
Pangeran Indra Mahesa tampak sedikit menyurutkan langkah kakinya ke belakang. Namun, beliau sama sekali tidak melarang apapun yang akan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai kepala desa dari puluhan desa di sekitar kota raja ini walaupun dia juga tidak mengetahui apa maksud mereka.
Dia dengan sabar menunggu sampai mereka selesai menggelar tikar itu tanpa sedikitpun bertanya.
Setelah tikar selesai di gelar, barulah mereka mulai berkata. "Gusti Manggala Yuda. Kami akan menyumbangkan apa saja yang bisa kami sumbangkan untuk menggalang perjuangan ini. Tenaga kami sudah tidak memilikinya lagi. Namun, semangat untuk mempertahankan negri masih tersemat di dalam sanubari kami semua. Dengan begitu, mohon Gusti menerima bantuan yang tidak seberapa dari kami ini," kata kepala desa itu. Lalu dia memulai meletakkan beberapa keping uang di atas tikar tersebut.
Setelah kepala desa tadi meletakkan kepingan uang perak di atas tikar tadi, kini mereka saling bergiliran meletakkan apa saja yang mereka miliki di atas tikar tadi.
Di mulai dengan uang, perhiasan, beras, ubi, jagung, sayur-sayuran, dan banyak lagi sehingga tikar tadi penuh dengan berbagai jenis sumbangan dari para rakyat.
Pangeran Indra Mahesa merasa sangat bersyukur atau sumbangan ini. Dia merasa sangat terharu sekaligus bersyukur dengan keprihatinan yang mereka miliki terhadap negeri tercinta ini.
Sumbangan terus saja mengalir. Bahkan tidak hanya sampai di situ. Beberapa dari orang-orang yang berada di bagian belakang kini bergantian maju ke depan dengan dibelakang mereka masing-masing menggeret hewan ternakan.
"Gusti Manggala Yuda. Hanya ini yang bisa kami sumbangkan untuk perjuangan ini," kata mereka lalu mengikatkan kambing, domba, kerbau, bahkan Lembu dan kuda juga ada di sana.
__ADS_1
"Gusti Manggala Yuda. Kami titipkan perjuangan ini di pundak Gusti. Putra hamba juga ikut tergabung dalam pasukan yang akan Gusti pimpin. Hamba lebih rela putra hamba mati di medan perang dalam kemenganan, daripada pulang selamat, namun menderita kekalahan. Lebih baik jangan pulang kalau kalah. Karena, kalian akan merasakan penderitaan sebanyak dua kali. Pertama menderita kekalahan, yang kedua menderita terjajah. Hamba titipkan perjuangan suci ini di pundak Gusti!"
Terenyuh sungguh hati Pangeran Indra Mahesa dengan kesungguhan hati dari para rakyat kerajaan Galuh ini.
Entah karena saking terlalu terbawa perasaan, sampai dia sendiri tidak menyadari entah kapan tepatnya Gusti Prabu Rakai Galuh telah berada di sampingnya.
Dia baru menyadari ketika seluruh orang yang berada di tempat itu berlutut.
"Ha.., Oh. Eh.., am-am-ampun. Ampuni hamba Kakek Prabu!" Kata pangeran Indra Mahesa sambil ikut berlutut.
"Hamba mengerti Kakek Prabu. Mohon restuilah keberangkatan hamba ini. Kemungkinan jika hamba memenangkan peperangan ini, kita akan bertemu kembali. Andai kalah, maka hamba akan memilih untuk mati bersama-sama dengan prajurit hamba. Karena setelah ini, akan sangat sulit untuk bangkit dan mengumpulkan kembali kekuatan baru," kata Pangeran Indra.
"Restu ku, senantiasa menyertai dirimu dan pasukan mu. Jangan pikirkan yang lain! Sebaliknya, pusatkan perhatian kepada setiap keputusan yang akan kau ambil!"
"Sendiko dawuh Kakek Prabu!" Kata Pangeran Indra Mahesa lalu bangun dari posisi berlutut nya tadi.
__ADS_1
"Wahai rakyat ku sekalian! Berdoalah untuk kemenangan negri ini. Kita akan bertemu kembali setelah kemenangan ini dapat kita gapai. Namun sebaliknya, ini bisa saja menjadi akhir dari pertemuan kita andai aku dan pasukan ku kalah. Mari sama-sama berjuang mengikuti kemampuannya masing-masing!" Teriak Pangeran Indra Mahesa berapi-api.
"Hidup kerajaan Galuh!"
"Tuhan memberkati!"
"Hidup Kerajaan Galuh!"
"Tuhan memberkati!"
Mendadak pagi yang masih terang-terang tanah itu menggelegar dan bergemuruh dengan sorak-sorai dari seluruh rakyat yang berada di depan pintu istana itu.
Mereka kini mulai membubarkan diri setelah Pangeran Indra Mahesa meminta diri untuk mempersiapkan diri dan segala perlengkapan guna mengharungi tantangan dalam peperangan yang sepertinya tidak akan bisa terelakkan lagi.
Selesai baca, wajib Like!
__ADS_1
Bersambung...