
Adrian membantu Ranti mengeringkan rambut nya yang basah dengan pengering rambut .
" hacihh "
" makanya di bilang gak usah mandi masih tetap saja maksa iya kayak gini jadinya " omel Adrian yang masih setia mengeringkan rambut sang istri sedang dirinya masih mengenakan handuk di pinggangnya .
" iya iya aku salah tapi bisakah kamu pakai baju dan celana dulu " pinta Ranti yang merasa tidak nyaman melihat Adrian dengan kondisi seperti itu .
sungguh Ranti juga sedang menahan diri untuk tidak melakukan hubungan suami istri dengan sang suami tapi tubuh Adrian begitu menggoda dirinya.
" nanti juga bakal di lepas juga "gumam Adrian , Ranti merasa ada sebuah benda keras yang menekan punggungnya membuatnya merasa risih .
glek " Ranti jernih kan pikiranmu " Ranti berusaha membuang pikiran kotornya , Sedang Adrian memang sengaja melakukannya untuk menggoda Ranti .
apalagi Anne sudah mengatakan jika tidak ada masalah dan larangan hanya perlu memperhatikan beberapa hal saja dalam berhubungan saat masa kehamilan.
" Adrian jangan begitu " lirih Ranti , badannya mulai terangsang hanya dengan sentuhan dari sang suami saja apalagi jika dengan milik suaminya itu entah akan kemana jiwa nya melayang.
" ada apa sayang ?" tanya Adrian seolah - olah tidak mengerti maksud dari sang istri ." sudahlah aku mau tidur , jangan ganggu aku " Ranti pun berbaring di kasurnya dan segera menarik selimut rasa lelah dan kantuk menjadi satu hingga membuatnya cepat tertidur .
__ADS_1
Tapi Adrian juga ikut naik ke atas ranjang dengan hanya memakai handuknya saja, membelai lembut pipi Ranti hingga memberikan kecupan ringan pada tubuh sang istri hingga akhirnya Ranti terhanyut dalam permainan Adrian yang telah merobohkan pertahanan milik Ranti .
tentu saja Adrian merasa puas karena usahanya tidak sia-sia.
" aku mencintaimu Ranti " mengecup kening sang istri yang sudah terlelap, tak lama dirinya juga ikut tertidur di samping istrinya .
di tempat Rasya dan Sarah
setelah menghabiskan masa berlibur berdua bukannya semakin dekat mereka malah semakin menjauh , apalagi saat Sarah bertemu dengan salah satu teman laki-lakinya yang juga berlibur di sana .
Rasya semakin dingin pada Sarah , begitu pula saat ini Sarah yang merasa jenuh dengan sikap Rasya padanya membuatnya memilih menghabiskan malamnya bersama kenalannya di sebuah club' , Sarah memang jarang pergi ke club' jadi dia juga tidak pandai untuk minum, salah satu temannya pun memberikan minuman dengan tingkat alkohol yang tinggi dan memaksanya untuk meminum beberapa gelas minuman Sarah yang memang merasa kecewa pada Rasya melampiaskan kekecewaannya dengan meminum minuman itu dan membuatnya langsung mabuk .
" satu gelas lagi guys ! ayo kita minum sampai pagi " racau Sarah membuat Rasya hanya bisa menggelengkan kepalanya .
Rasya memapah Sarah hingga masuk kedalam mobil nya dan membawa Sarah untuk pulang ke rumah , saat berada di jalan Sarah meracau tidak jelas hingga membuat Rasya kesal mendengarnya apalagi Sarah membicarakan tentang dirinya " jika kamu bukan calon istriku sudah aku turunkan kamu di jalan " gerutu Rasya .
sesampainya mereka di rumah , Rasya langsung mengangkat tubuh Sarah meski awalnya memberontak namun lama kelamaan Sarah mulai diam tapi itu hanya sesaat nyatanya saat ini Sarah sudah mulai meraba dada bidang milik Rasya meski tidak segagah Adrian namun bentuk tubuh Rasya masih terbilang bagus .
" Sarah jangan macam-macam atau kamu akan menyesalinya " ancam Rasya pada calon istrinya itu .
__ADS_1
"memangnya apa yang perlu di sesali lagi toh aku sudah menyesal sedari awal, aku sudah menyesal berharap padamu Rasya tapi apa yang kamu lakukan huh! kamu bahkan terus berusaha menjauhiku ! sudahlah lebih baik kita akhirnya saja hubungan ini " mendengar Sarah yang sudah menyerah padanya seharusnya membuat hati Rasya senang tapi dia malah menjadi tidak rela " tidak Sarah , kamu sudah membuat ku terjerat oleh mu sekarang kamu ingin meninggalkan ku begitu saja? tidak akan ku biarkan itu terjadi " batin Rasya sambil merebahkan Sarah di atas kasurnya. Nyatanya perasan Rasya mulai tumbuh untuk Sarah, awalnya Rasya berharap liburan keduanya bisa memberikan kenangan untuk mereka berdua tapi kehadiran teman Sarah membuat semuanya menjadi hancur makanya Rasya marah dan cemburu karena Sarah yang lebih memperhatikan temannya di bandingkan dirinya , Rasya bersikap dingin pada Sarah agar Sarah membujuknya dan menyadari kesalahannya tapi nyatanya Sarah malah berpikir jika Rasya tidak menyukainya .
