
Seharian Ranti terus terjaga berharap suami dan anaknya segera kembali tapi tidak ada tanda-tanda kemunculan keduanya membuat Ranti menjadi semakin khawatir .
" Ran kamu harus tenang aku yakin mereka pasti kembali dengan selamat "
Panggilan suara masuk ke nomor Ranti " untuk apa Arya menghubungi ku ? apa dia sudah tahu tentang Vino" pikiran Ranti semakin kacau jika Arya tahu Vino dalam bahaya Ranti takut Arya akan memanfaatkan masalah ini untuk mengambil hak asuh Vino atas dirinya .
Adrian beserta anak buahnya terus mencari dimana lokasi Vino di sekap dari informasi yang di dapat oleh Adrian penculikan Vino masih berhubungan dengan orang yang menyerang ayahnya jadi target mereka sebenarnya adalah Adrian , semua itu di lakukan untuk memancing Adrian keluar sehingga penjagaan di rumahnya menjadi longgar , pada saat yang sama orang itu juga sudah membaca pergerakan Adrian untuk melindungi keluarga nya .
di sebuah bangunan tua, Vino terlihat menangis dengan tangan dan kakinya yang terikat di kursi " huhuhu Vino ingin pulang Vino ingin bertemu mommy " rengek anak kecil itu , seorang pria dengan rambut panjang dan di ikat itu datang menghampiri Vino .
" kamu mau mommy mu ? tapi lihatlah dia sendiri malah meninggalkan mu , mommy mu tidak sayang lagi padamu " saat itu Vino semakin menangis menjadi-jadi .
" tidak mungkin mommy tidak akan meninggalkanku " teriak Vino , pria itu tertawa mendengar Vino berteriak padanya .
" tuan Luis seperti orang yang Anda tunggu akan segera tiba " kata salah satu bawahannya .
" oh baguslah aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya " sambil menyeringai .
Adrian akhirnya berhasil menemukan lokasi Vino , Adrian langsung menuju bangunan tua dan menghajar beberapa preman itu tanpa ampun , amarahnya semakin memuncak saat ada suara speaker yang terdengar dari segala arah , suara tangisan putra nya itu membuat Adrian berpikir jika mereka telah melakukan hal buruk pada putranya .
" katakan di mana putra ku?" Adrian mencengkram leher salah satu dari preman itu dan memojokkannya di dinding sambil menggerakkan giginya saking emosi nya , pria itu langsung takut hingga terkencing - kencing menunjuk ke sebuah tangga . Adrian langsung menaiki anak tangga dimana anak tangga itu membawanya ke lantai paling atas gedung itu .
" Vino " teriak Adrian yang melihat putranya tergantung di sebuah tiang dengan di bawahnya terdapat paku lancip yang tersusun rapi dengan posisi menghadap ke atas.
" Daddy huhuhuhu " Vino berteriak sambil menangis membuat dia berayun - ayun . Adrian khawatir jika tali yang mengikat Vino terputus jika Vino terus bergerak
" jangan bergerak Vino, kamu tenang iya daddy pasti akan menyelamatkan kamu " Vino mengangguk sambil menangis .
plok plok plok
Pria berambut panjang tadi keluar dari tempat persembunyiannya sambil bertepuk tangan menyaksikan drama antara seorang ayah yang datang menyelamatkan anaknya .
" Luis ! jadi kamu yang melakukan semua ini ? " Adrian menjadi semakin emosi mengingat Luis adalah salah satu orang kepercayaannya selama ini " tunggu dulu Adrian , kamu bisa saja memukulku tapi apa kamu tidak peduli dengan putra mu itu ? ahh maksud ku putra dari istrimu" dengan nada yang begitu mengejek .
" apa mau mu ?" tanya Adrian menahan emosi .
__ADS_1
Luis tersenyum saat Adrian terlihat tak berdaya di hadapannya " suruh anak buah mu pergi ke bawah " Adrian langsung menyanggupinya .
anak buah Adrian dengan patuh mengikuti perintah tuannya.
" bagus, sekarang kalian kemari lah " Luis meminta anak buahnya berkumpul dan mengelilingi Adrian dan hanya menyisakan dua orang untuk berjaga di tempat Vino berada.
" Luis ! " Adrian semakin marah dengan sikap rekannya itu.
" aku tak mengira hanya setahun tidak bertemu dengan mu kamu menjadi berbeda Adrian , kamu menjadi lemah " .
tak lama ternyata Ranti dan Theo juga menyusul Adrian ke markas Luis .
" Vino " Ranti berusaha mendekati putranya namun dihadang oleh anak buah Luis .
" Luis jangan kurang ajar kamu ! Adrian juga bagian dari kita " bentak Theo .
