
Di rumah Ranti merasakan firasat buruk membuat dirinya tidak bisa tertidur apalagi kini bayi Ara kembali menangis tiada henti , Sarah yang mendengar tangis keponakannya itu pun menghampiri nya
" Ara kenapa kak ?" kini Sarah sedang mengelus kepala keponakannya agar dia bisa berhenti menangis .
" entahlah tadi Ara juga menangis tapi Adrian berhasil menenangkan nya tapi sekarang dia menangis lagi " ungkap Ranti pada sang adik ipar.
" oh coba aku gendong siapa tahu Ara bisa berhenti menangis "
Berada di gendongan Sarah malah semakin membuat bayi Ara menangis , kedua wanita itu jadi bingung harus berbuat apalagi .
di lantai bawah Rasya yang tengah berjaga pun juga mendengar suara tangisan di lantai atas Rasya berniat mengecek kondisi di sana tapi Rasya kembali mendengar suara keributan diluar .
Rasya mengecek keluar nampak beberapa orang yang tengah berduel dengan para penjaga , tanpa pikir panjang Rasya langsung menghubungi kantor polisi terdekat untuk membantu mereka menangani masalah di Luar .
Rasya yang mengingat kejadian penyusup yang belum lama terjadi di rumah itu langsung menuju ke kamar si kembar dan membangunkan keduanya lalu Rasya juga mengajak mereka masuk ke dalam kamar Ranti " ada apa Rasya ? kenapa kamu membawa mereka kemari ?" tanya Ranti saat kedua anaknya yang datang memeluk dirinya " sepetinya ada orang yang ingin masuk kedalam rumah ini lagi ! kalian tetap di sini saja aku akan mengecek kondisi di bawah " Sarah meraih tangan Rasya " jangan keluar" larang Sarah karena dia takut terjadi sesuatu pada calon suaminya itu .
Rasya bersikeras keluar dan tak mengindahkan larangan Sarah , Ranti yang juga ikut panik langsung menghubungi Theo untuk meminta bantuan darinya.
Di bawah masih terjadi perkelahian sengit untung saja penjaga yang di sewa Adrian tangguh yang bisa menghadang beberapa orang itu untuk masuk ke dalam sayangnya jumlah mereka yang terus bertambah membuat para penjaga menjadi kuwalahan apalagi stamina mereka yang sudah terkuras habis dari pertarungan sebelumnya .
Rasya berniat membantu tapi penjaga di luar melarang Rasya keluar karena takut Rasya terluka, tak lama polisi datang nasib sial harus di alami polisi itu yang kalah melawan penjahat .
Harapan Rasya ingin mendapat bantuan jadi pupus sudah .
Suasana tidak kondusif seperti yang Rasya harapkan mau tak mau dirinya juga harus ikut membantu melawan penjahat yang ada di hadapannya , beberapa pukulan berhasil dia tangkis , Rasya melawan balik salah satu dari mereka dan berhasil tapi itu hanya sesaat setelah sebuah benda tajam berhasil melukai lengan kanannya .
Rasya meringis menahan sakit dan pemimpin dari mereka berhasil menerobos masuk kedalam rumah, Rasya menyusul pria itu yang kini berusaha naik ke lantai atas , dengan tangan yang cidera Rasya menarik tubuh pria itu sampai terjatuh dan saking sialnya Rasya dia kembali mendapat luka di bagian paha bagian atas miliknya .
Dor
suara tembakan langsung mengenai kepala dari pria yang kala itu berusaha melukai Rasya lagi .
Ternyata Theo sudah sampai dan berhasil memberantas semua penjahat hingga tak tersisa.
Theo menghampiri Rasya yang terluka sambil bersandar di tembok .
__ADS_1
" dimana yang lain ? " tanya Theo pada Rasya .
" mereka ada di atas " jawab Rasya yang saat ini di papah oleh Theo , Theo meminta salah satu anak buahnya untuk mengobati Rasya sedangkan dirinya pergi melihat kondisi di lantai atas rumah itu.
di dalam kamar Ranti memeluk kedua putranya yang merasa ketakutan dan Sarah yang masih setia menggendong bayi Ara yang menangis .
Theo menghampiri Ranti " sudah aman " Ranti melepas pelukan ada kedua putranya " sudah jangan takut uncle sudah membereskan penjahatnya " si kembar menjadi lebih tenang .
" kak dimana Rasya ?" tanya sang adik
" oh Rasya ada di bawah dia baik-baik saja hanya mengalami luka kecil saja kamu tidak usah khawatir "
Sarah langsung memberikan Ara pada Ranti dan menyusul Rasya .
di bawah terlihat Rasya sudah mendapat perawatan dari bawahan Theo yang mengerti ilmu medis .
" Rasya " Sarah langsung menghampiri calon suaminya , melihat tangan Rasya dan kakinya di perban membuat Sarah menangis " jangan menangis lihatlah ini cuma luka goresan saja tidak dalam kamu tidak perlu khawatir " jelas Rasya .
" semua ini tidak akan terjadi jika kamu tidak berhubungan dengan diriku dan keluarga ku Rasya " Sarah merasa bersalah pada Rasya , seharusnya sedari awal dia sadar jika dunia Sarah dan Rasya berbeda , Sarah tumbuh dan besar di tengah berbagai ancaman dan serangan dari musuh bahkan saingan Adrian dan Theo sedangkan Rasya berasal dari keluarga yang tidak pernah terlibat kejahatan .
