
beberapa bulan telah berlalu kepergian Vinno memang membawa kesedihan pada diri Ranti tapi lambat laun dia sudah bisa menerimanya sekarang dia lebih fokus untuk merawat Ara dan Verro , untuk putra sulungnya sendiri dia telah kembali di jemput oleh Thomas , rumah besar yang di tempati nya kini menjadi agak sepi.
Ranti menghela nafasnya setelah membersihkan dapur " akhirnya selesai juga " sedangkan Luis membantu dirinya menjaga Ara di saat Adrian pergi bekerja , Ranti cukup beruntung karena keberadaan Luis yang membantunya setelah Wanda juga kembali ke rumah Doni .
Ranti yang telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya lantas menghampiri Luis dan mengambil Ara dari pangkuan Luis ,
" kau punya suami yang berkecukupan apa begitu tidak rela nya mengeluarkan uang untuk menyewa pembantu ? kenapa masih saja melakukan pekerjaan rumah sendiri " ledek Luis .
Ranti hanya menatap laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya .
" perkataan Luis ada benarnya juga, tapi jika begitu aku akan agak bosan di rumah tanpa melakukan apa pun " pikir Ranti
yang hanya mengabaikan ucapan Luis dan bergegas masuk ke dalam kamarnya .
di tempat lain Adrian yang sedang mengendarai mobilnya tidak sengaja menabrak seorang wanita yang tiba-tiba muncul dan melintas di hadapannya.
braakk
Adrian langsung saja mengecek kondisi wanita itu dan tak lama banyak pengguna jalan yang juga ikut mendekat ke arah nya .
Wanita itu tersungkur serta tak sadarkan diri , Adrian meminta salah satu pengguna jalan membantunya membopong wanita itu masuk kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Sedangkan di rumah , Ranti mencoba menghubungi Adrian namun tidak ada jawaban , Ranti merasa sesuatu yang buruk telah terjadi pada sang suami apalagi hingga larut malam suaminya belum juga pulang ke rumah.
hingga menjelang subuh Adrian baru saja pulang ke rumah dengan wajah yang terlihat lelah, Ranti yang kala itu baru saja mandi pun segera menghampiri suami , bukan untuk marah -marah namun dia malah berkata " mau aku siapkan air hangat untuk mandi? " Adrian hanya menatap Ranti dalam - dalam.
" kamu tidak marah padaku karena pulang pagi dan tak menjawab telepon dari mu?" tanya Adrian .
Ranti menggeleng
" aku percaya padamu Adrian , aku yakin kamu pasti ada urusan yang tidak bisa kamu tinggal " jawab Ranti sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk sang suami .
__ADS_1
sambil menunggu air penuh Ranti sedikit melamun " bohong jika aku tidak marah saat kamu tidak pulang dan tidak mengabari ku tapi melihat wajahmu yang begitu lelah aku mana ada perasaan marah lagi " hingga dia tak sadar jika Adrian sudah berada di belakangnya dan mematikan kran tersebut karena air di bathtub sudah penuh .
" kamu melamun? " Ranti segera sadar dan agak terkejut dengan kehadiran Adrian .
" ti tidak " melihat air di hadapannya sudah penuh Ranti pun segera keluar dari kamar mandi namun di cegah oleh Adrian .
" bisakah temani aku mandi ?" tanya Adrian. Ranti pun terkejut dengan permintaan sang suami apalagi saat ini dia masih tidak bisa melayani suaminya.
" aku tidak punya maksud apa-apa ran , aku cuma ingin kamu mencuci rambutku " jelas Adrian .
" oh, baiklah " jawab Ranti , seketika itu juga Adrian masuk ke dalam bathtub dan Ranti pun mulai mencuci rambut Adrian dan memberikan sedikit pijat di kepala sang suami, Adrian yang di perlakukan seperti itu pun hanya memejamkan mata sambil menikmati pijatan di kepala yang membuatnya lebih rileks apalagi yang melakukan nya adalah sang istri
" apa dia begitu lelah ? " pikir Ranti sambil terus memijat .
Suasana begitu hening hingga salah satu dari kedua insan itu mulai membuka pembicaraan .
" Ran, aku punya seorang teman dia sekarang terkena masalah dan dia meminta pendapat dariku namun aku tidak tahu harus bagaimana ?" jelas Adrian.
" em, dia tak sengaja melakukan hal buruk tapi kini dia harus bertanggung jawab akan hal itu , namun dia tidak yakin keluarganya terutama sang istri mau menerima hasil dari hal buruk yang dia lakukan "
"oh begitu , kalau menurut ku sebaiknya dia berbicara dengan sang istri barang kali sang istri mau mengerti daripada terus saja di sembunyikan " sambung Ranti
" tapi jika sebaliknya bagaimana?" tanya Adrian lagi .
beberapa detik suasana kembali hening .
