Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
10. Semarang


__ADS_3

Akhirnya kami pun sampai di rumah kakek nenek nya Dita. Dan sudah di penuhi para pelayat begitu memasuki rumah dan di mana jenazah ayahnya Dita di semayamkan. Dita begitu melihat jenazah ayahnya langsung memeluk jenazah ayahnya. Semua orang iba melihat kesedihan Dita. Ara pun menghampiri Dita dan memeluk erat menguatkan Dita.


" sudah dit Loe harus ikhlasin bokap Loe. Loe harus kuat buat nyokap Loe, nyokap Loe pasti hancur Banget secara nyokap Loe selalu nemenin bokap Loe kemana saja !." ucap Ara.


" makasih Ra."


Ara mencari keberadaan Tante April, bundanya Dita. di ruangan ini hanya ada kakeknya Dita, sedangkan bang Ragil sedang menyambut para pelayat.


" Ra Loe ga nemuin nyokap Loe dulu." kataku


Dita pun mencari keberadaan bundanya, ternyata bundanya ada di kamar di temani oleh nenek nya. keadaan Tante April sangat terpuruk, Dita langsung memeluk bundanya.


" Tante April Ara serta keluarga ngucapin turut belasungkawa Tante yang sabar ya." ucap Ara sambil mencium tangan Tante April dan neneknya Dita.


" makasih sih ya sayang sudah ngantar Dita ke sini. " ujar Tante April berusaha tegar.


" sama- sama Tante, Ara permisi dulu Tante mau ke depan nemenin Riko." pamit Ara dan di anggukin yang ada di sana.

__ADS_1


ara pun keluar rumah melihat Riko dan mas Riki sedang duduk di bawah tenda Ara pun menghampiri dan duduk sebelah Riko.


" ko kita bermalam dimana?" tanya Riko


" kita lihat kalau nanti malam sehabis tahlilan kita tidak di tawarkan nginap terpaksa kita cari hotel terdekat." ujar Riko.


" oke."


" Ra loe angkat atau setidaknya balas chat bang farel kasihan bang farel loe kan tau sendiri bang farel paling peduli sama Loe. dia khawatir banget sama Loe." ucap Riko memohon.


" iya gue bakal chat bang Riko." ucap ara


📩 bang farel Adek baik - baik aja Abang gak usah khawatir. maaf Adek gak angkat telpon Abang.


ayahnya Dita pun di makamkan dan malam nya acara tahlilan. karena saudara - saudara Dita banyak dan gak enak kalau nginap di sana jadi kita memutuskan untuk nginap di hotel. sampai hotel Ara pun melihat ponselnya ada balasan pesan dari bang farel.


📩 dek kalau udah senggang telpon Abang, tenang aja Abang lagi piket malam.

__ADS_1


Ara pun segera menghubungi Abang farel.


" hallo, Assalamualaikum Abang."


" walaikum salam, dek kamu tuh ya bikin panik orang tahu ga?"


" Adek kesel sama papi. habis Dita lagi tertimpa musibah dia butuh Adek bang."


" iya Abang tau tapi kan bisa ngomong baik-baik."


" Adek udah izin ke papi tapi papi marah-marah kata lamaran bang Faris lebih penting. Adek kesel papi egois."


" ya udah kapan pulang?"


" niat nya besok tapi Riko di suruh mampir dulu ke rumah eyangnya di Yogyakarta jadi besok ke Yogyakarta dulu."


" ya udah tapi janji kasih kabar terus ke Abang."

__ADS_1


" iya bang." Ara pun mengakhiri sambungan telpon.


karena badan cukup lelah Ara tidur cukup pulas dan Ara baru terbangun saat terdengar adzan subuh. Ara pun bergegas mandi dan melaksanakan shalat subuh. selesai shalat subuh Ara pun tidak tidur kembali dia memutuskan untuk membuat teh hangat yang akan dia nikmati di dengan roti yang dia beli semalam sambil menunggu Riko.


__ADS_2