Pangeran Tanpa Mahkota

Pangeran Tanpa Mahkota
Pernikahan tanpa cinta


__ADS_3

Suara alunan gamelan bertalu-talu mengiringi para penari yang meliuk-liuk di atas sebuah panggung besar di samping alun-alun kota raja Kerajaan Sri Kemuning.


Satu pekan ini adalah hari-hari yang sangat membahagiakan bagi seluruh rakyat kerajaan Sri Kemuning, Setra kencana, kerajaan Galuh serta kerajaan Garingging. Hal ini dikarenakan, pewaris sah tahta kerajaan Sri Kemuning saat ini sedang melangsungkan pernikahan dengan dua putri sekaligus yaitu Putri Melur dari kerajaan Garingging, serta Putri Sekar Mayang dari kerajaan Galuh.


Seluruh orang merasakan kebahagiaan yang teramat sangat, terlebih bagi rakyat Sri Kemuning. Ini karena, sebentar lagi mereka akan mendapatkan raja baru, keturunan dari raja pendahulunya yang sah yaitu Gusti Prabu Jaya Wardana.


Selama sepekan ini, rakyat bergiliran menghadiri jamuan terbuka di depan istana. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan, pengemis pun di undang ke istana untuk menikmati suguhan di acara pesta besar nan meriah tersebut.


Diantara wajah-wajah yang ceria itu, hanya ada satu wajah yang kelihatan biasa-biasa saja. Dan orang itu adalah mempelai pria yang tidak lain adalah Pangeran Indra Mahesa.


Pemuda itu tampak duduk dengan diapit oleh Putri Melur di sisi kiri dan Sekar Mayang di sisi kanannya.

__ADS_1


Hari ini adalah hari kemuncak dari acara pesta pernikahan ini, dan rencananya, besok adalah acara penobatan Putra Mahkota Indra Mahesa untuk menduduki tahta singgasana kerajaan Galuh sebagai raja yang sah.


Setelah sore kini berganti malam, ke-tiga mempelai itu pun mulai di arak oleh para dayang untuk masuki kamar peraduan.


Awalnya, pangeran Indra menurut saja. Namun, ketika dirinya menghilang dari tatapan para tetamu, dia mulai memerintahkan kepada dayang untuk pergi dan dia menyuruh kedua putri itu menempati bilik peraduan mereka masing-masing.


"Kanda, apakah kanda akan tidur di bilik Dinda atau tidur di bilik Yunda Sekar Mayang terlebih dahulu?" Tanya Putri Melur sambil meluk tangan Pangeran Indra.


"Kalian ingat! Di mata mereka, kalian adalah istri ku. Tapi jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan perhatian ku. Sekarang, aku perintahkan kepada kalian berdua untuk memasuki bilik kalian masing-masing! Atau kalau tidak, kalian bisa kembali ke kerajaan Galuh dan Garingging sekarang juga!"


"Ada satu hal lagi yang harus kalian ketahui. Jangan berprilaku seperti ketika kalian berada di lembah jati tempo hari! Aku tidak akan segan-segan memberikan hukuman kepada siapa saja diantara kalian yang membuat aku murka!"

__ADS_1


Selesai berkata seperti itu, Pangeran Indra Mahesa pun segera meninggalkan kedua gadis itu yang masih berdiri mematung melihat kepergiannya.


"Yunda. Sepertinya kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari pernikahan ini," kata Putri Melur sambil terus memperhatikan pangeran Indra Mahesa yang semakin menjauh meninggalkan mereka berdua.


"Entahlah, Melur. Aku juga merasa apakah ini adalah pilihan yang tepat atau tidak. Tapi, aku bahagia menjadi bagian dalam hidupnya. Cinta atau tidak, seluruh rakyat tau bahwa kita berdua adalah istri dari Baginda,"


Putri Melur mengangguk lesu. Hatinya membenarkan semua perkataan dari Putri Sekar Mayang ini. Namun, apalah artinya status?


"Raga nya milik kita. Namun, hatinya milik gadis liar itu. Aku akan mencari cara untuk menyingkirkan gadis binal itu. Kita lihat saja!" Kata Putri Melur lalu dia segera bergegas memasuki kamar pengantin yang sama sekali tidak menarik perhatiannya.


Putri Sekar Mayang hanya bisa menarik nafas dalam-dalam lalu melangkah juga menuju pintu kamar miliknya yang tidak jauh dari kamar milik Putri Melur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2