
sampai di kantor Adrian dan Ranti masuk bersama terlihat banyak mata yang mencuri pandang ke arah mereka terutama Ranti yang kini hanya memakai celana Jogger dan hodie . Ranti tak peduli tentang pandangan orang atas penampilannya .
saat di kantor , Adrian segera memasuki ruangan rapat sedangkan Ranti menunggu Adrian di ruangan kerjanya . terlihat Ranti yang mengamati isi ruangan itu yang tertata begitu rapi dan dia mengamati meja kerja Adrian di sana terdapat sebuah bingkai foto , ada sebuah foto Adrian bersama dengan seorang wanita dan seorang pria yang dia ketahui itu adalah Theo , wanita itu Anne yang sedang memeluk Adrian dan tampak Adrian yang dia kenal sekarang berbeda dengan Adrian yang dulu dari foto yang dia lihat terlihat Adrian memiliki tatapan yang dingin .
" apa aku memang sudah mengenal dirimu sepenuhnya atau dirimu yang aku kenal bukanlah kamu yang sebenarnya " batin Ranti sambil teringat perkataan Martin padanya .
namun Ranti kembali di buat gagal fokus oleh sebuah lukisan di dinding yang
terdapat lukisan sebuah wanita yang terlihat memakai gaun merah .
" cantik " kata itu lolos dari bibir Ranti yang kini memandang lukisan wanita itu .
pintu ruangan Adrian dibuka oleh seseorang dari luar . Ranti menoleh ke arah pintu yang terbuka perlahan dia melihat seorang wanita dengan setelan rok dan baju kerja namun rok yang dia gunakan itu nampak terlalu minim bagi Ranti , apalagi saat dia melihat kra baju bagian atas wanita itu terbuka menampil pemandangan gunung yang indah jika di pandang lelaki.
" permisi " sapa wanita itu .
" iya , apa perlu apa iya ?" jawab Ranti yang mengetahui jika ruangan Adrian tak mungkin sembarangan bisa di masuki oleh orang lain tanpa izin Adrian .
" em , saya ingin bertemu dengan pak Adrian " jawab wanita itu sambil menutup pintu dan kini dia tengah berdiri di depan pintu itu sambil melihat ke arah kanan kiri mencari sesuatu .
" Ck" Ranti yang sudah bisa menebak apa yang wanita itu inginkan pun berjalan mendekat ke arahnya .
" Adrian sedang tidak ada di ruangan , dia sedang rapat " jawab Ranti dengan tegas .
" saya tidak percaya, karena saya sudah ada janji dengan beliau dan anda siapa ? kenapa anda berada di ruangan pak Adrian ?" tanya wanita itu dengan nada meremehkan Ranti .
" sudah ada janji ? untuk apa seorang pimpinan mengadakan janji dengan karyawan biasa seperti kamu ? dan lihat lah pakaian mu itu sudah bisa menjelaskan semua apa yang ada dalam benak mu " jelas Ranti ketus .
" memangnya kenapa ? lagi pula saya memiliki tubuh yang bagus dan pasti pak Adrian menyukai saya , di bandingkan dirimu lihatlah penampilan mu itu , aku heran apa yang membuat mu bisa masuk ke ruangan ini, kamu kan hanya seorang sopir " ucap wanita itu menghina Ranti .
tiba-tiba Adrian masuk ke dalam dan melihat Ranti bersama wanita itu .
" ada apa ini ?" tanya Adrian pada mereka berdua yang terlihat seperti ingin bertengkar .
__ADS_1
" maaf pak , saya hanya ingin mengantar kan dokumen ke ruangan bapak tapi wanita ini malah berniat mengusir saya dan juga dia juga menjelek-jelekkan saya " sambil berakting menangis .
" hah ? " celetuk Ranti yang kaget dengan wanita itu yang begitu pandai berakting sambil mendekat ke arah Adrian .
wajah Adrian menjadi dingin .
" lalu apa lagi yang dia lakukan padamu ?" tanya Adrian pada wanita itu .
" dia hanya seorang sopir tapi dia berani membentak dan berniat mengusir ku pak, dia juga berkata jika hanya dia yang pantas bersama dengan bapak tapi lihat lah tampilannya mana mungkin bapak tertarik padanya " ungkap wanita itu .
