ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 125


__ADS_3

di dalam kamar , Ranti yang saat itu merasa ada yang aneh dengan sikap ayah dan anak itu apalagi Laura yang selalu memperhatikan Adrian .


" apa mungkin mereka ada maksud lain " pikirnya namun Ranti segera membuat pikiran buruknya itu.


tapi karena sudah lama Adrian tidak kunjung datang padanya membuat Ranti menjadi sedikit cemas , akhirnya Ranti memilih keluar mencari sang suami .


saat menuruni tangga Ranti tak sengaja bertemu Laura .


" nyonya kenapa keluar di luar kan dingin " sapa Laura yang seakan kaget dengan kehadiran Ranti .


" em, aku sedang mencari suami ku , apa kamu melihatnya ?" tanya Ranti.


" oh tuan Adrian , tadi dia ada di ruang baca " jelas Laura lalu bergegas pergi ke dalam kamarnya .


Ranti pun mendatangi ruangan yang Laura maksud , di sana terlihat Adrian yang sedang duduk sambil membaca buku tanpa menyadari kehadiran sang istri di belakangnya .


Ranti tiba-tiba mengalungkan tangan nya pada leher Adrian dengan cepat Adrian langsung menoleh ke arah Ranti .


" sayang kamu belum tidur ?" tanya Adrian.


" aku nungguin kamu dari tadi ternyata kamu malah asyik sama buku " jawab Ranti kesal .


" maaf iya tadi pria tua itu mengajakku berbincang-bincang kemari setelahnya aku melihat buku ini " sambil memperlihatkan buku yang sedang dia baca.


" kamu suka baca beginian ?" tanya Ranti mengambil buku tersebut dari tangan Adrian sambil melihat buku bertema legenda yang di baca sang suami .


" gak juga sih " jawab Adrian .


" iya sudah ayo temani aku tidur " ajak Ranti menarik Adrian pergi meninggalkan ruangan tersebut .


sang empunya hanya mengikuti kemauan sang istri , saat di kamar tiba-tiba Adrian memeluk Ranti dari belakang dan mulai menc****i bagian leher Ranti .


" Adrian stop " pinta Ranti namun Adrian membalikkan tubuh Ranti hingga berhadapan dengannya , mata Adrian menyiratkan jika dirinya menginginkan hal itu, Ranti segera memalingkan wajah dirinya takut terpikat oleh Adrian karena saat ini Ranti tidak ingin melakukan hubungan suami istri dengan Adrian karena badannya terlalu lelah untuk itu.


" why ?" suara Adrian mulai serak .


" Adrian lain kali saja iya , aku capek " sambil berusaha lepas dari pelukan Adrian yang semakin lama semakin erat hingga Ranti mulai merasakan sesuatu yang keras di bawa sana .


" sekali saja , aku janji akan melakukannya dengan lembut ," mohon Adrian , Ranti sedikit bimbang pasalnya Adrian bukan tipe orang seperti itu .

__ADS_1


Tanpa menunggu persetujuan Ranti , Adrian langsung saja menggendong tubuh Ranti ke atas kasur dan merebahkan nya , karena Ranti tidak melakukan penolakan akhirnya Adrian melancarkan aksinya . kali ini Adrian menepatinya dia melakukan dengan lembut hingga membuat Ranti melayang karena ulahnya . tanpa sepengetahuan keduanya pintu kamar mereka belum terkunci dan saat itu Laura sedikit mendengar aktivitas dari kedua pasangan suami istri tersebut .


" sungguh aku tak tahu jalan pikiran mu Adrian , apa kurangnya aku dibandingkan dengan wanita itu " Laura yang tidak sanggup mendengarnya memilih pergi dari kamar itu .


sebelumnya Adrian yang sudah selesai makan malam akan menghampiri Ranti yang sudah berada di kamar mereka, namun ayah Laura meminta Adrian memberinya waktu untuk berbicara, Adrian pun setuju , keduanya berbicara di sebuah ruangan santai yang di penuhi buku-buku.


" tuan maaf atas ketidak sopanan saya , tapi bukannya tuan sudah berjanji untuk berkenalan dengan putri saya lalu mengapa tuan tiba-tiba kemari dengan membawa wanita yang anda sebut sebagai istri ?" tanya pria tua itu.


" bukannya aku sudah menepati janji ku ? aku sudah berkenalan dengan putri mu " jawab Adrian datar dirinya tahu arah pembicaraan itu namun Adrian memilih pura-pura tidak tahu .


" tuan maksud saya bukan perkenalan seperti itu , saya ingin menjodohkan tuan dengan putri saya " jelas pria tua tersebut.


" apa kau sudah gila ! aku sudah menikah !" Adrian mulai tampak geram .


" apakah tuan lupa tentang siapa yang menolong tuan saat pengepungan dulu , saya tidak ingin imbalan apapun saya hanya meminta Anda untuk bisa bersama dengan putri saya , lagipula putri saya jauh lebih baik dibandingkan dengan wanita itu " imbuhnya .


