
setelah keluar dari butik sinta dan brian kembali ke kantor.
mereka langsung masuk ke ruangan masing-masing.
selang beberapa menit
tok
.
.
tok
.
.
tok
"masuk " jawab brian tanpa melihat siapa yang masuk
" permisi pak, hari ini ada jadwal meeting dengan karyawan" ucap sinta membawa beberapa berkas
"apa romi sudah di ruang meeting " tanya brian
"sudah pak" jawab sinta
" oke saya segera kesana " ucap brian dan berjalan melewati sinta.
waktu menunjukan pukul 17.00 pekerjaan sinta pun selesai dan beranjak pulang.
sinta melihat depan ruangannya masih terlihat brian di dalam tapi sinta tidak berani untuk membuka nya.
sinta menghembuskan nafas dengan berat dan melangkah keluar karena taxi online nya sudah menunggu di lobby.
__ADS_1
sedangkan di dalam ruangan brian mengingat kejadian tadi siang "kenapa dia datang lagi " ucap brian yang sebenarnya memikirkan mantan nya itu.
romi yang sedari tadi belum pulang, dia masuk secara tiba-tiba di ruangan brian.
" sialan lo, masuk gak ketuk pintu lo punya sopan santun tidak " ucap brian dengan ketus
romi yang mendengar ucapan brian hanya tertawa " salah sendiri melamun kayak orang b*go, ini jam berapa? kamu pulang gak? atau mau tidur disini" ucap romi
brian melihat jam di tangannya "astaga, semua orang sudah pulang kah? " tanya brian
"iyalah masak mau tidur sini" jawab romi dengan terkekeh
brian pun berdiri dan keluar meninggalkan romi.
"si*lan itu orang udah di tunggin malah ninggalin, untung aja bosku" gerutu romi menyusul brian.
******
di kontrakan sinta yang baru, sinta memang sengaja pindah kontrakan supaya dion ataupun keluarga nya tidak menganggu nya.
melihat pesan dari brian sinta sontak berlari keluar.
sinta yang hanya memakai piyama keluar kontrakan menghampiri brian,
" masuklah " ucap brian tanpa mengijinkan sinta berbicara.
sinta masuk kedalam mobil dan mobil brian melajukan ke taman dekat kontrakan sinta.
brian dan sinta duduk di kursi taman
" maafkan kejadian tadi" ucap brian memandangi wajah sinta.
" tidak apa-apa pak, tidak perlu berlebihan seperti ini" jawab sinta menunduk malu karena di lihat oleh brian
brian memandangi sinta begitu dalam hingga tangannya reflek mengangkat wajah sinta ke dekat wajahnya.
__ADS_1
sinta yang di perlakukan seperti itu semakin deg-deg an
hampir saja mereka ciuman tapi sinta mendorong tubuh brian dan berdiri
brian memegang tangan sinta.
"maaf saya reflek,maafkan saya" ucap brian
" lebih baik saya pulang pak" jawab sinta
" tunggulah beberapa menit lagi saya gak akan apa-apakan kamu, temani saya sebentar saya kesepian" ucap brian memelas
sinta pun kembali duduk di samping brian
" sin apa boleh aku bertanya " tanya brian.
sinta hanya menganggukan kepala karena masih ada rasa takut.
" apa kamu masih mencintai mantan suami mu itu " tanya brian
sinta terdiam lalu berkata " saya tidak tahu pak, kalau pun masih saya akan segera melupakannya " jelas sinta
"apa kamu tidak ingin menikah lagi setelah ini " tanya brian lebih dalam lagi
" saya juga tidak tahu pak, saya jalani saja apa yang ada, sekarang saya sudah jadi janda, penilaian orang pasti jelek pak, kalaupun saya menikah lagi pasti dengan orang yang benar-benar mau terima saya pak" jelas sinta
"tapi kamu tidak menutup dirimu untuk pria lain kan" tanya brian lagi
" tidak pak, ibu saya kemarin juga menasehati saya kalau saya masih muda dan tidak ada salahnya menikah lagi, tapi saya tidak mau buru-buru saja pak" jawab sinta
brian mendengar itu semua jadi tersenyum bahagia karena menurut dia dapat kesempatan untuk mendekati sinta.
" tadi siang itu mantan ku, dulu aku sangat mencintai nya tapi dia telah berselingkuh saat aku tinggal tugas ke luar kota, dia membawa lelaki nya ke apartemen yang aku belikan untuk nya " jelas brian supaya sinta tidak salah paham
" oh begitu ya pak, yang sabar ya pak" jawab sinta mengusap bahu tangan brian.
__ADS_1