ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 128


__ADS_3

Tiba hari yang di tunggu- tunggu oleh Ranti akhirnya tiba yaitu berkuda , Adrian mengajak Ranti ke sebuah tempat yang menawarkan untuk menunggangi kuda , Ranti begitu antusias , tak hanya Ranti dan Adrian saja , Sarah dan Rasya juga ikut bersama mereka , seorang pemandu wisata menghampiri Adrian , sekian lama berbincang-bincang akhirnya Adrian memanggil Ranti untuk memilih kuda begitu pula Sarah dan Rasya juga ikut memilih kuda ,


Ranti memilih seekor kuda berwarna putih namun pemandu wisata berkata jika kuda itu tidak untuk di tunggangi berdua ,jadi Adrian meminta rekomendasi kuda mana yang dapat mereka tunggangi berdua , sang pemandu wisata menawarkan seekor kuda jantan berwarna hitam , kuda itu nampak ganas namun ternyata dia begitu ramah pada Ranti , Ranti naik ke atas punggung kuda di susul juga dengan Adrian , awalnya Ranti ingin berkuda sendiri namun Adrian tidak mengijinkannya karena kondisi Ranti yang sedang hamil , mereka berempat menyusuri hutan tropis bersama pemandu , alam yang asri dan udara sejuk menjadi daya tarik dari tempat itu , sehabis berkuda Ranti merasa sangat letih dia mengajak Andrian pergi tempat pemandian air panas .


Di pemandian itu Ranti segera masuk kedalam kolam yang berisi air panas yang berasal dari sumber air panas pegunungan secara langsung , Adrian menyusul Valerie di belakang .


" ahhh nyaman sekali berendam di sini apalagi di suguhi pemandangan alam yang indah " Ranti begitu menikmati pemandangan. yang ada di hadapannya .


Adrian mendekati Ranti dan memijit pundak sang istri , Ranti memejamkan matanya sungguh pijatan Andrian membuatnya lebih rileks , tapi siapa sangka jika Adrian mengambil kesempatan untuk memainkan kedua gundukan di tubuh Ranti bagian atas .


" ahh Adrian jangan nakal " larang Ranti , membuat Adrian memanyunkan bibirnya .


ekspresi Adrian membuat Ranti tak kuasa menahan diri untuk tidak mengecup bibir manyun milik suaminya itu.


Adrian kembali tersenyum, tapi sayang sekali tiba-tiba Laura menerobos masuk ke dalam area pemandian .


" tuan tolong maafkan saya telah mengganggu waktu tuan tapi ayah saya ingin bertemu tuan "terlihat begitu panik


" dimana ayahmu ?" tanya Adrian masih tetap memeluk sang istri begitu juga sebaliknya .


" dia ada di rumah sakit , penyakit jantung nya kambuh tuan" jawab Laura .


Adrian mengajak Ranti keluar dari dalam air , Laura sudah ada di luar menunggu mereka berdua berganti baju .


Saat keduanya telah keluar Andrian segera bergegas pergi dengan Laura dari area pemandian sedangkan Ranti dititipkan kepada Sarah dan Rasya untuk kembali ke penginapan .

__ADS_1


Ranti merasakan perasaan yang aneh di dalam dirinya dia seakan tahu jika akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.


Di rumah sakit kondisi ayah Laura sudah sangat kritis , Adrian dan Laura tiba di rumah sakit tepat waktu dan saat itu ayah Laura meminta berbicara empat mata dengan Adrian , baik Laura dan pengikut sang ayah pun keluar .


kini di dalam hanya ada Adrian dan pria tua itu .


" tuan aku mohon untuk yang terakhir kali sebelum ajak ku tiba tolong kabulkan permintaan ku agar aku pergi dengan tenang tuan " kata pria tua itu .


" apa permintaan terakhir mu ?" tanya Adrian sambil duduk di kursi .


" seperti kesepakatan kita sebelumnya tuan aku mohon menikahlah dengan putriku tuan " ujar sang pria tua .


" maaf aku tidak bisa aku sudah menikah dan aku berjanji tidak akan mengkhianati istriku " jawab Adrian dengan tegas .


" baiklah aku akan menikahi nya secara agama saja , tapi aku tidak akan memberikan status secara hukum padanya , dia hanya akan jadi istri simpanan ku saja " Adrian setuju menikah dengan Laura .


Setelah pembicaraan mereka selesai kini giliran Laura yang di panggil masuk beberapa waktu kemudian Laura keluar dan menatap Adrian di samping Adrian sudah ada seorang pendeta yang di bawa oleh bawahan pria tua itu .


upacara pernikahan itu mulai berlangsung di hadapan sang ayah , Laura dan Adrian bergantian mengucapkan janji suci pernikahan hingga pendeta memberkati mereka berdua sebagai pasangan suami istri .


