ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 90


__ADS_3

Suara teriakkan seorang wanita menggema di sebuah ruangan yang nampak di penuhi berbagai senjata tajam , di ruangan itu ada seorang pria yang sedang berada di hadapan seorang wanita yang kini terkapar lemas dengan kedua tangan dan kakinya yang dirantai.


" hiks hiks lepaskan aku , aku mohon aku janji tak akan melakukannya lagi " rintih wanita itu.


terlihat sekujur tubuhnya di penuhi luka lebam dan banyak sayatan di wajahnya hingga membuatnya tak bisa di kenali lagi.


Diana harus mengalami hal seperti itu Bahkan pamannya dengan tega malah menyiksa keponakannya sendiri .


" heh sekarang kamu baru minta maaf , selama ini aku membiarkan mu bertindak seenaknya hanya karena kau keponakanku , aku kira kau kembali karena kau sudah menyesali perbuatan yang kau lakukan dulu tidak hanya membuat kakak ku meninggal gara-gara serangan jantung kau bahkan membuat orang itu menghancurkan sebagian besar usaha kita dan sekarang setelah kau kembali kau bahkan berani menculik istrinya " membuat Diana semakin menangis.


" aku tak terima paman , aku tak terima dia bersama wanita itu, seharusnya aku yang bersama dengannya " teriak Diana .


" dasar gila! jika kau tidak meninggalkannya mana mungkin dia menikah dengan wanita lain , beruntung dia tidak menghabisimu waktu itu tapi sekarang kau sudah membuatnya marah daripada aku harus kehilangan lebih banyak orang karena mu lebih baik kau saja yang mati " ucap sang paman sambil memasukkan sebuah obat ke dalam mulut Diana .


Diana ingin sekali memuntahkan obat itu tapi pamannya menutup mulutnya hingga obat itu larut dan masuk ke dalam kerongkongannya.


sebelumnya Adrian telah menyuruh bawahannya untuk mengirimkan jasad anak buah paman Diana padanya di situlah paman Diana tahu jika keponakannya telah membuat dirinya dan anak buahnya terancam mungkin paman Diana kejam tapi dia juga tidak bisa membiarkan anak buahnya menderita hanya karena kesalahan yang di perbuat oleh Diana . akhirnya pamannya mengurung Diana bukan untuk mengakui seluruh perbuatannya namun diana menolak hingga membuat pamannya marah dan menyiksanya . di tempat lain Adrian dan di bantu kenalannya yang merupakan seorang polisi sedang menuju ke markas mereka , semua orang yang berada di tempat itu telah di tangkap dan Adrian mencari keberadaan Diana pun menelusuri tiap ruangan dan akhirnya menemukan sesuatu yang tak terduga.


" siapa yang berani melakukan hal itu padanya " ternyata Adrian berhasil menemukan tempat mereka berada.


" kau , bagaimana bisa kau kemari ! " paman Diana merasa panik melihat Adrian apalagi Adrian tidak datang sendiri melainkan dengan membawa banyak orang dan tanpa melawan sang paman pun di tangkap dan di bawah ke kantor polisi sedangkan Adrian membantu Diana yang kini sudah mulai tak sadarkan diri namun samar-samar dia tahu jika Adrian lah yang menggendong dirinya dan membawanya ke rumah sakit .

__ADS_1


Keadaan Diana sudah sangat parah bukan hanya luka luar tapi dia mengalami luka dalam di tambah efek obat yang diberikan pamannya , setelah dokter memeriksa keadaan Diana , Adrian masuk ke dalam .


Diana menangis melihat Adrian berada di depannya.


" maaf kan aku " kata itu keluar dari mulut Diana dengan suara lirih .


" aku sudah memaafkan mu Di " dengan senyumnya , sebelumnya Adrian masih tak ingin melepaskan Diana namun karena dokter bilang jika kondisi Diana sangat lemah dan mungkin tak akan bertahan lama jadi dengan terpaksa Adrian memaafkannya .


" Adrian , aku sungguh menyesal telah membuatmu begitu menderita selama ini bahkan sampai menculik istrimu mungkin ini yang pantas aku dapatkan , aku harap dia juga mau memaafkan diriku , sekali lagi maafkan aku " mata Diana perlahan terpejam nafasnya kini juga semakin lemah Adrian segera memanggil dokter namun saat dokter memeriksanya ternyata Diana sudah meninggal dunia .


Ranti , Theo dan Anne baru saja tiba dia melihat Adrian yang hanya terdiam menatap tubuh Diana yang sudah di tutup oleh kain putih mereka bertiga paham dengan situasi itu meninggalkan Adrian sendiri .


