
Sesampainya dion di kantor
Direktur memanggil dion dan menyerahkan amplop berisi pemecatan dirinya, dion yang mengetahui itu dia marah
"maksud nya apa ini pak? Salah saya apa sampai saya di pecat? " tanya dion dengan nada emosi
"aku rasa kamu sudah tahu kesalahanmu, saya juga benar-benar tak menyangka kamu melakukannya. Sekarang kamu keluar dari sini atau saya laporkan polisi" jawab direktur dengan tegas
Dion sudah tahu maksud direktur ternyata kelakuannya yang telah korupsi uang perusahaan sudah di ketahui pihak perusahaan.
Dion pun pergi keluar dan tanpa sengaja dia berpapasan dengan brian yang mau menuju ke ruang direktur.
"kamu? Ngapain kamu disini? " ucap dion kepada brian tetapi brian tidak menghiraukan dion dan tetap berjalan terus. Dion berusaha menghalangi jalan brian "saya bertanya dengan mu ada urusan apa anda kesini? " tanya dion lagi
"bukan urusan kamu? " jawab brian dengan kesal
"rom singkirkan orang ini di hadapan ku, saya tidak mau melihat penghianat perusahaan kita berada di hadapan ku" ucap brian kepada romi
Tanpa menjawab perkataan brian romi memanggil satpam dan menyuruh menyeret dion keluar dari kantor.
"jangan sekali-sekali orang ini boleh menginjakkan kaki di kantor ini " ucap romi kepada satpam kantor
"baik pak " jawab satpam dengan kompak
Dion yang tadi mendengar ucapan brian bahwa itu perusahaannya sontak kaget dan diam saja di perlakukan seperti itu.
*****
Keberadaan sinta
__ADS_1
Sinta pulang ke rumah nya tanpa mengabari siapa pun, sinta memutuskan untuk menceritakan semua nya ke keluarganya karna dia tidak sanggup menutupi nya lagi.
sesampainya di rumah sinta menceritakan semua nya dan keluarga besar sinta sangat marah besar kepada dion mereka menyuruh sinta berpisah saja.
sinta pun hanya menangis meratapi nasib rumah tangga nya.
" menangis lah nak, kamu harus bersyukur tahu hal ini dari awal dan kamu belum memiliki keturunan dari dia. ibu tidak rela kamu di seperti inikan dia tidak pantas untuk kamu" nasehat ibu sinta yang ikut menangis melihat putri nya seperti itu.
sinta menangis sampai tertidur di pangkuan ibu nya.
keesokan hari nya sinta menjalani aktivitas nya di rumah mencoba menyibukan dirinya supaya tidak teringat akan masalah nya.
hp sinta pun berdering di lihat lah tulisan bernama dion
" aku mau ketemy kamu, mau bicara kan soal kemarin " isi pesan dion
sinta tak membalas nya hanya di baca saja
dion mengirim pesan lagi
" apa kamu yakin mau mengakhiri rumah tangga kita? kemarin aku berucap seperti itu karena aku di ancam oleh pacar ku ,sekarang aku tau hanya di manfaatkan olehnya. harus bagaimana aku supaya kamu memaafkan aku dan mau kembali dengan ku " isi pesan dion lagi
tapi sinta sama sekali gak membalas nya.
tiba-tiba mertua sinta menelefon dan meminta maaf atas kesalahan anak nya, sinta yang tidak tega melihat mertua nya menangis akhirnya dia mau memaafkan dion.
sinta yang begitu polos nya dia mengiyakan dan besok berencana kembali ke kota Y tanpa memberi tahu tujuan ke orang tuanya dia berpamitan kalo ingin melanjutkan kerja nya karena tidak bisa seenaknya keluar sinta hanya ijin 3hari untuk pulang.
keesokan harinya sinta kembali ke kota Y.
__ADS_1
sinta janjian ketemu dengan dion di sebuah cafe, dion menceritakan dia di keluarkan dari perusahaan nya tapi dia tidak bilang sebab nya dia di keluarkan dari sana sinta pun percaya begitu saja.
akhirnya mereka kembali ke kontrakan menggunakan taxi karena mobil dion sudah di ambil perusahaan.
hari demi hari sinta bekerja sedangkan dion hanya di rumah sampai kadang sinta minta dion untuk pergi ngelamar kerjaan tapi dion cuma iya kan aja perkataan sinta.
dion merasa kesal karena sinta selalu menyuruhnya cari pekerjaan.
" kamu enak tinggal deketin orang kaya itu makanya kamu langsung dapat jabatan enak" ucap dion yang menyindir sinta.
sinta tak membantah suami nya karena takut bertengkar lagi.
sinta berpamitan untuk kerja dan dion pun keluar meminta uang pada sinta karena ingin melamar pekerjaan. di kasihlah uang itu kepada dion setelah itu mereka berpisah menggunakan taxi lain. sebenarnya sinta mau di kasih fasilitas mobil pada brian tapi sinta tidak mau karena nanti suami nya salah paham lagi.
sesampainya sinta di kantor dia langsung ke ruangannya.setiap hari dia ngecek jadwal brian sebelum memeriksa tumpukan berkas di meja nya.
sinta ke ruangan brian mengabari kalo nanti ada pertemuan dengan clien di cafe xxx.
"oke nanti tolong temani saya karena romi ada tugas lain " ucap brian ke sinta
"baik pak " ucap sinta dan pergi meninggalkan ruangan brian.
tepat pukul 11.30 waktunya bertemu dengan clien di sebuah restoran
brian dan sinta turun di sebuah cafe xxx sinta yang membawa beberapa dokumen penting di tangan nya berjalan di belakang brian.
brian dan sinta menuju meja yang sudah di pesan, meeting pun berjalan lancar selesai itu mereka pulang. brian melihat sosok 2 orang yang tak asing dia melihat dion dan arum di cafe itu, brian yang sudah tau sinta dan dion baikan dia tidak mau sinta menangis lagi. brian mencoba menghalangi pandangan sinta ke arah pojokan itu.
"sinta kita lewat sana saja aku ada keperluan disana " ucap brian menarik sinta begitu cepat supaya tidak mengetahui kelakuan suami nya lagi.
__ADS_1
bukan brian takut dengan dion tapi dia gak tega melihat sinta menangis lagi.
segitu dulu ya teman-teman kritik dan saran masih di butuhkan terimakasih