dan tanpa seijin ku, aku tak akan membiarkan kamu membawanya pergi , oh iya bukankah kamu seharusnya senang karena mama pergi ? jadi kamu bisa menghabiskan waktumu dengan istri muda mu itu dengan baik apalagi dia sekarang sedang mengandung " sindir Adrian .
" Adrian , tolong kamu jangan salah paham meski aku menikah dengannya tapi hanya mama kamu lah yang aku cintai " jelas sang ayah .
" sudahlah aku tak butuh penjelasan mu lebih baik kamu pergi dari sini " usir Adrian pada ayahnya .
" Adrian kamu Jangan keterlaluan , mama mu masih menjadi istri sah ku dan aku suaminya aku berhak atas dirinya " bentak sang ayah . Ranti Dan Wanda hanya bisa menyaksikan perdebatan di antar keduanya .
" siapa bilang ? mama telah menyuruhku mengurus perceraian kalian berdua " ayah Adrian sangat syok mendengarnya .
" kamu bohong kan ?" tanya ayah Adrian memastikan . Adrian berkata "pergi dari sini atau aku akan menyeretmu keluar " ancam Adrian dengan dingin . Ranti tak menyangka jika suaminya bisa begitu kejam pada ayah kandungnya sendiri .
" Adrian , tolong jangan terlalu kasar padanya bagaimana pun dia ayah kamu " Ranti mencoba membujuk sang suami.
" diam, jangan ikut campur " bentak Adrian membuat Ranti takut akhirnya Wanda mengajak Ranti masuk ke dalam rumahnya .
Ayahnya yang melihat tatapan tajam Adrian pada dirinya juga merasa takut, entah kini dirinya semakin tidak mengenali putranya sendiri .
karena sudah di usir Adrian , ayah Adrian beserta bodyguardnya pergi meninggalkan rumah itu .
Ranti sudah ada di kamar begitu juga Adrian yang menyusulnya , di dalam keduanya hanya diam , saat ini Adrian sedang mengganti bajunya.
" sayang dimana baju abu-abu yang biasa aku pakai ?" tanya Adrian pada Ranti namun Ranti hanya diam tak merespon .
Adrian menghela nafasnya dan menghampiri Ranti hingga membuat Ranti refleks menghindar dari Adrian .
" kamu kenapa hem?" tanya Adrian pada istrinya .
" tidak, tidak apa-apa" jawab Ranti merasa takut.
" lalu mengapa kamu tidak menjawab pertanyaanku " tanya Adrian .
" pertanyaan? aku tidak dengar " jawab Ranti
" huft sudahlah " Adrian pun memakai kaos lain yang ada di lemari pakaiannya.
setelah itu dirinya keluar dari kamar, Ranti mengambil pakaian Adrian yang tadi dia kenakan , berniat untuk menaruhnya di tempat pakaian kotor namun saat itu sebuah pistol terjatuh di lantai .
__ADS_1
Ranti memungutnya dengan tangan yang gemetar .
" bagaimana benda ini bisa berada padanya?sebenarnya apa lagi yang kamu sembunyikan dari Adrian " pikir Ranti menjadi kacau hingga dia meletakkan kembali pakaian Adrian ke tempat semula beserta pistolnya dan benar saja Adrian kembali masuk dan memungut pakaiannya sendiri.