
Hari ini Nathan sudah di jemput oleh Thomas , semua keluarganya mengantar kepergian Nathan , Wanda terus saja menangis dia tak tega anak seusianya tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya .
Ranti dan Adrian juga tidak rela , saat ini Ranti menahan sakit di dadanya karena dirinya tak ingin menangis di depan Nathan , Ranti takut Nathan akan goyah karena dirinya .
" Oma jangan nangis iya Nathan kan pergi buat belajar biar bisa banggain Oma sama orang tua Nathan " sambil mengusap air mata Wanda .
" nanti jika Nathan rindu Nathan bisa pulang kapan pun kok " jelas Thomas .
" Thomas kan sudah berkata seperti jadi jangan menangisi Nathan lagi ma " tegur Adrian .
Ranti dan adrian memeluk Nathan setelahnya Nathan pun di bawa pergi oleh Thomas , mereka berdua akan pergi ke negara asal Thomas yaitu Inggris .
Ranti langsung memeluk Adrian dan tangis nya pecah saat itu juga , Adrian mencoba menenangkan Ranti .
" seharusnya kita mengantarnya sampai ke bandara " ujar Ranti .
" sudahlah lagi pula ada Thomas di sampingnya dia pasti akan aman saja, sebaiknya kita masuk ke dalam " jawab Adrian .
saat di dalam rumah Vino berlari ke arah Ranti .
" mom, apa kak Nathan nanti akan melupakanku ?" tanya Vino polos .
" tentu saja tidak sayang, kak Nathan pasti selalu mengingat adiknya " jawab Ranti .
" baguslah, saat aku besar nanti aku juga akan pergi ke sana menyusulnya " imbuh Vino .
" iya sayang " hanya jawaban singkat yang Ranti ucapkan pada Vino.
Wanda masih menangisi kepergian Nathan , Ranti mendekatinya mencoba menenangkan, seakan tahu maksud adri Ranti Wanda segera melarangnya mendekat.
" berhenti di sana Ranti " perkataan Wanda membuat Ranti menghentikan langkahnya .
" Nathan sudah tidak ada di sini jadi tidak ada alasan lagi aku tetap berada di sini lebih baik aku segera pergi ke tempat Doni " bagaikan di sambar petir mendengar perkataan Wanda .
" ma , apa kebersamaan kita selama ini hanya karena Nathan ? apa mama berbohong padaku jika mama sudah menganggap ku seperti putrimu sendiri ? ternyata memang hanya aku yang merasa seperti itu iya ? bagaimanapun kita tidak ada hubungan darah " timpal Ranti air matanya kembali mengalir namun segera dia usap dengan tangannya .
Adrian hanya diam dai tak mau ikut campur diantara kedua wanita itu .
Wanda merasa bersalah atas perkataannya barusan karena membuat Ranti merasa tersinggung .
" jika mama sudah memutuskan nya maka Ranti pun tidak bisa melarang kepergian mama " pungkasnya lalu pergi kedalam kamar .
Adrian langsung membawa Vino dan Vero ke dalam untuk menyusul Ranti .
Di dalam kamar Ranti menangis sejadi-jadinya , sosok Wanda bagaikan ibu kandungnya sendiri dan saat mendengar perkataan nya barusan Ranti mengartikan jika Wanda dekat pada Ranti hanya karena Ranti sebagai ibu asuh dari cucunya dan saat cucunya tak lagi bersama Ranti memang tidak ada alasan untuk Wanda berada di sisi Ranti , meski Wanda tak mengatakannya.
Adrian datang bersama si kembar , untuk membujuk Ranti agar tidak marah .
__ADS_1
" Ran, jangan menangis lagi iya , mungkin mama sedang sedih karena kepergian Nathan tapi dia tak punya maksud lain Ranti " ujar Adrian pada Ranti .
" iya aku harap bagitu tapi setidaknya mama juga bisa jaga perasaan aku dong sayang , apa mama tidak menganggap Vino dan Vero sebagai cucunya ? apa hanya Nathan ? jika memang hanya Nathan bukankah mama tak pernah menganggap ku seperti aku menganggapnya seperti ibuku sendiri , jujur kali ini aku kecewa padanya " tandas Ranti .
" sudah iya gak usah di pikirkan lagi , ingat kamu sekarang sedang hamil , lagipula ada aku dan anak-anak di samping mu" sambung Adrian , Ranti memeluk kedua putranya itu .
Adrian bernafas lega melihat Ranti berhenti menangis dan kini dia menemani si kembar bermain di dalam kamar mereka .
Adrian melihat ada sekelebat bayangan yang melintas di luar kamarnya Adrian lalu keluar dan melihat Wanda di luar .
" bagaimana Ranti ? dia masih menangis?" tanya wand khawatir .
" lebih baik mama lihat saja sendiri " jawab Adrian sambil berlalu meninggalkan Wanda, Adrian harap dia bisa memberikan waktu bagi keduanya untuk saling berbicara.
Wanda perlahan membuka pintu kamar Ranti , begitu melihat Ranti sudah kembali ceria dan kini sedang bermain dengan anaknya Wanda merasa lega namun saat akan pergi Vero memergokinya dan berteriak memanggil Wanda lalu mengajak Wanda bergabung dalam permainan mereka , awalnya Wanda merasa tidak enak karena dia belum menjelaskan apapun pada Ranti , tapi akhirnya mereka berempat bermain hingga si kembar tertidur .
" Ranti maaf kan perkataan mama barusan iya mama tidak bermaksud membuatmu berpikir yang tidak-tidak , kamu sudah seperti putri mama sendiri Ran " jelas Wanda .