" sstts diamlah lah Theo , atau kamu mau melihat bocah itu terjun dan mengenai paku itu " Theo menahan emosinya karena Adrian memberi kode padanya untuk tenang .
" mengapa kamu melakukan ini semua Luis ?" tanya Adrian
Ranti menatap Adrian penuh arti berharap Adrian mau menuruti permintaan dari pria yang telah menculik anak nya itu .
" Adrian aku mohon tolong lakukan sesuatu jika terjadi sesuatu pada Vino aku tidak akan memaafkan mu karena ini semua ulah dari temanmu Adrian " batin Ranti .
" jadi kamu mau apa ? " tanya Adrian dengan tenang .
" tentu saja aku ingin bagian lebih banyak dari mu karena misi yang kamu berikan kemarin telah cukup banyak menyita waktu ku "
" baiklah sesuai keinginanmu aku akan berikan wilayah itu padamu jadi tolong lepaskan anakku " jawab Adrian .
" hahaha aku tak menyangka jika kamu begitu mudah memberikan semua itu hanya karena putramu , kamu sudah berubah Adrian , kalian sudah puas kan aku berhasil membuatnya memberikan wilayah kalian padaku ? jadi apa kalian masih meragukan ku sebagai pemimpin kalian ?" Luis mengamati ekspresi wajah pada anak buahnya yang berada di depan Adrian , dengan cepat Luis dan kedua anak buahnya yang lain tiba-tiba saja mengeluarkan senjata selanjutnya terjadi insiden yang berdarah-darah .
Ranti sangat takut dengan apa yang terjadi sedangkan Theo yang ada di sampingnya mengelap kacamata miliknya yang terkena cipratan darah dari korban itu .
Luis juga menembak tali yang mengikat tubuh Vino , Ranti segera bergegas ke arah Vino .
__ADS_1
" tidakk " teriak Ranti saat putranya terjun bebas .
Ranti tak berani melihat jatuhnya Vino ke tumpukan paku itu .
" mommy huhuhu" tangis bocah itu yang ternyata selamat karena tumpukan paku itu telah berubah menjadi sebuah kasur yang empuk ternyata Luis menekan sebuah remote sehingga paku itu tergantikan dengan sebuah kasur .
Ranti membuka matanya dan melihat kondisi putranya yang baik-baik saja , dia segera melepaskan ikatan pada putranya dan langsung memeluk Vino dengan erat.
" mommy di sini sayang , sudah jangan menangis lagi iya " Ranti tak henti-hentinya mencium wajah putranya .
Adrian langsung memukul Luis " biadab kamu Luis ! kamu berani mempermainkan aku dan keluarga ku !" Luis tidak melawan seakan dia memang memberikan Adrian kesempatan untuk meluapkan kemarahan nya pada dirinya .
" hentikan Adrian " Theo berusaha memisahkan Adrian dari Luis yang sudah babak belur .
" jika aku tidak melakukannya mana mungkin aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan " Adrian semakin marah mendengar ucapan Luis .
" Luis berhenti bersikap kekanakan ! " hardik Theo membuat Luis terdiam .
Ranti menghampiri Adrian sambil menggendong Vino yang masih menangis .
" anak kita baik-baik saja kan " tanya Adrian namun Ranti hanya diam , raut wajah Ranti terlihat marah pada suaminya itu .
tanpa menjawab apapun Ranti meminta Theo mengantarnya pulang Ranti sama sekali tidak memperdulikan Adrian .
Luis terkekeh melihat tingkah laku istri dari temannya itu .
Di sepanjang perjalanan Ranti hanya diam saja , Theo pun menjadi takut untuk mengajak berbicara istri dari sahabatnya itu .
" aku sungguh tidak pernah menyangka jika ada orang yang begitu berani mempermainkan perasaan dan nyawa orang lain seenak jidatnya sendiri " gerutu Ranti yang tertangkap oleh Indra pendengaran Theo .
" apa kamu dan Adrian juga sudah tahu rencana yang dia lakukan ?" selidik Ranti .
dengan cepat Theo menjawab " tentu saja tidak Ranti , kami tidak tahu jika Luis sudah berada di kota ini karena saat kami mencoba menghubunginya dia masih tidak mau kembali " jelas Theo , Ranti percaya karena Theo lebih terlihat jujur dan pendiam dibandingkan suaminya sendiri.
" tapi aku tidak akan dengan mudah melupakan kejadian ini sebab pria sinting itu juga bagian dari kalian bukan? jadi kejadian ini juga termasuk kesalahan kalian berdua " Theo menelan salivanya kasar mendengar ucapan Ranti " mampus kau Adrian " batinnya.
__ADS_1