Pada saat itu juga ayah laura telah menghembuskan nafas terakhir , Adrian harus mengurus pemakaman ayah Laura dan juga harus menenangkan Laura yang masih begitu sedih atas kematian sang ayah , tiga hari dia meninggalkan Ranti meski dirinya sudah mengirim pesan pada Ranti tentang meninggalnya ayah Laura tapi dia masih begitu merasa bersalah karena mengkhianati Ranti istri yang sangat di cintai nya .


Adrian bangun dari tidurnya , dia kaget saat Laura berada di kasur miliknya dengan tidur yang begitu pulas .


Adrian segera bangun dan membersihkan dirinya lalu segera keluar dari kamar .

__ADS_1


Adrian sesekali menghubungi Ranti menanyakan keadaan Ranti dan bayinya Adrian juga meminta maaf karena harus meninggalkan Ranti sendirian untung saja Ranti tidak marah dan memaklumi Adrian .


" tuan " tiba -tiba Laura berada di belakang Adrian , Adrian segera mematikan ponsel miliknya .


" ada apa?" tanya Adrian sinis


" tuan tidak lupa kan dengan janji tuan pada ayah saya ?" tanya Laura memastikan.


" bukanya aku sudah melakukannya ?" jawab Adrian sinis.


" tapi tuan tidak melakukan kewajiban tuan sebagai seorang suami ! ingat tuan, meski tuan sudah mendapatkan hak untuk menjadi pengganti ayah saya tapi mereka masih mendengarkan saya jika saya mengatakan pada mereka tentang sikap tuan pada saya tentu saja mereka akan meragukan tuan dan bisa saja Ranti juga ikut terlibat di dalamnya " ancam Laura pada Adrian .


" kamu berani mengancam saya ?" Adrian meremehkan Laura.


" tidak, saya hanya mengingatkan tuan untuk melakukan kewajiban tuan sebagai seorang suami , saya memang tidak keberatan jika harus menjadi istri simpanan tuan tapi saya ingin tuan memperlakukan saya secara adil seperti yang tuan lakukan pada Ranti , saya juga ingin memiliki hak yang sama atas tubuh tuan seperti Ranti tapi jika tuan tidak bersedia jangan salahkan saya jika saya melampiaskan kekecewaan saya pada Ranti dan calon bayinya " ungkap Laura sambil memainkan jarinya di dada bidang Adrian .


" jika kamu berani menyentuh Ranti sehelai rambut pun aku akan membuatmu tidak akan mendapatkan apapun dari diriku " jawab Adrian .


" jadi apa tuan bersedia memberikan diri tuan padaku ku , aku ini juga istrimu tuan " rayu Laura sambil memainkan rambut menggoda Adrian , namun Adrian tetap diam saja hingga saat Laura dengan berani mencium bibir Adrian dan meraba bagian bawah Adrian " baik aku turuti keinginanmu tapi jangan kamu bocorkan hubungan kita pada orang lain apalagi Ranti dan jangan melibatkan dia dalam masalah kita" Laura setuju dengan Adrian , kini Laura kembali mencium bibir Adrian yang saat ini sudah berada di bawah tubuh Laura , ciuman berpindah pada leher Adrian dan saat itu juga Laura melucuti pakaian keduanya nya , hingga terlihat bentuk tubuh Adrian yang selalu dia bayangkan untuk dia sentuh , kini akhirnya terwujud dan bahkan dia bisa menyentuh nya sebanyak dia mau sambil menggerakkan tubuhnya keatas bawah dengan begitu semangat sedangkan tangan Adrian membantu menopang tubuh Laura agar tidak ambruk padanya .


Laura tahu jika Adrian juga menikmati kegiatan mereka karena sesekali Laura merasakan ada pergerakan dari Adrian .


" Adrian jangan di tahan , aku juga milikmu kamu berhak sepenuhnya atas diriku " bisiknya di telinga Adrian dengan suara menggoda, Adrian segera membalikkan posisinya kini dia yang memimpin permainan hingga Laura merasakan terbang ke awan akibat permainan Adrian padanya . " ternyata kamu sangat nikmat sayang " lirih Adrian memuji milik Laura yang begitu memanjakan dirinya di sela kegiatan panas mereka . mendengarkan pujian itu Laura menjadi bangga dan lebih bersemangat memanjakan milik Adrian yang sedang mengobrak - abrik inti nya .


Entah beberapa lama mereka melakukannya namun Laura sangat puas karena bisa membuat Adrian mengerang nikmat dan berkali-kali menumpahkan lahar panas di dalam miliknya .

__ADS_1


__ADS_2