" mama tau kan jika ranti sudah tak punya orang tua lagi sampai saat ini aku selalu menyayangi mama dan menganggap mama seperti ibuku sendiri , betapa sakit hati Ranti mendengar mama berkata begitu, apa hanya Nathan yang penting buat mama ? lalu bagaimana dengan diriku dan anak-anakku ma? Ranti kembali menangis ,
" sungguh mama minta sama kamu nak mama tak bermaksud menyinggung kamu , mama juga menganggap mereka berdua cucu mama sama seperti Nathan" Wanda mencoba menjelaskan pada Ranti .
" sudahlah ma mama gak perlu minta maaf lagi , dan jika mama memang ingin pergi Ranti tidak akan melarangnya " Wanda tertegun dengan sikap Ranti saat ini yang acuh padanya , sifatnya berubah dulu Ranti orang yang pemaaf atau mungkin karena kehamilannya membuatnya terlalu emosional .
Ranti membelakangi Wanda , akhirnya Wanda pun keluar dari kamar Ranti .
" seperti Ranti sangat kecewa sama mama Adrian , tolong bantu mama bujuk dia iya " pinta Wanda pada menantunya itu .
" tenang saja ma tanpa di suruh pun Adrian bakal bantu bujuk Ranti , mungkin sekarang Ranti sedang emosional apalagi belakangan ini banyak masalah menimpa keluarga kita di tambah kehamilannya juga dia jadi main sensitif , mama yang sabar iya " perkataan Adrian membuat Wanda sedikit lebih tenang .
Adrian menghampiri Ranti yang tidur bersama si kembar Adrian lalu tidur di sebelah Vero .
Adrian tak ingin membangunkan Ranti yang tidur , akhirnya Adrian hanya menemani mereka tidur dan dirinya menonton acara tv .
hingga sore hari , Ranti bangun karena dia merasa mual dan tidak nyaman pada perutnya , Ranti segera bangun dan pergi ke kamar mandi .
Adrian sempat panik karena tingkah Ranti dia pun ikut menyusul ke dalam kamar mandi dan melihat Ranti yang mual mual Adrian memijat bagian leher Ranti . meski hanya memuntahkan air saja tapi Ranti merasakan tidak nyaman pada perutnya bahkan pada bagian mulutnya .
setelah mereka keluar dari kamar mandi, Adrian memberikan air putih untuk di minum Ranti .
" masih sakit? tanya Adrian karena Ranti masih memegangi perutnya dan tak mau minum air yang di berikan Adrian .
Ranti hanya menggeleng namun raut wajahnya seperti menyiratkan hal lain .
" lalu kamu kenapa ? jika memang sakit kita pergi ke rumah sakit saja iya jangan di tahan nanti malah makin sakit " bujuk Adrian agar Ranti mengatakan yang sebenarnya .
" sayang , seperti nya aku ingin makan sesuatu " seru Ranti tiba-tiba .
__ADS_1
" kamu ingin makan apa ? " tanya Adrian dengan begitu lembut .
" em , aku ingin makan makanan yang pedes " jawab Ranti .
" huh gak boleh ! perut kamu kan sedang sakit nanti malah tambah sakitnya " larang Adrian , tanpa diduga Ranti menangis , Adrian jadi bingung " apa aku terlalu kasar padanya? tapi aku hanya melarangnya saja " pikir Adrian .
" Ranti , jangan nangis iya , nanti kalo perut kamu sudah baikan baru boleh makan pedas iya " bujuk Adrian .
" gak mau aku mau makan sekarang Adrian, kalo gak boleh aku gak mau tidur sama kamu " seru Ranti dengan nada tingginya .
Wanda yang mendengar tangisan Ranti menghampiri mereka dan saat mengetahui jika Ranti sedang mengidam namun Adrian yang masih tidak mengerti membuat Wanda akhirnya memanggil Adrian .
" ada apa manggil Adrian ma ?" kini Adrian sudah ada hadapannya.
" nak istrimu sedang mengidam jadi lebih. baik turuti dia iya mungkin saja sakitnya akan hilang "
" mengidam itu apa ma? " tanya Adrian yang tidak mengerti .
Wanda memukul jidatnya sendiri .
"mengidam itu keinginan akan sesuatu yang terjadi pada ibu hamil biasanya di mulai dari trimester pertama , intinya jika istrimu ingin sesuatu lebih baik turuti saja" jawab wanda .
" tapi ma , perut Ranti sakit nanti kalo makan pedas tambah sakit " Adrian masih tidak bisa membiarkan Ranti makan makanan pedas.
" gak papa , nanti suruh dia makan secukupnya saja " jawab Wanda , Adrian pun akhirnya kembali ke kamar.
" mau dibelikan makanan pedas apa?" tanya Adrian setengah hati . Ranti tersenyum karena Adrian mau menurutinya .
" em apa iya ?" Ranti masih memikirkan apa yang ingin dia makan.
" jangan lama-lama mikirnya ,ntar malah gak aku beliin loh " imbuh Adrian .
" aku mau makan tom yum " jawab Ranti cepat .
" iya udah aku beliin kamu tunggu di sini iya " pamit Adrian .
" tidak boleh beli harus kamu yang masak " teriak Ranti pada Adrian yang saat itu akan keluar dari kamar mereka .
" aku gak bisa masak " jawab Adrian .
" pokok nya aku mau kamu yang masak gimana pun caranya titik " seru Ranti dengan penuh penekanan di setiap katanya . Adrian mendengus kesal akan kelakuan sang istri .
" gimana ? kamu sudah tanya dia mau makan apa?" tanya Wanda .
" sudah ma katanya mau makan tom yum tapi gak boleh beli harus aku yang masakin buat dia " jawab Adrian kesal .
" oh gampang mama bisa kok , kamu belanja aja bahan-bahannya trus nanti mama bantu kamu masak iya " Adrian akhirnya setuju dengan usulan Wanda.
__ADS_1