
Lambat laun hubungan di antara Rasya dan Sarah mulai membaik , hingga proses pertunangan mereka berlangsung secara meriah yang di hadiri oleh keluarga serta teman dan kolega dari kedua belah pihak, Adrian beserta keluarganya pun ikut hadir , Ranti yang tengah hamil sembilan bulan pun juga datang namun Adrian harus selalu siapa siaga di samping sang istri mengingat usia kandungannya yang sudah memasuki fase melahirkan .
" selamat iya Sarah " Ranti memberi ucapan selamat pada Sarah sambil dirinya memeluk tubuh Sarah begitu juga sebaliknya .
" makasih iya kak Ranti , maaf sebelumnya iya kak dulu sudah berkata buruk padamu " Sarah sungguh menyesal atas perilaku buruknya pada Ranti selama ini yang selalu cemburu pada Ranti .
" sudahlah aku ngerti kok perasaan kamu tapi sekarang aku lihat Rasya begitu peduli padamu " goda Ranti pada Sarah membuat Sarah menjadi salah tingkah .
" lagi ngomong in apa ?" sahut Adrian yang tiba-tiba muncul di depan mereka .
" ah tidak kok cuma ngobrol biasa " elak Sarah , Ranti hanya terkekeh melihat ekspresi malu yang terlukis pada wajah Sarah .
" ohh , selamat iya Sarah atas pertunangan mu " Sarah hanya mengangguk dan memeluk tubuh sang kakak lalu berkata
" makasih kak Adrian " lirih Sarah .
Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang terus mengamati gerak gerik keluarga besar Adrian , tangan wanita itu mengepal seakan menahan sesuatu .
" Ranti aku tidak akan membiarkan keluarga kalian bahagia di atas penderitaan ku ini , ingat lah aku akan membalas kalian " batin wanita itu .
" Mia tahan dirimu ! sekarang kita di wilayah Adrian ! lihatlah orang-orang melihat ke arahmu " Mia melihat pandangan beberapa orang menatap ke arahnya , Mia langsung merubah ekspresinya " maaf iya sayang aku terlalu cemburu dengan kehidupan mereka , apalagi dengan wanita yang sedang mengandung itu, aku juga ingin secepatnya bisa mengandung seperti dia " sambil meraba perutnya, orang di sekitarnya yang sedari tadi menatap dirinya mulai mengalihkan perhatian mereka , beberapa orang pun berbisik " cih ternyata dia wanita mandul pantas saja dia melihat ke arah istri tuan Adrian pasti dia sangat iri "
__ADS_1
pria yang di sebelahnya menjadi lega karena Mia bisa berhasil mengalihkan perhatian agar tidak curiga pada keduanya.
" ayo kita beri selamat pada pasangan itu " Mia pun menggandeng tangannya pada sang pria di sebelahnya dengan langkah yang pasti keduanya mendekat ke arah pasangan yang tengah berbahagia.
" hai Sarah , selamat iya atas pertunangan mu " ucap sang pria sambil berjabatan tangan dengan Sarah .
" terima kasih Leo , oh iya siapa wanita di sebelah mu itu ? apa dia kekasih barumu ?" tanya Sarah terlihat antusias .
" iya begitulah , perkenalkan namanya Lusia " Mia hanya tersenyum saat Leo memperkenalkannya pada Sarah , sesekali melihat ke arah Rasya yang menatap dirinya .
" duh apa Rasya masih mengenali diriku ? padahal aku sudah operasi plastik " pikir Mia mulai panik .
Leo adalah pria yang bertemu Sarah dan Rasya saat berlibur di New Zealand beberapa waktu yang lalu , Leo juga pria yang mengejar Sarah sejak kuliah . Adrian yang berada di samping Rasya juga ikut melihat ke arah matanya memandang .
" ahh kamu salah paham , aku merasa dia begitu familiar saja " jawab Rasya .
" sayang aku capek , ayo kita pulang " rengek Ranti yang sudah tidak kuat untuk berdiri lagi . Adrian langsung berpamitan dengan anggota keluarga yang lain .