Adrian menatap tajam ke arah pria tua itu, sadar jika dirinya telah membuat Adrian marah pria tua itu menelan ludahnya sendiri karena ketakutan.


" kau bilang putri mu lebih baik dari istriku ? jika bukan karena istri ku sekarang kau mungkin sudah tak bernyawa pak tua , jangan pernah bandingkan istriku dengan putri mu itu karena istriku jauh lebih baik dari nya" jawab Adrian dengan tegas .


" oh iya satu hal lagi perlu kau ketahui semua yang terjadi dulu jika dipikirkan baik-baik apa kau yakin dengan kemampuanmu itu bisa menolong diriku ? apa kau meragukan kemampuan ku ?" tambah Adrian membuat pria itu tersadar akan kebodohannya telah meremehkan Adrian .


akhirnya pria itu meminta maaf dan pamit keluar dari ruangan tersebut .


Ke esokan harinya , Ranti bangun lebih siang dari biasanya , begitu pula dengan Adrian yang masih tidur sambil memeluk tubuh Ranti , Ranti yang mengingat kejadian semalam tiba-tiba pipinya memerah dan tak berani menatap wajah Adrian yang masih tertidur lelap meski telah menikah namun kadang Ranti berfikir jika ini semua seperti sebuah mimpi baginya , melihat Adrian yang masih tertidur pulas membuat Ranti tak tega mengusiknya jadi dengan perlahan Ranti turun dari ranjang dan membuka tirai jendela kamarnya .



"wow , aku tidak menyangka jika pagi hari view nya akan sebagus ini, nanti aku harus meminta Adrian menemaniku pergi ke sana " gumam Ranti sambil melihat ke arah danau .


waktu berlalu, Ranti sudah selesai mandi dan bersiap , kini dirinya mengenakan dress pendek dengan model sabrina berwarna biru muda , serta rambut nya yang di kepang menampilkan sosok feminim pada Ranti .


semakin terik sinar matahari membuat Adrian terbangun , saat matanya terbuka sosok Ranti terlihat di hadapannya .


" beautiful " gumamnya .


Ranti yang tahu Adrian sudah bangun mendekat ke arah suami nya


Adrian langsung saja menarik tubuh Ranti untuk dekat padanya .

__ADS_1


lalu mencium perut Ranti , entah setiap kali Andrian melakukannya Ranti menjadi sangat senang .


" good morning babe , kamu gak apa-apa kan ?" tanya Adrian dengan suara khas bangun tidur , Ranti hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya .


" syukurlah , maaf iya karena aku tidak bisa menahan diri tadi malam lain kali aku tidak akan begitu" ucap Adrian menyesal sambil mendongakkan kepalanya menatap Ranti .


" sudah lah jangan memasang tampang seperti itu, aku gak apa-apa kok " jawab Ranti lalu mengecup puncak kepala suaminya .


awalnya Adrian masih ingin berlama - lama memeluk tubuh Ranti tapi Ranti menyuruh Adrian untuk mandi dan segera menemaninya sarapan.


sambil menunggu Ranti turun ke bawah untuk memesan sarapan tapi tidak di sangka Laura sudah menyiapkan nya .


" selamat pagi Laura " sapa Ranti dengan sopan.


" selamat pagi, nyonya sarapannya sudah siap " jawab Laura tak kalah sopan.


" kamu yang menyiapkannya? " tanya Ranti .


" tidak tadi saya meminta mereka menyiapkan makanan untuk sarapan " jelasnya .


" ohh, di mana ayah mu?" tanya Ranti yang tidak melihat batang hidung ayah Laura .


" ayah sudah pergi tadi pagi ada suatu hal yang harus dia kerjakan " jawab Laura .


keduanya sudah duduk di kursi masing-masing sambil menunggu Adrian. sekitar sepuluh menitan Adrian sudah keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana pendek berwarna krem dan kaos putih sebagai dalaman serta kemeja lengan pendek berwarna biru muda sebagai luaran iya warna yang senada dengan baju Ranti karena memang Ranti lah yang menyiapkan untuk Adrian .


" kenapa tidak di makan sarapannya ?" sapa Adrian sambil mengecup bibir Ranti sekilas tepat di hadapan Laura .


" nungguin kamu " jawab Ranti dengan senyum manisnya .


" mau aku suapi ?" tawar Adrian yang saat ini mengambil buah pisang dan memakannya .


" boleh " jawabnya dengan manja . Adrian langsung duduk di sebelah Ranti ,


Adrian tersenyum pada Ranti begitu juga sebaliknya , Adrian mengambilkan sepotong pie khas negara tempat mereka berlibur yang berisikan daging cincang , Laura yang saat ini memakan makanannya sambil melihat kemesraan keduanya memilih membawa makanannya ke arah dapur.


" ada apa dengannya ?" kata Adrian yang merasa heran akan sikap Laura membuat Ranti tertawa .


" mungkin dia cemburu " sahut Ranti sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

__ADS_1


Deg


" apa Ranti mendengar pembicaraan kami semalam ?" batin Adrian .


__ADS_2