ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
bab 36


__ADS_3

setelah brian melihat whatsap dari romi wajahnya berubah, sinta tak memperhatikan suami nya.


brian berdiri dan menghampiri istri nya " aku berangkat dulu " ucap brian mencium kening istri nya dan pergi keluar.


sinta baru sadar akan perubahan suami nya yang sedang tampak marah


" Tunggu mas " ucap sinta


brian pun berhenti dan berbalik, sinta melihat wajah suami nya terlihat sangat marah,sinta pun menghampiri suami nya " kenapa kamu buru-buru, sampai aku lupa cium tangan " ucap sinta


brian diam dan hanya mengelus rambut istrinya lalu berjalan kembali


" mas nanti jangan lupa antar aku? " ucap sinta


brian berhenti lagi " kemana? " ucap brian singkat


" memeriksakan ini " ucap sinta sambil menunjuk perut lalu mengelusnya


brian sedikit tersenyum mengingat dia akan menjadi ayah, dan kembali menghampiri sinta lalu berjongkok di depan sinta " anak papa sehat terus ya disana " ucap brian dan mengelus perut sinta.


" jam berapa jadwal pemeriksaannya " tanya brian yang nada nya sudah mulai lembut lagi


"jam 3 mas, nanti aku akan menyusulmu " ucap sinta


"baiklah, aku pergi dulu " ucap brian mencium kening sinta kembali dan melambaikan tangan untuk segera pergi ke kantor.


sinta kembali ke meja makan " papa kamu kayak nya menyembunyikan sesuatu nak" ucap sinta yang mengajak mengobrol anak nya.


"bi surti" panggil sinta ke bi surti


" iya nyonya " jawab bi surti


" tolong beres kan ini ya bi dan tolong buatkan jus mangga " ucap sinta


" baik nyonya" jawab bi surti langsung memunguti piring kotor untuk di cuci.


sementara itu


di perjalanan brian mengumpat kesal karena gagal menangkap dion.


tak lama mobil brian sampai di depan kantor dengan buru-buru brian langsung turun, tanpa memperdulikan karyawannya yang menyapa nya brian langsung ke ruangannya.


"hallo luna " ucap brian menelepon luna


" hallo pak " ucap luna


" keruangan saya sekarang " ucap brian dan mematikan teleponnya.


luna langsung berjalan menuju ruangan brian


" apa jadwal saya hari ini " tanya brian yang melihat luna sudah di dalam ruangannya.

__ADS_1


luna menyebutkan jadwal semua nya


"dari jam 2 saya minta kosongkan jadwal saya, saya harus mengantar istri saya " ucap brian dan langsung menyuruh luna pergi, tapi belum sempat luna pergi keduluan romi masuk.


brian yang melihat romi masuk langsung berdiri dan wajah nya berubah " kerjamu memang gak becus, kenapa bisa sampai lolos " ucap brian yang tak menyadari luna masih berada di situ.


" maafkan saya pak, anak buah saya masih mencari " ucap romi sedikit menunduk takut bos nya semakin marah.


brian yang melihat ke arah luna belum juga keluar jadi memarahi luna juga " kamu kenapa masih disini, apa tidak ada pekerjaan kamu " tanya brian dengan nada membentak


luna langsung salah tingkah dan pergi ke ruangannya.


" apa ini ada hubungannya dengan dion semalam ya " batin luna yang ingat dion belum menjelaskan kepada nya.


luna langsung mengambil hp dan mengirim pesan ke dion.


sementara itu di ruangan brian, romi dan dirinya sedang berdiskusi merencanakan penangkapan dion. brian memamg sengaja tidak meminta bantuan polisi karena brian ingin memberi pelajaran sendiri.


" saya tidak mau tahu, aku kasih waktu kamu 2 hari untuk menemukan keberadaanya " ucap brian kepada romi


" baik pak " jawab romi


romi pun keluar dari ruangan brian, sedangkan brian melanjutkan aktivitas nya untuk memeriksa berkas-berkas.


sementara itu di rumah brian, sinta tengah bersiap-siap untuk ke kantor suami nya.