" aku tak menyangka nasibnya begitu teragis " Anne membuka pembicaraan. itu .


sedangkan Ranti hanya terdiam tak menanggapi omongan keduanya.


Adrian lah mengurus biaya pemakaman Diana . Setelah pemakaman selesai Adrian Adrian dan lainnya pun kembali ke rumah mereka masing-masing . dirinya begitu lelah , saat di rumah Ranti masih enggan bicara dengan dirinya membuat Adrian menjadi semakin resah . hingga saat Ranti berada di kamar , Adrian mencoba berbicara dengan Ranti .


" Ran aku tahu kamu menghindari ku karena apa yang aku lakukan pada mereka salah tapi ini semua aku lakukan demi dirimu, aku marah karena mereka berani menyakiti orang yang ku sayangi " memberikan penjelasan ,


" kamu tahukan jika bukan ini yang ingin aku dengar darimu Adrian , siapa sebenarnya dirimu suami ku ?" tanya Ranti sambil menatap mata Adrian .

__ADS_1


" apa maksud mu Ranti ?" tanya Adrian.


" semarah-marahnya seseorang dia tak akan begitu tenang setelah membunuh orang , kecuali jika orang itu sudah terbiasa dengan hal itu , katakan rahasia apa yang kamu sembunyikan dari ku Adrian "


" itu karena aku biasa latihan menembak sayang , aku juga gugup setelahnya namun aku lebih mementingkan dirimu dari hal lain tapi tenang saja aku sudah mengurus semuanya, lagipula mereka merupakan buronan yang lama di cari polisi jadi membunuh mereka tidak akan membuat ku di tahan " memberi penjelasan .


Ranti masih diam dan hanya menatap wajah Adrian .


" dan aku janji aku tak akan melakukan hal itu lagi " menaruh tangannya di atas kepala Ranti , Ranti memegang tangan Adrian di kepalanya dan menurunkannya .


" aku takut sekali melihat dirimu yang seperti itu , seakan itu bukan dirimu Adrian , aku harap kamu tidak melakukan hal itu lagi atau kamu akan kehilangan diriku " ancam Ranti . Adrian mengangguk paham dia segera memeluk tubuh Ranti begitu sebaliknya .


namun di dalam hati Ranti masih ragu dengan penjelasan Adrian padanya namun dia memilih diam dan menunggu waktu yang tepat untuk mencari kebenarannya sedang Adrian menjadi cemas dengan ancaman yang Ranti berikan padanya.


" aku rindu padamu Ranti " bisik Adrian di telinga ranti .


" huh ! kita setiap hari bertemu jadi jangan cari alasan seperti itu padaku aku tak akan mau melakukannya sekarang " lalu melepaskan pelukan suaminya , Ranti langsung pergi keluar dia tahu apa yang sebenarnya Adrian maksud namun Ranti enggan meladeninya karena ini masih siang hari dia takut anak-anaknya melihat hal itu . sedangkan Adrian yang berada di kamar harus kecewa akhirnya dia memilih untuk pergi ke kamar mandi .


Ranti lebih memilih menemani anaknya bermain daripada bermain bersama Adrian , hingga malam tiba setelah menidurkan anaknya ranti masuk ke dalam kamar dan terlihat Adrian yang sedang tidur di atas tempat tidur namun pandangan Ranti tertuju pada abs Adrian yang tak tertutup kimono yang dia gunakan . Ranti menelan saliva nya , Ranti adalah wanita yang normal tentu aja dia tertarik untuk menyentuhnya begitu juga Ranti namun dirinya malu jika harus melakukan itu pada Adrian dan dia yakin itu membuat Adrian semakin senang akan hal itu .


ide nakal Ranti muncul di saat yang tepat , dia mendekat ke arah Adrian dan dengan perlahan menyentuh bagian perut Adrian yang seperti roti sobek itu . namun kelakuan Ranti membuta adrian bangun hanya saja Adrian masih memejamkan matanya dan membiarkan Ranti bermain pada perutnya. sialnya Adrian sudah tidak bisa menahan rangsangan yang di dapat dari jari lentik Ranti dan membuat miliknya bangun , Ranti pun sadar dan langsung menghentikan aktivitasnya .

__ADS_1


" kenapa berhenti sayang " Ranti langsung melihat ke arah Adrian yang sudah bangun . tanpa basa-basi adrian langsung menindih tubuh Ranti dan dengan upaya yang dia kerahkan akhirnya Adrian berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan sejak tadi siang .


__ADS_2