Pangeran Tanpa Mahkota

Pangeran Tanpa Mahkota
Kembali mengatur siasat


__ADS_3

"Kakang memanggil kami?" Terdengar suara seorang gadis bertanya di susul dengan masuknya tiga orang ke dalam tenda milik Pangeran Indra Mahesa itu.


"Dinda Gayatri, Dinda Andini dan Kakang Bayu Gatra. Silahkan duduk!" Kata Pangeran Indra Mahesa mempersilahkan.


"Terimakasih Dinda Indra. Ada apakah gerangan Dinda memanggil kami ke tenda mu ini?" Tanya Bayu Gatra sambil duduk bersila di sebuah permadani yang terhampar di dalam tenda itu.


"Kanda. Saat ini jujur saja bahwa lawan yang akan kita hadapi bukan saja datang dari paku bumi. Namun, ada lawan yang lebih berbahaya daripada itu," kata Pangeran Indra Mahesa yang membuat ketiga sahabatnya itu saling pandang.


"Apa maksud dari perkataan Kakang barusan?" Tanya Andini karena tidak mengerti arah dari kata-kata yang diucapkan oleh pangeran Indra.

__ADS_1


"Begini. Baru saja tadi pagi kita mencurigai Larkin sebagai seorang pengkhianat, kini tampak muncul satu lagi pengkhianat yang paling berbahaya. Ini baru sebatas kecurigaan saja. Namun andai semua ini benar, maka rahasia kekuatan kita pasti akan terbongkar di pihak musuh. Aku memang memiliki rencana cadangan. Namun, itu tidak menjamin karena lawan kita kali ini sangat kuat dengan jumlah melebihi dua kali lipat dari jumlah kita,"


"Lalu, apa yang Dinda ingin untuk Kakang lakukan?" Tanya Bayu Gatra dengan mimik wajah sangat serius.


"Besok pagi, setelah kita akan beristirahat, aku akan membagi-bagikan tugas sebagai tipuan belaka. Maksud ku, aku akan mengecoh si pengkhianat ini dengan dalih, menyuruhnya untuk membuntuti Larkin. Setelah itu, aku akan menyuruh Tumenggung Paksi pula untuk kembali ke kota raja dengan alasan untuk menemui Gusti Prabu Kerta Rajasa dan meminta bantuan prajurit dari kerajaan Garingging. Setelah itu, aku juga akan mengirim kalian bertiga untuk berangkat ke kadipaten Jati Anom untuk meminta bantuan ke padepokan jati Anom. Ini tidak benar-benar. Karena, butuh waktu setengah purnama bagi kalian untuk pulang pergi. Melainkan, ini hanya dalih saja untuk mengelabui pihak musuh," kata Pangeran Indra menjelaskan.


"Jika tidak berangkat ke Jati Anom, lalu kemana kami harus pergi?" Tanya Bayu Gatra.


"Hanya Kakang Bayu Gatra dan Andini saja? Berarti aku?" Tanya Gayatri sedikit centil.

__ADS_1


"Kau tetap di sini, Dinda Gayatri. Kau akan mengurusi senjata ku," jawab pangeran Indra Mahesa diikuti ledakan tawa dari semua yang berada di tempat itu.


"Ih.., Kakang! Dalam keadaan genting seperti ini pun masih sempat becanda!" Rajuk Gayatri dengan manja.


"Kita sudah terlalu menguras tenaga dengan terlalu berfikir dengan serius. Kegilaan ini telah merenggut masa remaja ku. Apakah hanya dengan masalah ini membuat kita lupa dengan becanda? Hidup entah esok entah lusa. Mengapa terlalu memusingkan. Nikmati saja hari ini. Jangan terlalu serius yang tidak pada tempatnya. Keseriusan kita sudah berakhir. Kini, aku mau mandi. Ayo kakang! Kita main air!" Ajak pangeran Indra Mahesa sambil menarik lengan baju Bayu Gatra serta Gayatri.


Mereka berempat lalu saling tarik menarik menuju ke sebuah kali yang berair jernih tidak jauh dari perkemahan mereka itu.


Begitu tiba di sana, Pangeran Indra Mahesa langsung menceburkan dirinya diikuti oleh Bayu Gatra. Sementara Andini dan Gayatri hanya tertawa saja melihat tingkah Pangeran Indra dan Bayu Gatra yang berubah seperti anak kecil kembali.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2