ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 140


__ADS_3

kriet , pintu ruangan tempat Ranti bersalin terbuka


" pak Adrian , Bu Ranti meminta anda untuk masuk ke dalam tapi sebelum itu sebaiknya bapak memakai APD dulu" kata seorang perawat yang ikut menangani persalinan Ranti .


" terima kasih sus " Adrian segera memakai alat pelindung diri yang di berikan perawat padanya , setelah selesai mengenakannya Adrian masuk ke dalam tempat Ranti bersalin .


Adrian merinding saat melihat proses melahirkan secara langsung " astaga bertahun - tahun aku melihat berbagai jenis luka dan penderitaan korban ku tapi aku tidak sanggup melihat istriku sendiri melahirkan " Adrian berjalan ke arah Ranti yang terus mengejan dengan nafas tersendat - sendat " ayo Ranti kamu pasti bisa " ujar Anne memberi semangat pada istri dari sahabatnya itu .


Ranti segera mencengkram lengan Adrian untuk menyalurkan rasa sakitnya itu membuat Adrian meringis kesakitan , beberapa jam Adrian terus menemani Ranti sesekali dia menyeka keringat di dahi sang istri , tapi bayi mereka belum juga mau keluar " Adrian coba kamu beri rangsangan istrimu pada ****** pa******nya " pinta Anne .


" hah maksud kamu apa Anne , bagaimana aku melakukannya ? " jelas Adrian tidak mengerti pun bertanya pada Anne " aish sudah lakukan seperti biasa kamu lakukan cepat ! ini demi bayi kalian" titah Anne Adrian pun dengan perlahan menyusupkan tangannya ke dalam baju Ranti dan melakukan apa yang Anne suruh , perlakuan Adrian pada Ranti membuat rahimnya kembali berkontraksi dan membantunya mendorong bayi itu keluar " iya bagus , lakukan terus sebentar lagi kepalanya akan keluar " jelas Anne , mendengar perkataan Anne tiba-tiba membuat Adrian menjadi tegang dan keringat di tubuhnya juga semakin deras sedangkan Ranti fokus pada proses melahirkannya sambil terus mengejan dan sesekali berteriak .


" argghhh " teriakan panjang Ranti membuat semua perjuangan nya tercapai akhirnya bayi itu telah keluar dari rahimnya , nafas Ranti mulai teratur dan dirinya hanya memejamkan mata dengan posisi yang sama yaitu dorsal recumbent , Adrian langsung melihat kondisi Ranti yang terpejam " terima kasih sayang " lirih Adrian sambil mengecup bibir sang istri , tangisan bayi menggema di ruangan itu , tak terasa Adrian malah menangis sambil melihat bayinya yang masih di penuhi darah dan tali pusat yang belum terlepas darinya, tak lama salah seorang perawat membawa perlengkapan bayi di samping Anne bersihkan .


kondisi Ranti saat ini masih lemas , Anne memberikan bayinya pada bagian dada Ranti yang terbuka ini berguna untuk menjalin ikatan batin antara ibu dan anak serta inisiasi menyusui dini dimana bayi akan mencari sendiri letak air susu ibunya setelah pun membersihkan bagian tubuh Ranti dan menjahit beberapa sobekan akibat melahirkan , " bagaimana kondisi bayi kami " tanya Adrian dengan antusias , Anne tersenyum sambil berkata " selamat iya bayi kalian sehat dan cantik seperti ibunya " Ranti terlihat begitu bahagia dia memeluk bayi mungil itu yang saat ini sedang mencari letak ASI ibunya berada " terima kasih sayang telah memberi ku seorang putri " berkali-kali Adrian mengecup kening Ranti saking bahagianya .

__ADS_1


Ranti mengangguk lemah sambil melihat ke arah bayinya yang sedang menyusu padanya, bayi itu menggenggam jari telunjuk Ranti dengar kuat " oh iya , akan di beri nama siapa bayi kalian ?" tanya Anne , Ranti mendongak menatap sang suami " em sepertinya Adrian sudah memiliki nama untuk bayi kami, kulihat dia sudah menulis beberapa lembar kemarin " Adrian langsung terpikirkan sebuah nama " Ara oh iya Arabella yang artinya cantik " Adrian memandang ke arah Ranti yang kini tersenyum balik padanya " Arabella iya? nama yang cantik suami ku " Ranti juga suka atas pemberian nama pada bayi perempuan mereka.