Rasya melepas sepatu yang di kenakan Sarah dan menyelimutinya , sebelum Rasya meninggalkan Sarah , tiba-tiba Sarah menarik tangannya lalu memeluk tubuh Rasya dengan erat .
" kau tahu sebelumnya aku begitu menyukai kak Adrian tapi aku sadar diriku tak mungkin bisa bersanding dengannya tapi setelah kamu datang menyelamatkan ku aku merasa kamu sudah di takdirkan untuk ku Rasya , aku sudah mencari mu ke berbagai tempat dan sekarang aku bisa menemukanmu tapi mengapa takdir tidak memihak padaku ? kamu begitu dingin padaku tapi saat aku melihatmu begitu perhatian pada kak Ranti aku jadi cemburu dan sakit hati " Rasya akhirnya tahu jika Sarah sudah menyukainya sejak pandangan pertama mendengar perjuangan Sarah untuk bisa menemukannya tentu saja Rasya menjadi kasihan pada Sarah tapi mungkin memang Tuhan sudah memiliki rencana pada mereka jadi mereka pun dipertemukan kembali tanpa di sengaja .
Sarah memegang rahang tegas milik Rasya membuatnya berhadapan dengan wajah Sarah , kedua mata itu bertemu " Rasya apa di hatimu tidak ada sama sekali perasan untukku ?" walau dalam keadaan mabuk seperti kesadaran Sarah masih ada tapi hanya sedikit.
" jangan menanyakan yang aneh -aneh Sarah " Rasya berusaha melepaskan tangan Sarah , tapi setelah berhasil lepas tangan kanan Sarah memegang dada Rasya sambil tersenyum " kau tahu meski kau tidak menjawab pertanyaanku tapi aku merasa detak jantungmu sama cepatnya dengan milik ku Rasya " imbuh Sarah masih terus menaruh telapak tangannya pada dada Rasya .
" itu cuma kebetulan saja tidak membuktikan aku memiliki perasaan padamu " Rasya mencoba mengelak kerana percuma saja dia menjawab pertanyaan dari orang yang mabuk .
Sarah tertawa mendengarnya " kau bohong ! jika kamu tidak memiliki perasaan padaku mengapa kamu terlihat tidak senang saat aku bersama temanku ? kamu cemburu Rasya " ledek Sarah membuat Rasya menghela nafas berat " kau aku cemburu memangnya kenapa ? kamu dan aku akan segera menikah tapi lihatlah kelakuan mu pada laki-laki lain jelas membuatku tidak suka ! ingat kamu milik ku Sarah " Sarah terperanjat mendengar Rasya berbicara demikian , awalnya dia hanya menggoda Rasya saja tapi tidak tahu jika respon yang di berikan Rasya, Sarah mencoba mendekatkan diri pada Rasya meski agak ragu dia mulai mengikuti naluri hatinya
cup
sebuah kecupan mendarat pada bibir Rasya membuat sang pemilik seakan berubah menjadi patung tapi itu hanya bertahan beberapa detik saja " ingat Sarah jangan menyesalinya karena kamu yang memulai " bisik Rasya di telinga Sarah , deru nafas Rasya mulai terdengar berat , Rasya pun berbalik mencium bibir Sarah awalnya perlahan dan begitu lembut tapi lama-kelamaan jadi semakin menuntut membuat Sarah kuwalahan , hingga Rasya membaringkan tubuh Sarah dan menindihnya tentu saja apa yang mereka lakukan selanjutnya lebih panas dari sekedar saling berciuman , keduanya melewati malam yang panjang Rasya membuat diri Sarah menjadi wanita seutuhnya , keduanya saling mencari dan menuntut kepuasan masing-masing hingga semua tenaga sudah terkuras dan peluh yang membanjiri keduanya . ada perasaan bangga pada diri Rasya karena dia lah pria pertama yang dan akan menjadi satu-satunya yang memiliki tubuh Sarah seutuhnya .
" i love you Sarah " sebelum mata Sarah terpejam samar-samar dia juga mendengar perkataan yang Rasya katakan barusan membuat tersenyum puas hingga akhirnya dia tertidur karena kelelahan begitu pula dengan pria yang ada di sampingnya .
__ADS_1