
sesampainya sinta di rumah sakit dia bertanya ke resepsionis dimana kamar dion.
setelah mengetahui nya sinta mencari kamar dion, tepat di depan kamar sinta membuka pintu kamar itu perlahan.
ceklek.
dion pun menoleh ke arahnya dan tersenyum lebar.
" kesini lah sin, aku ingin meminta maaf kepada mu " ucap dion
sinta menghampiri dion
" kenapa bisa begini " ucap sinta yang melihat kondisi dion dengan kepala dan tangan nya di perban
" minggu lalu aku mengalami kecelakaan, mungkin ini karma untuk ku telah menyakiti mu, jadi maafkan lah aku " ucap dion memegang tangan sinta.
sinta diam saja tangan nya di pegang dan beberapa menit seseorang pun masuk ke ruang itu dan sinta langsung melepas tangannya dari pegangan dion.
seseorang itu menghampiri mereka yang tak lain adalah brian.
"kamu juga kesini? " ucap dion
" iya, aku hanya tidak mau calon istri ku kenapa-kenapa " ucap brian sebenarnya malas menjawab pertanyaan dion.
dion kaget mendengar ucapan brian tetapi dia berusaha untuk tetap tenang.
"sin bolehkah aku minta tolong? " ucap dion
" iya apa? " ucap sinta singkat
" bisakah kamu temani aku malam ini, orang tua ku baru datang besok " ucap dion
sinta belum menjawab pertanyaan dion malah menoleh kearah brian.
" tidak bisa karena sinta besok ada acara bersama ku, kalau kamu butuh untuk di temani aku akan menyewa perawat untuk menjaga mu " ucap brian yang menjawab pertanyaan dion.
dion terlihat kesal karena rencana dia telah di baca oleh brian dan gagal untuk mendekati sinta lagi.
" sayang ini sudah malam, ayo kita pulang, besok sepulang acara kalau kamu ingin jenguk dia lagi pasti aku antar" ucap brian dengan menyindir dion supaya sadar bahwa sinta bukanlah miliknya.
sinta mengangguk menyetujui permintaan brian.
"dion kita balik dulu, kamu cepat sembuh ya "ucap sinta
" terimakasih ya sin" ucap dion
brian dan sinta pun berjalan keluar ruangan dion menuju mobil untuk pulang.
__ADS_1
brian hanya diam karena kesal dengan sikap sinta.
" aku tahu aku salah, aku minta maaf " ucap sinta memecahkan keheningan di dalam mobil.
brian menoleh ke arah sinta tidak tega melihat muka muram nya.
" jangan di ulangi lagi ya " ucap brian sambil mengelus rambut sinta.
sinta menganggukan kepala
" aku hanya takut kamu kenapa-kenapa, bukan aku melarang mu tapi tadi lebih baik kamu aku antar sayang " ucap brian menjelaskan
" iya aku minta maaf " ucap sinta lirih
" iya-iya udah gak perlu di permasalahkan lagi oke" ucap brian.
" oh iya kenapa tadi kamu bilang kalu besok ada acara mas? " ucap sinta
" aku hanya berbohong supaya mantan kamu tidak memiliki kesempatan berduaan denganmu sayang " jelas brian
beberapa menit perjalanan sampailah di depan kontrakan sinta.
" makasih ya mas " ucap sinta
" iya sayang, istirahat besok aku jemput " ucap brian langsung mencium kening sinta.
*****
di rumah sakit
dion masih teringat perkataan brian yang calon istri.
" si*lan lo brian, gue akan rebut sinta kembali, gue gak rela lo dapetin sinta " gerutu dion kesal.
dion membuat rencana supaya sinta dekat lagi dengannya.
" sin apa kamu sudah sampai di rumah? " kirim pesan dion ke sinta
tetapi tidak ada balasan dari sinta karena sinta sudah tertidur dan hp nya baru di charge.
keesokan hari nya sinta bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
brian sudah menunggu sinta di depan, " pagi sayang " ucap brian
" pagi juga mas " ucap sinta yang begitu cantik pagi hari ini.
" semakin hari calon istri ku ini tambah cantik saja ya " ucap brian menggoda
__ADS_1
" ah mas bisa saja " ucap sinta tersipu malu
" sayang kita sarapan dulu ya, aku sengaja gak sarapan di rumah karena ingin sarapan sama kamu " ucap brian
sinta hanya mengangguk karena dia juga belum sempat sarapan tadi.
brian menghentikan mobil nya di depan restoran dekat kantor.
mereka bedua turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
" sayang kamu mau pesan apa? " ucap brian
" aku sama saja sama kamu mas, aku mau ke toilet dulu " ucap sinta dan pergi ke toilet
brian membolak balikan menu makanan tiba-tiba hp sinta berbunyi bertuliskan nama dion.
brian membaca chat-chat dion yang berusaha mendekati sinta. wajah brian berubah menjadi kesal.
sinta yang sudah selesai dari kamar mandi melihat wajah calon suaminya seperti ingin memakan orang pun jadi takut.
makanan datang mereka tidak berbicara sepatah kata pun. setelah itu mereka ke kantor dan masuk ke ruangan masing-masing.
brian mondar mandir memikirkan pesan-pesan dion yang di kirimkan kepada sinta.
" aku tidak boleh diam saja," ucap brian sendirian.
brian langsung berjalan menuju ruangan sinta untuk meminta penjelasan kepada sinta soal pesan-pesan dion itu.
" mas ada apa? apa ada berkas yang salah " tanya sinta yang heran karena tidak biasanya brian keruangannya sepagi ini kalo tidak penting.
" bisa kamu jelaskan hubunganmu dengan dion? " tanya brian curiga
" hubungan apa yang mas maksud " jawab sinta bingung karena sinta tidak tahu soal pesan itu, sinta tidak membuka hp nya sejak tadi malam.
" buka hp mu " ucap brian
sinta segera mengambil hp nya dan melihat semua pesan dion, melihat itu semua dia jadi tahu kenapa tadi di restoran wajah calon suami nya berubah.
"aku benar-benar tidak tahu menahu mas, kalau pun dia masih sayang aku, aku nya gak, aku sudah tidak ada perasaan apapun sama dia mas " ucap sinta sedikit menjelaskan
" apa kamu serius? " ucap brian
" iya mas"
brian jadi sedikit lega mendengar ucapan sinta tetapi dia juga harus berjaga-jaga supaya dion tidak macam-macam dengan sinta.
jangan lupa vote nya ya teman-teman
__ADS_1
terimakasih