
Lima tahun berlalu sejak Pangeran Indra Mahesa dinobatkan sebagai Raja di kerajaan Sri Kemuning.
Selama tujuh tahun ini pula, Raja dari Sri Kemuning ini selalu keluar masuk dari satu kadipaten ke kadipaten lain dan lebih memilih menetap di Puncak Alam berbanding di Sri Kemuning.
Selama itu pula keadaan Putri Melur dan Sekar Mayang terus diabaikan. Hingga pada suatu hari, mereka sudah tidak tahan lagi dengan sikap dingin dari sang sang Raja.
Sikap dingin yang mereka berdua terima akhirnya membuat kedua wanita itu memilih untuk kembali ke kerajaan Galuh dan Garingging.
Hal ini tentu saja membuat Gusti Prabu Kerta Rajasa menjadi Murka. Dia yang menerima kedatangan Putrinya yang tidak mendapatkan perlakuan baik dari penguasa Sri Kemuning ini sangat merasa di rendahkan. Namun, pada akhirnya dia meredam seluruh kemarahannya karena tau bahwa Sri Kemuning adalah kerajaan yang besar dan memiliki kekuatan pasukan yang setara dengan lima kerajaan Garingging sekaligus.
Kini, Raja dari Garingging itu hanya punya satu cara untuk membalaskan sakit hatinya. Yaitu, menghancurkan Gayatri dan Jari Malaikat. Apa lagi kini dia mengetahui bahwa Pangeran telah lahir dari seorang gadis kampung di kaki bukit puncak alam yang saat ini berusia empat tahun, hasil dari pernikahan antara Gusti Prabu Indra Mahesa dengan Gayatri. Anak itu bernama Jaka Wardana.
__ADS_1
Sementara itu, di kerajaan Galuh, Mahapatih Mahesa Galuh hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.
Dia sadar bahwa sesuatu yang tidak didasari dengan rasa suka di kedua belah pihak, maka hal itu tidak akan menjadi.
"Sudahlah Putriku. Kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang tidak di dasari dengan rasa cinta. Memang sebaiknya tidak perlu diteruskan. Hanya saja, yang membuat aku kecewa, mengapa bukan Indra sendiri yang mengantarkan dirimu kembali ke kerajaan Galuh ini?" Ujar Mahapatih Mahesa Galuh dengan nada kekecewaan.
"Ayah.., Kanda Prabu saat ini sedang sibuk memajukan Puncak Alam bersama dengan Raja kecil Tumenggung Paksi. Entah apa tujuannya begitu berambisi untuk memajukan kerajaan yang sama sekali masih diliputi oleh hutan belantara itu," kata Sekar Mayang.
"Aku masih merasa sakit hati, Ayah. Tapi aku tau bahwa kita tidak mempunyai daya untuk melawan Sri Kemuning. Tapi tidak dengan Melur. Aku menduga bahwa dia pasti sedang mengatur siasat supaya dapat membalaskan dendam dan rasa sakit hatinya kepada Kanda Prabu Indra Mahesa," kata Sekar Mayang.
"Indra Mahesa masih keturunan dari kerajaan Galuh ini. Dia adalah bagian dari kerajaan ini. Bahkan, dia adalah Manggala Yuda dan telah dinobatkan menjadi YuaRaja di kerajaan Galuh ini. Bersabarlah. Siapa tahu, dengan kesabaran mu, akan dapat melembutkan hati suamimu itu. Walau bagaimanapun, kau berbeda dengan Melur. Kau tidak pernah menyakiti hati Indra Mahesa. Sebaiknya, biarkan saja dulu. Dan satu lagi! Jangan pernah mencampuri urusan antara Melur dan Indra Mahesa!" Kata Gusti Mahapatih Mahesa Galuh memperingatkan.
__ADS_1
"Sendiko dawuh, Ayah!" Jawab Putri Sekar Mayang.
...TAMAT...
Bagaimana kisah selanjutnya dari perjalanan Jaka Wardana?
Bagaimana pula dengan dendam dari Putri Melur dan rencana Gusti Prabu Kerta Rajasa untuk menyingkirkan Gayatri dan anaknya yang baru berumur empat tahun itu?"
Semua akan terjawab dalam novel yang lain yang akan segera di rilis di MangaToon/NovelToon ini.
Terimakasih karena telah mengikuti jalan cerita ini hingga tamat, semoga kalian terhibur dan akhir kata dari saya..,
__ADS_1
Wassalam!