
masih berada di dalam kamar , Ranti terngiang-ngiang dengan dengan peristiwa yang baru saja dia lihat di depan mata kepalanya sendiri .
dalam pikirannya di penuhi berbagai pertanyaan tentang Adrian suaminya .
" apa yang kamu sembunyikan dari ku Adrian ? kita sudah menjadi suami istri tapi aku merasa masih belum mengenal diri mu sepenuhnya , apa yang dikatakan Martin dan Arya memang benar ? "
tok tok tok
Ranti mendengar suara ketukan pintunya, dia tahu jika suaminya yang sedang mengetuk pintu namun Ranti memilih mengabaikannya .
diluar kamar Adrian masih mencoba membujuk Ranti agar mau mendengarkan penjelasannya , saat itu ibu Adrian yang lewat dihadapannya menanyakan apa yang sebenarnya terjadi .
" Adrian , ngapain kamu di situ ? pakai ketuk pintu sambil teriak-teriak , kalian bertengkar ?" tanya sang ibu .
Adrian mengangguk .
"haish , ada masalah apa ? coba kamu ceritakan siapa tahu mama bisa bantu "
Adrian menceritakan segala pada sang ibu .
" jadi begitu lah ma, sebenarnya aku ingin menjelaskan semuanya pada Ranti saat kami belum menikah tapi aku takut Ranti menjauhiku jadi aku lebih memilih diam dan perlahan menjelaskannya pada Ranti" curhat Adrian .
__ADS_1
" Adrian , bukan hanya Ranti yang akan bersikap seperti ini padamu, mama sendiri pun tidak menyangka kamu telah mengambil jalan kekerasan seperti ini " terlihat ibu Adrian merasa kecewa dengan tindakan anaknya .
" ma , andai Adrian bisa memilih saat itu Adrian juga tidak mau ma ! Adrian melakukan ini agar Adrian bertahan hidup dan dapat mengembalikan semua yang dulu Adrian miliki " jelas Adrian .
rasa bersalah ibunya semakin besar karena sikap nya dan ayahnya lah yang membuat Adrian menjadi seperti sekarang .
" sudahlah ma, mama tidak usah terlalu memikirkan nya, lagipula Adrian sekarang sudah tidak terlibat di dalam organisasi itu lagi, tapu musuh Adrian banyak, jadi Adrian harus selalu berjaga-jaga agar mereka tidak menyakiti keluarga kita, Adrian akan melakukan apapun demi melindungi semuanya meski tangan Adrian harus kembali berlumuran darah, ini sudah larut lebih baik mama tidur , Adrian akan berjaga di luar bersama yang lain " Adrian kini pergi ke lantai dasar dan ikut begadang bersama para penjaga.
" bos, kenapa anda keluar ? apa masalah dengan nyonya sudah teratasi " tanya salah satu penjaga , Adrian menghela nafas dengan berat .
" belum, aku membiarkannya menenangkan diri dulu selanjutnya aku akan mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya " jawab Adrian .
Di dalam kamar Ranti yang sudah tidak mendengar suara Adrian , dengan rasa ingin tahunya Ranti perlahan membuka pintu ,di laur kamar dirinya tak melihat Adrian , entah mengapa hati Ranti menjadi sakit dan kecewa dikarenakan Adrian tak memberi penjelasan pada Ranti .
di saat itu ibu Adrian yang baru saja kembali dari dapur melihat Ranti berdiri di depan pintu kamar dengan wajah melamun dirinya menghampiri Ranti dan menepuk bahunya .
" kamu mencari Adrian ?" tanya sang ibu mertua.
" eh iya ma " jawab Ranti setengah kaget .
" Adrian berjaga di luar , takut ada penyerangan lagi " jelas sang mertua .
__ADS_1
" Ranti bisa bicara sebentar " imbuh sang mertua , Ranti dengan senang hati mempersilahkan mertua itu masuk kedalam kamar.
keduanya duduk di pinggiran kasur dengan saling berhadapan, dengan lembut ibu Adrian memegang tangan Ranti .
