
tak berapa lama mobil brian sampai di parkiran rumah sakit.
" sayang, ayo bangun " ucap brian membangunkan istrinya
"sudah sampai ya mas " ucap sinta yang membuka matanya dan keluar dari mobil di susul oleh brian dari belakang.
mereka melangkah bersama dan masuk ke dalam rumah sakit.
mereka menunggu antrian, tak lama nama sinta pun di panggil, sinta dan brian masuk ke dalam, dokter mengecek semua nya dan sinta duduk kembali di samping suami nya.
" semua nya sehat ya pak bu, jangan terlalu stres ya bu, sama harus tambah berat badannya " ucap ibu dokter
" baik dok " ucap sinta.
setelah pemeriksaan selesai mereka pulang ke rumah.
" sayang kamu harus inget apa yang di bilang dokter harus tambah berat badan, makan makanan yang bergizi " ucap brian begitu perhatian.
" baik sayangku, sudah ah aku mau ke atas mandi dulu " ucap sinta dan pergi masuk duluan.
brian hanya diam dan mengikuti istrinya dari belakang.
sementara itu
luna menelfon dion, menanyakan gimana rencana selanjutnya.
" bagaimana ini, kalau kamu tidak ada di sini terus aku harus gimana, susah sekali mendekati nya "ucap luna di telfon
" sekarang posisi ku baru gak memungkinkan, lebih baik kamu kalau bertindak juga jangan gegabah " saran dion.
" minggu depan ada pesta perayaan keberhasilan kerjasama dengan perusahaan xxx, disana brian pasti mengajak istri nya "
" ....." ucap dion membuat rencana untuk menjebak brian
"kamu yakin itu akan berhasil " ucap luna
"iya " ucap dion lalu menutup telfon nya karena disana dion ternyata sedang bersenang-senang dengan seorang wanita.
luna pun terlihat kesal karena belum selesai membahas rencananya tapi langsung di matikan.
dion memang tak pernah berubah sifat nya masih sama tidak bisa setia, sebenarnya dion sudah menikah dengan wanita yang usia lebih tua dari nya tapi kaya jadi semua kebutuhan dion di penuhi istrinya.,tetapi dion selalu beralasan ada kerjaan di luar kota, makanya kenapa dion jarang bersama istri nya.
bahkan luna pun tidak tahu pernikahannya dengan rita (istri dion yang sekarang) yang luna tahu hanya cerita dion yang membalikan fakta kalau sinta berselingkuh dengan lelaki kaya, dion beralasan seperti itu supaya luna mau membantu dion untuk merusak rumah tangga nya, tapi saat luna pertama kali lihat brian yang tampan dan juga kaya justru ingin memilikinya.
sekarang dion sedang bercumbu dengan wanita panggilan di pulau itu, tiba-tiba hp nya berbunyi " kamu dimana, aku rindu kamu, sekarang aku akan menyusulmu, aku sudah ambil cuti sayang " ucap rita di telfon
__ADS_1
" besok aku kabari aku masih ada meeting" ucap brian berbohong dan langsung memutuskan telfonnya lalu membuang hp nya karena dia mencapai puncak kenikmatan.
setelah selesai cewek itu di suruh pergi oleh dion.
" aku harus buru-buru telfon dia biar tidak marah " ucap dion sendiri
di telfon lah istri nya " hallo sayang " ucap dion
" iya ada apa " ucap rita yang sudah tampak kesal dengan dion
"maaf ya aku lupa mengabari mu, kamu tak perlu kesini besok aku akan balik ke rumah, aku juga kangen sama kamu " ucap dion berbohong.
"baiklah sayang aku tunggu besok " ucap rita lalu mematikan telfonnya.
setelah menelefon istri nya dion merebahkan di tempat tidur " sinta " ucap dion yang sedang membayangkan wajah sinta.
sementara itu.
setelah sinta selesai mandi dia keluar dan menuju meja rias,
ceklek
"kamu dari mana mas? " ucap sinta ketika melihat brian yang baru masuk.
"tadi dari ruang kerja, aku mau mandi dulu " ucap brian
tak lama brian keluar dari kamar mandi, brian memakai pakaian yang sudah di ambilkan oleh sinta.
" mas ayo turun, aku lapar " ucap sinta
" iya sayang ayo" ucap brian
sinta melangkah keluar kamar menuju tempat makan.
" bi besok siapkan menu khusus sinta yang bagus buat ibu hamil ya bi " ucap brian kepada bi surti.
" baik tuan, ini nyonya susu nya "ucap bi surti "makasih ya bi" ucap sinta dan meminum susu buatan bi surti tiba-tiba sinta merasa mual dan pergi ke wastafel dan memutahkan susu dan makanan tadi.
brian yang melihat langsung berlari menghampiri sinta " sayang kamu kenapa tiba-tiba mual " ucap brian.
" gak tahu mas, aku gak mau susu nya " ucap sinta
" tapi itu kan baik buat ibu hamil sayang " ucap brian
" tapi mas setiap kali aku minum susu aku mual" ucap sinta
__ADS_1
brian hanya bisa diam, dan menuntun istrinya untuk kembali ke meja makan.
" bi bawa ke belakang susu nya ya " ucap brian
bi surti pun mengambil susu nya dan pergi ke belakang.
" sudah enakan kan, sekarang mau makan apa " ucap brian
" aku mau itu mas " ucap sinta menunjuk ikan salmon.
brian mengambilkan semua yang di inginkan istri nya. brian sangat telaten merawat istrinya, karena sudah denger cerita kalau orang hamil suasana hati nya tidak menentu jadi brian selalu sabar menghadapi istri nya.
" sayang kok kamu gak makan, " ucap sinta yang melihat piring suami nya masih kosong "ini mau ambil, kan ambil kan kamu dulu " ucap brian
sinta bahagia melihat suami nya yang begitu perhatian kepadanya.
" terimakasih ya mas? " ucap sinta
" untuk apa kamu berterimakasih " ucap brian
"untuk semua yang mas lakukan kepada ku, aku tahu mas sekarang juga capek abis kerja tapi kadang keinginanku konyol pun mas turuti " ucap sinta
" itu kan sudah tugas ku sayang, jadi tidak perlu kamu berterimakasih " ucap brian
" tapi pokoknya aku mau berterimakasih " ucap sinta yang seperti anak kecil
brian yang melihatnya hanya menggelengkan kepala " iya-iya sama sayangku, sekarang makanlah " ucap brian
mereka berdua pun makan bersama, setelah selesai mereka melanjutkan melihat tv.
" mas kita sudah lama tidak ke pantai padahal dulu waktu kamu deketin aku kan ajak aku ke pantai terus" ucap sinta
brian yang sedang asik dengan hp nya pun menoleh ke arah istri nya " kamu ingin ke pantai " ucap brian
"tidak sih, cuma sudah jarang banget kita ke pantai " ucap sinta
" iya weekend nanti kita ke pantai ya " ucap brian.
" ajak kak romi dan juga luna ya mas " ucap sinta
brian hanya mengangguk dan sinta pun terlihat senang langsung mencium pipi suaminya.
" ini juga dong " ucap brian menunjuk bibir nya
" ih genit " ucap sinta lalu brian tersenyum tiba-tiba CUP
__ADS_1
sebuah ciuman mendarat di bibir brian, karena spontan brian pun kaget dan langsung tertawa melihat tingkah istrinya.