" Sarah jangan berkata seperti itu lagi atau aku akan marah" ancam Rasya pada calon istrinya .
Adrian mendapat kabar dari Theo tentang kejadian yang menimpa keluarga di rumahnya tak Habsi pikir mengapa kejadian itu seakan terjadi secara kebetulan saat dirinya pergi keluar .
Adrian meminta Theo menyelidiki tentang orang yang berniat jahat pada keluarganya .
Penyerangan berkali-kali yang terjadi di rumah Adrian membuat Adrian. memutuskan untuk memindahkan anggota keluarganya ketempat yang lebih aman .
dini hari itu juga Adrian meminta Theo untuk mengantarkan Ranti dan anak-anaknya ke apartemen miliknya yang berada tak jauh dari perusahaan nya .
" kita akan pergi kemana Theo ? " tanya Ranti saat masuk ke dalam mobil Theo .
" Adrian menyuruh ku membawa mu pergi ke apartemen Adrian , setidaknya di sana lebih aman daripada di rumah ini " sambung Theo yang mengemudikan kendaraannya menuju tempat tinggal Adrian .
Saat di jalan mobil Theo di hadang oleh beberapa mobil yang mengepungnya banyak pria dengan tubuh kekar yang keluar dari mobil tersebut , baik Ranti maupun Theo kelihatan panik apalagi mereka membawa anak-anak .
__ADS_1
" mommy siapa mereka ?" tanya Verro pada sang ibu .
" tenang anak-anak apapun yang terjadi kalian tetap di dalam mobil jangan keluar oke " Theo mengambil senjata nya , wajah Theo sangat serius " Ranti kamu bisa menyetirkan? aku akan mengalihkan perhatian mereka kamu cari kesempatan untuk pergi dari sini " Ranti mengangguk paham , Theo pun keluar dari mobil dan sekarang sambil menggendong bayi Ara Ranti berpindah ke kursi pengemudi .
Walaupun kemungkinan mereka bisa kabur hanya berpeluang kecil tapi Ranti tetap optimis untuk melakukannya .
Di waktu Theo menghadang para preman dan membuka jalan untuk dirinya , Ranti menancapkan gas di saat itu pula dia mengemudikan mobil namun bukan untuk pergi melainkan menabrak beberapa preman dan membuat mereka terjatuh , Ranti langsung mengerem mobilnya " Theo cepat masuk " Theo yang masih agak bingung hanya bisa mengikuti perintah Ranti dan dia berhasil masuk sayangnya ada salah satu pria yang berhasil membuka pintu mobil bagian belakang dan membawa Vino bersamanya ,Ranti ingin berhenti dan menyelamatkan Vino namun Theo bersikeras memintanya melanjutkan perjalanan .
" mommy jangan tinggalkan Vino " tangisan anak itu masih terngiang di kepala Ranti hingga mereka tiba di apartemen .
Theo mencoba mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Vino sedangkan Ranti memeluk Verro dan bayi Ara .
" maafkan mommy Vino" Ranti sangat merasa menyesal .
" Ran , jangan khawatir Vino pasti baik-baik saja"
" bagaimana aku tidak khawatir dia putraku Theo ! karena diriku dia tertangkap seharusnya aku kembali dan menolongnya "
" tapi kamu tahu sendiri jika kita kembali mungkin bukan hanya Vino yang tertangkap Verro dan Ara juga bisa ikut terlibat "
" tenanglah aku sudah meminta anak buah ku untuk melacak keberadaan mereka dan aku rasa para preman itu tidak akan berani melakukan apapun pada Vino "
" tenang ! aku seorang ibu Theo aku tidak akan bisa tenang saat putraku dalam bahaya ! kamu bisa dengan mudah mengatakannya karena kamu tidak memiliki anak " pekiknya.
Theo merasa tersinggung dengan ucapan Ranti hanya saja memang itu kenyataannya .
Theo menghubungi Adrian dan menceritakan semua yang terjadi pada nya .
" ma Adrian pergi dulu iya " pamit Adrian pada sang ibu, Adrian memang sengaja tidak memberitahu masalah yang ada agar sang ibu tidak ikut panik ,sebelum pergi Adrian menempatkan beberapa penjaga di sekitar ruangan sang ayah .
Adrian kembali ke apartemen miliknya tempat di mana Ranti dan anak-anaknya berada .
" sayang kamu tidak apa-apa kan" Adrian begitu cemas langsung memeluk istri dan kedua anaknya .
sambil terisak Ranti meminta suaminya untuk segera menemukan putranya " Adrian , Vino di culik kamu harus segera menemukannya Adrian " Ranti begitu frustasi karena kejadian itu .
__ADS_1
" Theo tolong hubungi Anne untuk menenangkan istriku " Theo langsung meminta sang istri untuk datang ke tempat Adrian .
Adrian masuk ke dalam kamar miliknya di sana ada sebuah tembok dengan yang terdapat ukiran, Adrian meraba ukiran dinding lalu menekan sebuah simbol hingga terbukalah tembok itu perlahan sampai terlihat sebuah ruangan yang berisikan berbagai macam jenis senjata , Adrian mengambil perlengkapan yang dia gunakan dalam menjalankan misi nya dulu setelah bersiap Adrian pun keluar dan berpamitan pada sang istri " aku pasti akan membawa kembali putra kita dengan selamat " sambil mencium kening sang istri yang sedari tadi hanya bisa menangis .