Pangeran Tanpa Mahkota

Pangeran Tanpa Mahkota
Pengkhianat itu ternyata?


__ADS_3

"lapooooor!"


Tampak seorang prajurit baru saja turun dari kuda tunggangannya, langsung berlari dan berteriak.


Mendengar teriakan ini, beberapa orang langsung keluar dari sebuah tenda besar dan langsung menghampiri seorang prajurit yang kini langsung berlutut dengan satu kaki di tekuk.


"Ada apa, Prajurit tilik sandi? Apakah kau menemukan sesuatu?" Tanya salah seorang lelaki yang tampak memakai pakaian perang yang terbuat dari besi yang menutupi bagian dada sampai ke perut, serta dari siku sampai pergelangan tangannya juga memakai sejenis sarung tangan. Namun bedanya, semuanya ini terbuat dari besi kuning.


"Lapor, Gusti Raka Pati! Hamba baru saja dari perbatasan kadipaten Gedangan," kata prajurit itu sambil menjura.


"Apa yang kau temukan?" Tanya Raka Pati.


"Gusti.., saat ini pasukan kerajaan Galuh telah tiba di kadipaten Gedangan tengah malam tadi," kata Prajurit tadi melaporkan.


"Apa kau menghitung seberapa jumlah mereka?" Tanya Raka Pati.

__ADS_1


"Hamba tidak pasti, Gusti. Namun, hamba bisa memperkirakan dari tenda mereka, saat ini jumlah mereka mencapai sekitar sepuluh ribu pasukan!" Jawab sang prajurit lagi.


"Hahaha. Tipuan anak kecil. Apakah Indra Mahesa si anak ingusan itu bisa menipu kita? Hahaha," kata Raka Pati sambil tertawa.


"Kakang. Semua siasat dan rencana mereka ada di tangan ku. Aku mengetahui semuanya. Karena, kami sama-sama berangkat dari kota raja, dan sama-sama pula mengatur rencana bagi membuat helah dan siasat," kata seorang lelaki yang tampaknya memiliki jabatan yang tinggi di dalam ketentaraan.


"Lalu, ada kabar apa lagi dari pasukan kerajaan Galuh itu Dinda?" Tanya Raka Pati kepada lelaki itu.


"Sebelum aku meninggalkan pasukan. Mereka mengirim utusan untuk meminta bantuan kepada Raja Garingging. Setelah itu, mereka juga meminta bantuan dengan mengirim dua orang Pendekar muda ke padepokan jati Anom untuk meminta bantuan kepada golongan rimba persilatan," jawab lelaki itu.


"Lalu, bagaimana dengan formasi pasukan mereka? Sebagai salah satu Panglima perang, kau tentu mengetahui banyak tentang formasi yang mereka rencanakan," tanya Raka Pati lagi.


"Hahaha. Mereka mengandalkan tentara berkuda yang baru berlatih. Ini karena, mereka ingin mengandalkan kecepatan dengan membentuk formasi burung merak," jawab lelaki itu.


"Formasi burung merak? Hahahaha. Dengan pasukan yang kata mu tidak sampai dua puluh ribu itu, mereka ingin mengandalkan formasi yang membutuhkan setidaknya lima puluh ribu pasukan itu? Benar-benar sudah sinting si Indra Mahesa ini,"

__ADS_1


"Setidaknya begitulah kakang,"


"Kita akan menunggu Gusti Prabu Jaya Pradana tiba bersama pasukan inti. Dengan begitu, barulah kita bisa mengatur rencana,"


"Mengapa tidak kita serang saja, Kakang? Setidaknya jumlah kita jauh lebih besar dari mereka saat ini. Ini agar, pasukan dari Garingging tidak sempat menggabungkan diri dengan mereka," kata lelaki yang membocorkan seluruh rencana pasukan kerajaan Galuh itu.


"Tidak Dinda. Walaupun pasukan kita lebih banyak, namun mereka memiliki keunggulan. Antara keunggulan dan keuntungan yang mereka miliki adalah, adanya benteng pertahanan yang baru mereka bangun itu. Tentu akan sangat banyak memakan korban karena mereka bisa menembakkan anak panah mereka sebelum prajurit kita menghampiri benteng. Cara mereka tentu akan sangat merugikan pasukan kita,"


"Lalu, apa rencana kakang selanjutnya?" Tanya lelaki itu.


"Dinda. Kau kembali lah ke dalam pasukan mereka. Kami akan membuat kekacauan besok di depan benteng. Kita akan berperang secara terbuka. Tugas mu adalah meyakinkan bahwa pasukan kami belum tiba sepenuhnya. Dengan begitu, maka kami pasti akan kalah dan melarikan diri. Usahakan untuk mengejar. Kau adalah panglima pasukan musuh. Jika kau memerintahkan, pasti mereka akan mengejar. Setelahnya, kami akan menjebak mereka di hutan ini. Lalu.., bantai sampai habis!" Kata Raka Pati.


Siapa sebenarnya lelaki pengkhianat ini, di bab selanjutnya, kita akan flashback sejenak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2