ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
bab 41


__ADS_3

setelah dion menemukan rencana baru, dia merasa senang dan senyum-senyum sendiri.


tak lama istri nya pun datang, " ini kopi nya mas " ucap rita menaryh kopi nya di atas meja.


" sayang perusahaan kamu yang bekerja sama dengan adijaya grup berjalan lancar kah? " tanya dion kepada rita yang memang kebetulan perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan brian.


" iya mas, semua nya baik, memang nya kenapa? " ucap rita.


" tapi proyek yang disini belum selesai kan " tanya dion kembali


" belum mas, proyek itu membutuhkan waktu yang cukup lama,karena memang proyek besar " jelas rita


dion pun mengangguk-anggukan kepala merasa rencananya akan berjalan lancar.


**


keesokan harinya dion sengaja bangun pagi dan menjalankan rencana pertama nya.


tak lama dion sudah kembali ke rumah, " sayang" ucap dion berlari kecil menghampiri rita yang sedang memasak.


" kamu kenapa mas, kok kayaknya bahagia sekali" tanya rita heran melihat tingkah suaminya yang senyum-senyum sendiri.


" tidak ada, ayo kita makan " ajak dion


tak selang waktu lama hp rita pun berbunyi tertanda asistennya yang mengabarkan proyek yang bekerja sama dengan perusahaan brian mengalami masalah.


dion mendengar itu terlihat ikut panik tetapi dalam hati dia bahagia.


***


di tempat lain brian juga mendapatkan kabar bahwa proyek yang ada di bandung mengalami masalah.


" ada apa mas " ucap sinta yang melihat suaminya seperti orang kaget setelah menerima telepon.


" ada masalah kerjaan di bandung dan aku harus kesana, tapi aku juga tidak bisa ninggalin kamu dengan kondisi seperti ini " ucap brian kebingungan.


"berangkat lah mas, aku tidak apa-apa toh persalinan ku masih beberapa minggu kan" ucap sinta


mendengar ucapan istri nya brian pun menelpon romi untuk mengatur jadwalnya ke bandung.


**


pagi hari brian sudah siap-siap berangkat dan romi pun sudah sampai di rumahnya.


" sayang aku berangkat dulu" ucap brian kepada sinta.


" iya mas, hati-hati jangan lupa telepon kalau sudah sampai" ucap sinta mencium punggung tangan brian dan mengantarkannya kedepan.


" kenapa perasaanku tidak enak ya " batin sinta, tapi tak lama dia membuang pikiran negatifnya.

__ADS_1


mobil yang di kendari brian dan romi sudah tidak kelihatan, sinta pun masuk kedalam rumah.


tak lama sinta keluar membawa tas siap-siap untuk pergi.


hari ini adalah hari pemeriksaan sinta untuk mengetahui jenis kelamin anaknya.


sinta di antar oleh sopir pribadi brian, beberapa menit kemudian hp sinta berbunyi tapi nomer baru yang telepon, sinta tak mengangkat teleponnya tetapi nomer itu menelepon berkali-kali.


diangkatlah oleh sinta.


"hallo," ucap sinta


" hallo, apa benar ini dengan ibu sinta istri dari pak brian" ucap seseorang pria.


"iya saya sendiri, ini siapa? " jawab sinta


" saya orang yang menolong pak brian mbak, ini pak brian mengalami kecelakaan sekarang ada di tempat saya" ucap seseorang itu.


mendengar itu sinta langsung menangis dan menjatuhkan hp nya, sedangkan sopir kebingungan melihat nyonya nya seperti itu.


" nyonya kenapa? " ucap pak sopir


" mas brian pak, sekarang kita puter arah bandung pak " ucap sinta dengan terisak-isak


sopir hanya menuruti nya saja " nyonya tenang ya, tuan pasti akan baik-baik saja, nyonya kan sedang mengandung juga " ucap sopir yang menenangkan sinta sambil menyetir.


beberapa jam melajukan mobil nya tiba-tiba di tengah jalan sinta di hadang sebuah mobil.


"nyonya tunggu disini jangan keluar ya nyonya" ucap pak sopir lalu pergi keluar.


pak sopir sempat menang melawan beberapa orang itu, tapi tiba-tiba pak sopir di pukul dari belakang dan tersungkur.


beberapa orang itu langsung menarik sinta keluar dengan paksa.


" lepaskan aku, " teriak sinta


tetapi orang-orang itu tidak mendengarkan ucapan sinta dan memasukan sinta kedalam mobilnya.


sinta hanya bisa diam dan berdoa saja karena tidak mau terjadi apa-apa dengan anaknya.


**


di tempat lain brian dan romi telah sampai di perusahaan milik rita untuk mendiskusikan masalah yang terjadi.


setelah semua nya di rancang mereka pergi kehotel untuk istirahat karena besok baru mulai di laksanakan pembangunan baru.


sesampainya di hotel brian membuka hp nya yang sedari tadi mati karena kehabisan baterai.


brian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya lalu mengambil hp nya untuk menelepon istrinya. tapi tidak di angkat juga, menelepon rumah juga sama saja nihil.

__ADS_1


" kamu kemana sih kok gak angkat telfonku, apa mungkin kamu sudah tidur " gerutu brian.


sinta tadi memang tidak menelepon brian terlebih dahulu, karena panik sinta tidak berfikir kalau tadi sebuah jebakan, pak sopir sinta tersadar dari pingsannya.


"dimana saya, dimana nyonya saya " ucap pak sopir yang sudah di atas tempat tidur.


" tadi bapak pingsan di jalan terus ada warga yang membawa bapak kesini, saya pak rt sini" ucap bapak rt


" terus nyonya saya dimana pak, wanita yang sedang hamil di dalam mobil " tanya pak sopir.


" saya tidak tahu soalnya yang membawa kesini juga warga, tapi kemungkinan tidak ada orang disana" ucap bapak rt


" aduh gimana ini, bisa mati aku kalau tuan tahu " batin pak sopir.


" pak saya boleh pinjem hp bapak " tanya pak sopir


"silahkan" ucap pak rt mengulurkan HP nya.


pak sopir mencoba menelepon brian untuk mengabarkan istrinya telah di culik tapi tak kunjung di angkat oleh brian karena brian sedang makan malam bersama romi dan hp nya di tinggal di kamar untuk di charge.


" aduh pak kenapa tidak di angkat, " gerutu pak sopir.


pak sopir pun berpamitan kepada bapak rt nya untuk pergi mencari sinta.


tak lama pak sopir pergi brian menelepon kembali nomer yang meneleponnya karena panggilan tak terjawab banyak sekali.


" hallo " ucap bapak rt


" hallo ini siapa" ucap brian


" harusnya saya yang tanya ini siapa, karena ini nomer baru " ucap bapak rt tersebut.


"tadi nomer ini menelepon saya " ucap brian


" oh mungkin bapak tadi yang menelepon anda, tapi sekarang orangnya sudah pergi " ucap bapak rt.


"bapak siapa ya pak" tanya brian


" wah saya tadi tidak tanya jadi saya tidak tahu " ucap bapak rt


" ya sudah pak, terimakasih " ucap brian lalu menutup teleponnya.


" sebenarnya ada apa sih ini " ucap brian sendiri


tetapi brian tidak menaruh curiga sama sekali, karena begitu capek brian langsung istirahat dan tidur.


maaf ya teman-teman karena up nya lama, dikarenakan authornya abis sakit, jadi baru bisa up lagi.


jangan lupa di vote ya teman-teman biar author semangat up nya.

__ADS_1


saran dan kritik bisa langsung komen ya teman-teman


terimakasih


__ADS_2