Mia yang melihat Ranti begitu di istimewa kan oleh Adrian dan juga keluarganya menjadi semakin semangat untuk membalaskan dendam nya .
sepulangnya Mia dari acara pertunangan Rasya , dia segera pergi ke kamarnya saking kesalnya , Leo yang melihat Mia kesal merasa tidak begitu peduli yang terpenting rencana balas dendam nya berjalan dengan baik . Leo mulai menyuruh anak buahnya menyebarkan isu tentang ayah Adrian yang menjual istrinya sendiri demi keuntungan bisnis , Leo memberikan beberapa video saat Mia yang melayani para tamu di villa milik ayahnya , Leo juga menemukan jasad Mia palsu yang sudah tidak bernyawa diduga bunuh diri karena tidak sanggup menerima kelakuan ayah Adrian, hal itu membuat harga saham perusahaan milik sang ayah turun drastis berita itu juga membawa dampak pada perusahaan milik Adrian karena foto nya juga ada dalam berita itu apalagi acara itu diadakan tertutup , berita kematian pemilik villa juga tersebar dan di duga jika untuk adalah pembunuhan yang sudah di atur dan di saat bersamaan Leo yang merupakan salah satu saingan bisnis dengan ayah Adrian pun mendapatkan keuntungan karena banyak pemegang saham yang beralih pada perusahaannya ,
__ADS_1
untung saja berita kematian rekan bisnis sang ayah tidak dikaitkan dengannya , Adrian yang mendengar berita itu menjadi senang karena dia tak perlu berurusan dengan sang ayah untuk membalas dendam dan mengenai sahamnya yang terkoreksi sedikit tidak memberinya kekesalan karena perusahaan miliknya hanya sebagian kecil dari usahanya saja .
" sayang aku masih tidak percaya jika Mia meninggal begitu saja " kata Ranti yang juga sudah melihat pemberitaan di TV .
" aku juga tidak percaya , tapi ya sudahlah jangan terlalu dipikirkan " sambil mengecup kening sang istri dan pergi ke ruang kerja miliknya .
tiba-tiba saja perut Ranti terasa sakit, Ranti segera berteriak " suami ku ! tolong " teriak Ranti dari dalam kama Adrian yang masih berada di tangga masih bisa mendengar suara teriak Ranti dari dalam kamar , kondisi Ranti saat ini dia berusaha turun dari ranjangnya namun air ketuban miliknya sudah pecah dan rahimnya berkontraksi , akhirnya Ranti mengurungkan niatnya untuk turun tak lama Adrian masuk ke dalam kamar dan melihat Ranti yang merasa kesakitan " sayang kamu kenapa ? " Andrian mulai panik apalagi nafas Ranti yang sudah tidak teratur , Ranti memegangi perutnya " Se sepertinya aku mau melahirkan " dengan suara serak sambil menahan sakit , Adrian langsung menggendong tubuh sang istri dan memanggil ibunya " ma mama " teriak nya sambil berjalan ke arah luar " apa apa Adrian " sahut sang ibu .
" ma sepertinya Ranti mau melahirkan ma tolong jaga anak-anak iya ma, Adrian harus bawa Ranti ke rumah sakit " pamit Adrian .
kali ini Adrian tidak menyetir mobil sendiri, dia menyuruh sopirnya sedangkan dirinya menemani sang istri duduk di bangku belakang .
Keringat Ranti mulai bercucuran deras dengan telaten Adrian mengusapnya sambil sesekali dia mencium kening sang istri dan kedua tangan mereka yang saling menggenggam erat .
" Adrian , apa masih lama sampai nya " lirih Ranti yang sudah merasa tidak kuat lagi karena perutnya terus berkontraksi .
" sebentar lagi sampai sayang , kamu yang sabar iya " Adrian kembali mengecup kening Ranti , Ranti semakin menggenggam tangan Adrian erat sambil sesekali mengejan yang malah membuat Adrian semakin panik. " sayang kamu harus tahan sebentar lagi sampai " untung saja jalanan tidak begitu macet sehingga tidak ada halangan bagi perjalanan mereka.
Tak lama mereka telah tiba di rumah sakit, Adrian langsung menggendong tubuh Ranti ke dalam rumah sakit tersebut , saat sebelum berangkat Adrian sudah menghubungi Anne sehingga sahabatnya itu langsung menyambut kedatangan Ranti dan Adrian dengan membawa beberapa perawat dan telah menyiapkan tempat untuk Ranti bersalin .
" sebaiknya kamu tunggu di luar iya serahkan semuanya pada kami " pinta Anne , Adrian pun mengangguk setuju .
__ADS_1
beberapa menit Adrian menunggu di luar dia mondar mandir kesana kemari dirinya begitu panik karena takut terjadi sesuatu pada Ranti dan bayi nya .