
berhari-hari rita menemani dion, dion memang sengaja bersembunyi dengan rita untuk mengelabuhi anak buah brian.
sedangkan di tempat lain brian dan romi sudah mengetahui keberadaan dion tetapi dia juga tahu kalau dion bersama istri nya.
anak buah romi masih berjaga-jaga di daerah dion tinggal.
sementara itu
hari sabtu pun tiba, brian dan sinta yang merencanakan ke pantai bersama romi dan juga luna.
dengan kondisi sinta yang perutnya sudah membuncit, sinta hanya duduk di kursi pantai yang telah di sedia kan.
"sayang " panggil brian
"hmmm"
" kamu gak kesana " ucap brian ke arah pinggir pantai
" aku lagi ingin disini mas " ucap sinta yang merebahkan badannya di kursi pantai.
luna yang melihat begitu perhatian nya brian kepada sinta menjadi kesal. luna mencoba untuk perhatian kepada brian.
" permisi pak, ini saya bawakan minuman" ucap luna menyodorkan minuman botol kepada brian.
brian melihat botol yang di bawa luna " hanya 1" ucap brian
"iya pak soalnya tadi abis " ucap luna berbohong.
brian menerima minuman itu tapi tidak langsunh di minum tapi di berikan kepada sinta
" ini sayang " ucap brian membuka botol dan memberikannya kepada sinta
" makasih mas " ucap sinta yang memang tahu rencana licik luna.
sinta melihat romi lalu berkedip, romi mengetahui isyarat nyonya nya itu langsung menghampiri luna.
" eh lun kesana yuk, ada yang ingin ku bicara kan penting " ucap romi lalu menarik luna pergi
" apaan sih lo ganggu aja " ucap luna kesal kepada romi.
sinta yang melihat ekspresi luna tersenyum nakal.
semua nya memang sudah di rencana kan oleh sinta.
flasback on
saat brian di kantor, sinta sengaja mengajak romi untuk bertemu di sebuah cafe xxx. setelah bertemu dengan romi sinta menceritakan semua kejadian kepada romi, sinta meminta tolong kepada romi untuk membantunya.
" bisakah kamu membantuku kak? " tanya sinta
" bantu apa ya bu "
" besok aku akan kepantai dan aku sengaja mengajak luna dan kamu untuk ikut bersama ku " ucap sinta
" lalu aku harus gimana " tanya romi
" aku yakin luna akan berusaha mendekati suami ku, kamu buat luna menjauh dari suami ku saja " ucap sinta.
__ADS_1
" kalau begitu kenapa ibu dan pak brian berangkat ke pantai sendiri saja, maksud saya biar luna tidak jadi penganggu " ucap romi
" saya hanya ingin luna jujur telah menjebak suami ku, nanti kamu juga tahu maksud aku kak" ucap sinta.
"baiklah bu, " ucap romi menyetujui
sinta merasa lega karena ada yang membantu nya.
flasback off
" sayang aku mau ke kamar mandi dulu ya " ucap sinta berdiri dan pergi meninggalkan brian sendirian.
brian pun mengangguk saja.
luna yang melihat sinta pergi berusaha untuk mendekar ke brian.
" aku mau ke toilet dulu " ucap luna meninggalkan romi.
luna tidak ke toilet melainkan duduk di sebelah brian
" disana panas pak " ucap luna
brian tidak menjawab.
" hallo kak rom, kamu tolong kesini bentar " ucap sinta yang sedang menelepon romi.
romi melangkah menuju tempat yang di beritahu sinta.
setelah romi tahu tempat nya dan melihat sinta berada di sebuah warung kecil romi menghampirinya.
" gimana bu" ucap romi
" baik bu" ucap romi
" jangan sampai salah ya " ucap sinta
romi berjalan sambil mengangkat jempolnya tanda ok untuk sinta.
tak lama romi mendekat kepada brian dan juga luna.
"panas-panas gini enak minum kepala muda pak, ini saya bawakan " ucap romi menyodorkan minuman untuk brian
" ini buatmu lun " ucap romi menyodorkan kepada luna
luna menatap sinis romi yang telah menganggunya lagi
" kamu seperti hantu yang selalu muncul dimana-mana " ucap luna kepada romi
romi yang mendengar itu langsung tertawa.
dari belakang sinta pun datang, "sayang kamu kok lama sekali,kamu tidak kenapa-napa kan? " ucap brian yang khawatir.
"tidak mas tadi antri" ucap sinta beralasan
mereka duduk berempat tiba-tiba luna senyum-senyum.
"kamu kenapa lun " ucap sinta yang mengetahui obat yang di berikan sudah beraksi.
__ADS_1
"pak brian ganteng, aku suka" ucap luna sambil tertawa
brian kaget atas pernyataan luna, dia takut istri nya marah " apa maksud kamu ngomong seperti itu " ucap brian
" aku suka padamu pak" ucap luna yang sudah mulai ngelantur bicaranya.
" kamu apa-apaan luna " ucap romi mengertak luna.
" kamu tak usah ikut campur, cinta ku hanya untuk pak brian" ucap luna dan memegang tangan brian tapi dengan spontan brian menarik tangannya.
"lun, berarti benar kamu yang memberikan obat itu ke makanan brian " ucap sinta
luna tertawa melihat sinta " kamu, kamu itu hanya gadis murahan, yang pantas untuk brian itu aku, " ucap luna
brian sudah mulai emosi tapi di tahan oleh sinta.
" jadi benar kan kamu yang memberi obat perangsang di makanan brian? " tanya sinta lagi
"iyalah, itu supaya brian bisa menjadi miliku" ucap luna
sinta memang tidak banyak tanya kepada luna,dia hanya ingin tahu soal obat perangsang itu.
brian mendengar ucapan luna langsung marah dan menggebrak meja lalu mengguyur luna dengan air botol bekas minum nya tadi.
" kenapa bapak menyiram ku " tanya luna
" besok kamu tidak perlu bekerja di tempatku lagi " ucap brian lalu mengajak istri nya untuk pergi.
"tapi kenapa pak " tanya luna
"kamu urus rom, " ucap brian kepada romi
romi mengangguk dan menjelaskan kepada luna.
luna sontak kaget dengan apa yang di dengar, sekarang pupus sudah harapannya bersama brian.
setelah kejadian itu luna mencoba menghubungi dion untuk menceritakan semua kejadian yang terjadi tapi hp dion sulit untuk di hubungi.
tiba-tiba ada nomer baru yang menelfon luna yang tak lain adalah dion.
"kenapa kamu menangis " ucap dion di telfon
" mereka sudah tahu " ucap luna sambil menangis
" apa, kenapa bisa "
luna menceritakan semua nya.
"dasar ceroboh, dasar tol*l" ucap dion yang marah kepada luna
" aku sudah gak tahu harus berbuat apa lagi " ucap luna.
" sekarang tenangkan pikiranmu dulu, besok ku hubungi lagi, jangan telfon kalau aku belum telfon " ucap dion lalu menutup telfonnya.
dion mondar-mandir di belakang rumah nya, "ada apa sayang " ucap rita yang memeluk nta dari belakang
"tidak apa-apa sayang hanya saja kerjaanku di kota mengalami masalah " ucap dion berbohong.
__ADS_1
" bisa buatkan aku kopi " ucap dion ke rita
rita pergi ke dapur untuk membuatkan suami nya kopi sedangkan dion berfikir rencana apa lagi yang akan di lakukannya.