Setelah itu Anne kembali membawa bayi itu untuk di bersihkan seusai di bersihkan bayi itu di bawa ke ruang bayi dan Ranti di anjurkan untuk beristirahat.


Dan Adrian dia mengamati bayinya yang telah tertidur dari kaca luar ruangan itu .


" selamat datang ke dunia ini my princess , Daddy harap kamu bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, Daddy akan melakukan segala cara agar kamu selalu bahagia sayang " gumam Adrian .


Theo yang mendapat kabar dari sang istri juga datang ke rumah sakit untuk melihat anak dari sahabatnya itu .


" sejak kapan kau ada di sini ?" tanya Adrian pada sahabatnya itu .


" em sejak kamu berbicara sendiri " jawab Theo enteng .


" huh dasar ! " Adrian segera pergi dari tempat itu dan Theo pun menyusul " ahh senangnya jadi dirimu setahun menikah langsung dapat 4 orang anak , beda sekali dengan diriku bertahun-tahun satu anak saja belum di kasih " keluh Theo , Adrian langsung melotot ke arah Theo " jangan terus mengeluh ! Anne saja tidak masalah mengapa kau begitu repot ! " jawab Adrian , Adrian jelas tahu jika Anne masih trauma tentang kematian anak pertama mereka membuat Anne masih enggan memiliki anak meski dia seorang dokter kandungan tapi tetap saja dia manusia biasa .

__ADS_1


" kak , bagaimana keadaan kak Ranti ?" ternyata Sarah dan Rasya juga datang ke rumah sakit setelah mendengar berita dari Theo .


Adrian melirik ke arah sahabatnya itu " Theo " geram Adrian membuat Theo berkata " kita kan saudara jadi apa salahnya memberitahu mereka berdua , siapa tahu kedatangan mereka bisa membantu dirimu " jelas Theo .


"aku bisa mengurus istriku sendiri Theo ! lihatlah kau sudah menganggu waktu mereka , apalagi sekarang sudah tengah malam " Adrian memarahi Theo karena ulahnya sedangkan Sarah dan Rasya hanya bisa menahan tawa akibat ke konyolan kedua orang di hadapan mereka ." sudahlah kami tidak merasa terganggu , malahan kami senang jika bisa membantu kamu dan Ranti " ungkap Rasya membuat Theo bisa lepas dari kemarahan Adrian " lihatlah adik ipar saja tidak keberatan " sahut Theo


" aduh apa - apa ini mengapa ribut sekali " Anne menghampiri ke empat orang itu dan menatap suaminya " jadi kamu memberitahu Sarah juga ? kenapa gak sekalian saja kamu beritahu seluruh kerabat agar mereka datang kemari " sindir sang istri membuat Theo hanya bisa diam tak berkutik " mampus kau " bisik Adrian pada Theo .


" kak Anne jangan marah lagi iya sama kak Theo kami gak merasa keberatan kok jadi tidak perlu di ributkan lagi " jelas Sarah membuat Anne tenang


" iya lagian aku menyuruh mereka untuk menjaga istri dan anakmu karena besok kita harus pergi menghadiri konferensi pers dari berita yang menyeret nama mu itu " ungkap Theo .


" CK ! aku paling tidak suka hal semacam itu ! mengapa tidak langsung menutup media yang menyebarkan nya saja "


" tidak bisa Adrian , aku sudah mencoba tapi mereka memang sengaja membuat masalah dengan kita kemungkinan mereka sudah menerima suap dari orang lain terlebih dahulu " pungkas Theo .

__ADS_1


" haish iya sudah lah , nanti aku akan menyuruh orang membawa barang-barang ku kemari " Adrian lalu masuk ke dalam kamar tempat istrinya di rawat, dia pun tidur di sofa sedangkan Theo dan Anne pulang ke rumah , Sarah dan Rasya ikut masuk ke dalam ruangan tempat Adrian dan Ranti berada , mereka melihat Ranti yang sudah tertidur pulas dan Adrian yang juga sudah memejamkan matanya sambil duduk dan melipat tangannya di depan dada , untung saja sofa di sana panjang jadi ketiga nya tidur sambil duduk dengan posisi Sarah berada di tengah kedua pria itu .


__ADS_2