" bi apa makanan yang tadi saya siapkan sudah di masukan ke tempatnya " tanya sinta


" terimakasih ya bi " ucap sinta dan mengambil rantang nya lalu berjalan keluar.


" sudah siap pak" tanya sinta ke pak udin supir brian yang sengaja di suruh untuk mengantarkan sinta kemana pun sinta inginkan.


" sudah nyonya " jawab pak udin lalu membukakan pintu untuk sinta


sinta pun masuk ke dalam mobil dan pak udin melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang.


di tengah perjalanan sinta melihat berbagai macam makanan, dan dia pun berhenti membeli makanan-makanan yang di inginkannya itu.


" yang benar saja, semua makanan sebanyak itu di makan sendiri " batin pak udin yang melihat isi mobil nya banyak makanan


sinta yang melihat pak udin keheranan pun tertawa " bapak kenapa, mau? " ucap sinta menawarkan makanannya.


"tidak nyonya, melihat makanan sebanyak itu saja perut saya jadi kenyang "ucap pak udin


sinta pun tertawa, "ya mau gimana pak saya ingin ini semua " ucap sinta


pak udin hanya terdiam, dan tak lama mobil yang di naiki sinta pun sampai di depan kantor.


"pak udin bantuin aku bawa ini semua ya, kalau pak udin mau, ambil aja " ucap sinta dan turun dari mobil


pak udin berjalan di belakang sinta dan membawa semua makanan.

__ADS_1


semua karyawan menyapa sinta dan di balas sinta dengan senyuman, tapi mereka juga heran kenapa istri bos nya membawa makanan sebanyak itu.


"sayang " ucap sinta lalu menghampiri suami nya


" kamu sudah sampai? " ucap brian


dan tak lama pak udin pun ikut masuk, brian kaget apa yang di bawa pak udin.


" ini apa sayang " ucap brian menoleh ke istri nya


" ya yang kamu lihat itu makanan " ucap sinta


" kamu tidak menyuruhku mengabiskan ini semua kan " ucap brian


" tadi aku melihat banyak makanan waktu perjalanan kesini, jadi aku beli semua makanan yang aku inginkan" ucap sinta


brian hanya menggelengkan kepala


"taruh situ pak udin, makasih ya, ini buat pak udin " ucap sinta memberikan 1 kantong plastik berisi makanan untuk pak udin


" terimakasih nyonya, saya permisi dulu tuan " ucap pak udin langsung pergi setelah melihat brian menganggukan kepalanya.


" ayo makan " ajak sinta


brian hanya mengikuti istri nya. brian memakan makanan yang di bawakan dari rumah sedangkan sinta mencoba satu per satu makanannya.


" aku kenyang sayang" ucap sinta


" masih banyak makanan sayang, mau di buang semua nya " ucap brian


" jangan, panggilah sekertaris mu itu dan kak romi biar mereka yang makan makanan ini " ucap sinta.


"baiklah " brian berdiri dan memanggil mereka berdua.


luna dan romi pun makan berdua sedangkan sinta dan brian bersiap-siap untuk pergi ke dokter kandungan.


" saya tinggal dulu " ucap brian kepada luna dan romi


" baik pak " jawab mereka kompak


" kompak sekali kalian, siapa tahu jodoh " ucap sinta


romi tersipu malu sedangkan sinta tampak kesal karena pria yang di taksir bukanlah romi melainkan brian.


brian dan sinta pun keluar dari kantor menuju ke rs xxx


di dalam perjalanan mereka tidak berbicara, sinta sesekali melihat suami nya yang sedang fokus menyetir.


" mas kenapa sih kamu hari ini? " tanya sinta


" aku tidak apa-apa sayang " ucap brian yang masih berusaha menutupi.

__ADS_1


sinta tidak tanya lagi, dia mulai mengantuk lalu memejamkan matanya akibat kekenyangan


__ADS_2