Adrian segera menarik Ranti kedalam pelukannya .
" memang kenapa jika penampilan nya seperti huh ! dia ribuan kali lebih baik dari dirimu . lihatlah pakaian mu itu kamu ingin bekerja atau ingin menggoda huh " bentak Adrian pada wanita itu .
" maa maaf pak saya " belum selesai wanita itu menjawab .
" asal kamu tahu iya dia bukan sopir ku tapi dia adalah calon istriku , sudah lebih baik kamu pergi dari sini , jika kamu berani lagi menghina istriku aku jamin kamu akan menjadi pengangguran selamanya " kata Adrian memberi peringatan .
" ma maaf pak saya janji ti tidak akan mengulanginya lagi , Bu ma af kan saya yang tidak mengenali anda dengan baik" kata wanita itu sambil gemetar karena takut pada Adrian . Ranti yang mengangguk dan menyuruh wanita itu segera pergi . wanita itu dengan cepat keluar dari ruangan Adrian .
" sudah, ya aku gak tega aja ninggalin kamu lama-lama jadi aku bubarin aja rapatnya " kata Adrian .
" Halah alasan , pasti takut wanita itu bicara macam-macam kan ?" kata Ranti .
" maksud kamu apa?" tanya Adrian . ." iya dia tadi bilang jika kamu sama dia udah ada janji dan lihat dia udah pakai rok mini dan bajunya aja terbuka " jelas Ranti dengan muka yang terlihat cemburu.
" hahaha, kamu cemburu ?" goda Adrian .
" ihh siapa juga yang cemburu " elak Ranti .
" iya emang gitulah banyak dari karyawan yang suka cari alasan agar bertemu dengan ku tapi aku tak pernah menanggapi mereka " jelas Adrian sambil memegang pundak Ranti . Ranti menepis tangan Adrian .
dia melihat ke arah lukisan besar itu lagi .
__ADS_1
" siapa dia ?" mencoba mengalihkan topik .
" mantan calon istriku " kata Adrian sambil menatap lukisan itu .
" oh kalo mantan kenapa masih di simpan " kata Ranti yang terlihat risih dengan pandangan Adrian yang menatap lukisan itu .
" iya sayang aja kalo dibuang , aku sudah menghabiskan ratusan juta untuk membuat kan lukisan itu " jawab Adrian sambil tersenyum melihat sikap Ranti yang cemburu .
" sayang sama lukisan atau sama orangnya " sindir Ranti .
" sayang kamu " jawab Adrian sambil memeluk tubuh Ranti dari belakang . Ranti mencoba melepaskan pelukan Adrian namun gagal kini kepala Adrian malah berada di pundak Ranti .
" tenang saja aku sudah tidak ada perasaan apapun padanya jadi jangan marah iya , kalo kamu tidak suka aku akan membuangnya " Adrian mencoba menenangkan Ranti .
" katanya sayang kalo dibuang " ucap Ranti .
" tapi aku lebih sayang kamu " jawab Adrian yang telah membalikkan tubuh Ranti menghadapnya tanpa ragu Adrian mencium bibir Ranti , melihat Ranti yang tidak menolaknya Adrian semakin memperdalam ciumannya sambil memeluk erat tubuh ramping milik Ranti .
beberapa menit mereka berciuman Ranti segera memukul dada Adrian karena kehabisan napas.
hosh hosh hosh
" udah punya anak tiga kenapa kamu masih sangat bodoh dalam berciuman Hem" goda Adrian sambil mengelap bekas ciumannya pada bibir Ranti . Ranti menjadi malu .
bukan karena kurang pengalaman tapi karena Adrian yang begitu jago dalam hal itu tak seperti Arya yang dulu memperlakukannya dengan lembut sedangkan Adrian terkesan menuntut .
" apa hubungan dengan itu , sudah lah aku mau pulang saja " pamit Ranti pada Adrian .
" eits , berangkat bareng pulang juga bareng" hadang Adrian .
" kamu gak kerja ? " tanya Ranti .
Adrian menggeleng .
__ADS_1
"iya sudahlah ayo pulang " ajak Ranti , Adrian dan Ranti pun pulang ke rumah mereka masing-masing .