" Ranti , mama harap kamu bijak dalam mengambil keputusan , mama tahu yang Adrian lakukan itu salah tapi Adrian menjadi seperti sekarang itu juga karena kami orang tuanya, jika kami dulu percaya padanya dan tidak mengusirnya semua itu tentu tidak akan terjadi, tadi mama sudah bicara dengan Adrian dia bilang sejak bertemu denganmu dia sudah tidak melakukannya kejahatan lagi tapi saat kamu di culik dirinya melakukan itu karena berusaha melindungi mu begitu juga dengan sekarang, dia berbuat seperti itu karena ingin melindungi keluarganya , jadi tolong beri Adrian kesempatan " mohon ibu Adrian pada menantunya itu , setelah mengatakan semuanya ibu Adrian keluar dan membiarkan Ranti memikirkan semuanya.
Ranti yang sudah memikirkan semuanya, kini dirinya telah memantapkan diri " sekarang aku akan menyelesaikan semua dan mengakhiri nya " dengan langkah pasti Ranti keluar dari kamar dan langkah demi langkah menuju ke tempat Adrian berada .
di tempat lain
Rasya yang baru tiba di rumahnya dalam keadaan mabuk karena dirinya habis minum untuk menghilangkan stress akibat tekanan yang di berikan ibunya untuk segera menikahi Sarah meski sebelumnya keuda keluarga telah mencapai kesepakatan namun ibunya yang sudah tidak sabar ingin menjadi orang kaya walau ibunya sudah kembali ke tempat asalnya namun ibunya tetap mendesak Rasya untuk segera melamar Sarah . sedangkan dari sikap Sarah yang terus menerus menyatakan cinta padanya membuat Rasya semakin kesal pada Sarah karena saat ini Rasya masih belum mampu melupakan Ranti jadi selama dirinya masih tidak bisa melupakan Ranti dia tak akan mau menikah i Sarah apalagi Ranti akan menjadi keluarganya juga dirinya takut semakin dekat dengan Ranti semakin susah untuk melupakannya dan itu akan menyakiti perasaan dirinya sendiri dan juga Sarah .
Rasya saat ini masuk kedalam rumah dengan keadaan setengah sadar , kala itu terjadi pemadaman listrik yang membuat rumahnya terlihat gelap gulita jika tidak ada lilin sebagai penerangan.
Rasya berjalan ke arah kamarnya dengan sempoyongan hingga dia tak sengaja menabrak sebuah meja hingga dirinya terjatuh, Sarah yang tidur di sofa pun terbangun dan melihat Rasya tergeletak di lantai dengan keadaan mabuk , Sarah langsung bergegas membantu Rasya masuk kedalam kamarnya , tak lupa Sarah melepas sepatu dan melepas beberapa kancing kemeja kotak-kotak yang di kenakan Rasya agar Rasya lebih merasa nyaman .
Sebuah ide muncul dalam pikiran Sarah saat bagian dada Rasya terbuka dengan pelan Sarah membelai nya , membuat sang pemilik mengeluarkan suara yang menurut Sarah terdengar begitu indah dengan berani Sarah memainkan jarinya ke area perut Rasya yang keras hingga kebagian ikat pinggang Rasya yang kini sudah di lepas oleh Sarah .
sebelum Sarah melanjutkannya dirinya tersadar jika yang kini dia lakukan salah.
" sial , aku hampir bertindak seperti seorang ja***g " gumamnya , setelah itu Sarah berniat turun dari tempat tidur Rasya , tanpa di duga Rasya bangun dan menarik sarah dan menindihnya , sarah sempat berontak namun tanpa diduga Bibir Rasya menyentuh bibir Sarah hingga lama kelamaan keduanya hanyut dalam ciuman itu , tak sadar Sarah mengalungkan tangannya pada leher Rasya ,hingga akhirnya keduanya melakukan hal yang lebih intim lagi yang membuat Sarah harus kehilangan kesuciannya . entah apa semua ini akan menjadi awal yang baik untuk hubungan Sarah dan Rasya atau malah sebaliknya.
__ADS_1