" haishh, memangnya apa yang harus dia pertanggung jawabkan ? kenapa dia begitu takut pada istrinya ?" Ranti mulai agak kesal .
" oh , dia harus bertanggung jawab mengurus seorang bayi dari hasil keburukannya" mendengar hal itu Ranti langsung berdiri .
"kalau aku jadi dia aku pasti akan marah besar tapi bayi itu tidak berdosa mungkin aku masih bisa menerimanya " Ranti pun keluar dari kamar mandi meninggalkan Adrian sendiri.
__ADS_1
Sehabis mandi Adrian langsung memakai pakaian rapi dan terlihat begitu tergesa-gesa untuk pergi sebelum pergi dia sempat berbicara dengan Luis , sayangnya ponsel Adrian yang tertinggal di meja kamarnya berdering dengan sebuah nama rumah sakit tertera , Ranti menerima panggilan itu namun dia begitu syok mendengar perkataan pihak rumah sakit yang menghubungi nomor suaminya .
Ranti mencoba menguatkan hatinya dan menghampiri sang suami.
" mau kemana kamu sepagi ini? " tanya Ranti dengan mata yang sudah berkunang-kunang .
" Ten tentu saja pergi bekerja " jawab Adrian .
" oh , tadi ada yang menghubungi dan aku tak sengaja menerima nya " sambil memberikan ponsel Adrian .
saat Adrian melihat riwayat Panggilan Adrian langsung panik dan mencoba menjelaskan semuanya pada Ranti yang sudah ada di dalam kamar dan menguncinya .
" ran, aku tidak berniat menyembunyikannya darimu ran , aku cuma butuh waktu saja aku takut kamu tidak bisa menerima bayi itu ran " Adrian mencoba membela diri namun panggilan dari pihak rumah sakit membuatnya mau tak mau meninggalkan Ranti di rumah dengan segala kesalahan pahaman nya.
" bagaimana bisa kamu berbuat seperti itu Adrian ? aku sudah percaya padamu tapi kamu malah memiliki anak dari perempuan lain " Ranti begitu sedih apalagi dia terus teringat percakapannya dengan petugas rumah sakit tersebut.
" maaf pak Adrian , tolong anda segera datang ke rumah sakit karena kondisi istri anda begitu kritis pasca melahirkan dan kondisi bayi nya juga tidak baik karena dia tidak mau minum susu yang kami berikan " kalimat itu terus terngiang -ngiang di kepala Ranti tapi siapa sangka dia malah berkemas dan mengajak Luis pergi ke rumah sakit yang di tuju Adrian .
Entah apa yang akan di lakukan Ranti di sana , begitu tiba di sana Ranti mencari Adrian setelah dia bertanya ke resepsionis dan saat bertemu Adrian dia terlihat menggendong bayi yang sedang menangis kencang , Ranti memberikan Ara pada Luis sedang kan dirinya menghampiri Adrian dan mengambil bayi perempuan itu dan menggendongnya , beberapa menit bayi tersebut terlihat tenang dalam gendongan Ranti .
perawat dan yang lain hanya saling memandang Ranti penuh keheranan.
Tak lama dokter menemui Adrian untuk memberitahu jika ibu dari bayi tersebut telah meninggal .
" mengingat tidak ada keluarga pasien yang bisa di hubungi dan tuan lah yang membawa pasien itu tolong anda ikut saya untuk melengkapi beberapa dokumen tentang pasien " ajak sang dokter .
" sungguh kasihan sekali nasib ibu dan bayi ini, tidak ada keluarga yang datang menjenguk mereka , untung saja ada tuan Adrian meski tidak kenal dia malah mau membantu ibu dan bayi ini " jelas sang perawat mendengarnya penuturan sang perawat hati Ranti menjadi lega ternyata dia sudah salah paham pada sang suami .
" haish , lihatlah ayahmu itu Ara dia sekarang sudah berubah tak seperti orang yang paman mu kenal dulu bisa-bisa dia begitu peduli hingga tak pulang semalaman demi orang lain " gerutu Luis sambil menggendong bayi Ara.
Setelah mengurus semua nya , Adrian menceritakan semua nya pada Ranti pun meminta maaf karena telah salah paham sang suami dan dia juga menyampaikan pada Adrian jika dirinya ingin mengasuh bayi yang di tinggalkan oleh ibunya itu .
__ADS_1
pada hari yang sama pula Ranti dan Adrian mengadopsi bayi perempuan itu yang dia beri nama Luna .