
" sayang nanti ke rumah sakit sama siapa?." tanya mas Tama saat Ara mengantar mas Tama ke mobil.
hari ini mas Tama berangkat lebih awal karena harus mendamping Dandim untuk kunjungan ke Bogor.
" sendiri nanti di antar mang Idan."
" ya udah nanti kamu hati-hati kalau ada apa-apa langsung hubungi mas ya " ucap mas Tama sambil mencium kening Ara
" pasti mas, mas juga hati-hati kalau sudah sampai Bogor kasih kabar."
" iya sayang, assalamualaikum." mobil mas Tama pun melaju meninggalkan halaman rumah.
" walaikum salam.'
Ara pun masuk ke dalam begitu mobil mas Tama sudah tak terlihat dari pandangannya. kini ada tugas lagi yang menantinya yaitu mengurus keperluan sekolah Abang kembar. walaupun Ara hanya memantau mereka karena semenjak mereka punya adik dan mereka juga sudah menjadi Abang mereka Sekarang menjadi anak yang mandiri mereka tahu tugas mereka. itu yang di ajarkan oleh mas Tama untuk bisa bertanggung jawab dan disiplin. mereka akan bangun sendiri tanpa harus di bangunin mereka juga memakai seragam sekolah sendiri tanpa bantuan pengasuh mereka. bi sari atau bi tuti hanya menyiapkan seragam yang akan mereka pakai. mereka juga akan membereskan peralatan sekolah yang akan dia bawa ke sekolah. dan masih banyak yang lainnya yang mas Tama ajarkan ke kedua anak kembarnya. terkadang banyak yang iri akan kedekatan mas Tama dengan kedua putranya banyak yang tidak menyangka bahwa mas Tama bukan ayah kandung si kembar karena mereka selalu kompak.
ara diantar mang Idan ke rumah sakit tapi sebelumnya dia mampir ke cafe mengambil makanan di cafe untuk makan siangnya dan juga para suster di rumah sakit. sampai rumah sakit Ara langsung menuju ruang bayi membawa banyak makanan yang di bantu oleh mang Idan.
" assalamualaikum sus." ucap Ara ketika memasuki ruang tunggu bayi.
" walaikum salam mom."
" Bu saya taruh di sini ya. kalau begitu saya permisi dulu mau langsung ke sekolah si kembar." pamit mang Idan.
" iya mang, makasih ya." mang Idan pun keluar dari ruang rawat bayi.
" sus saya bawain makanan nih nanti di bagikan ke yang lain." ucap Ara.
" ya Allah mom. jadi ngerepotin."
" nggak kok."
tak lama baby Fasya keluar dari kamar bayi di gendong salah satu suster di sana.
__ADS_1
" assalamualaikum anak mama." ucap Ara sambil mengambil baby Fasya dari gendongan suster.
" walaikum salam mommy, Fasya punya berita bahagia buat mommy." jawab suster tersebut sambil menirukan suara anak kecil.
" berita apa sus."
" suster Melda yang akan menjelaskan." suster Melda adalah suster kepala di ruang bayi.
" oh iya Bu tadi dokter mawar sudah periksa baby Fasya sebelum ibu datang dia bilang kondisi baby Fasya bagus berat badannya juga sangat pesat. dokter mawar bilang kalau hari ini baby Fasya bisa di bawa pulang tapi harus nunggu dokter mawar dulu soalnya dia ada operasi sampai jam dua. nggak apa-apa kan Bu." jelas suster Melda
Ara yang mendengar penuturan suster Melda sangat bahagia. Ara sampai mengeluarkan air mata karena terlalu bahagia.
" makasih ya sudah, saya senang banget akhirnya bisa kumpul dengan baby Fasya."
" iya Bu kami juga senang. oh iya sudah waktunya baby Fasya di beri ASI Bu soalnya sudah hampir dua jam dari pemberian asi yang tadi." ucap suster Melda.
Ara pun memberikan asi ke Baby Fasya sambil Ara menelpon mas Tama.
" angkat aja dulu tam, siapa tahu penting." ucap pangdam yang kebetulan sangat mengenalnya karena sang pangdam adalah adik letting papa dan papi mertuanya.
" siap dan, mohon izin angkat telpon dulu." ucap mas Tama.
" siapa tam?." tanya pangdam yang melihat raut wajah Tama sedikit tegang.
" istri saya dan, saya angkat telpon dulu Ndan takut ada apa-apa soalnya istri saya lagi di rumah sakit."
Tama sedikit menjauh untuk mengangkat telponnya. karena panggilan telpon Ara sudah mati jadi mas Tama yang menghubungi Ara.
" assalamualaikum sayang, ada apa? kamu nggak apa-apa kan? atau jangan-jangan ada apa-apa sama baby Fasya? sayang nggak ada apa-apa kan sama Fasya? " serentetan pertanyaan dari mas Tama.
" walaikum salam mas, kamu tuh ya bikin aku binggung mau jawab apa pertanyaan kamu banyak banget."
" maaf sayang mas khawatir."
__ADS_1
" Alhamdulillah aku sama baby Fasya nggak kenapa-kenapa. aku cuma mau menyampaikan berita bahagia tadi Suster bilang kalau baby Fasya sudah di perbolehkan untuk di bawa pulang hari ini tapi harus nunggu dokter mawar dulu dia lagi ada operasi sampai jam dua siang."
" Alhamdulillah, tapi gimana mas. sedang menemani Dandim kamu telpon mama atau mami buat bantu kamu ngurus surat kepulangan baby Fasya. maafin mas ya nggak bisa dampingi kamu." ucap mas Tama
" nggak apa mas, Ara bisa ngerti kok. nanti Ara telpon mama sama mami buat bantu Ara kok mas tenang aja nggak usah khawatir. sudah dulu ya mas Ara mau telpon mami sama mama dulu. assalamualaikum."
" walaikum salam."
Tama pun kembali bergabung dengan pangdam dan Dandim nya.
" kenapa tam, ada masalah?." tanya pangdam.
' nggak ada dan, cuma ngabarin kalau anak kami sudah bisa di bawa pulang." ujar Tama.
" terus siapa di rumah sakit.'
" ada istri saya sendirian paling nanti mami atau mama nyusul ke rumah sakit."
" pak Dandim kemari selain sama Tama sama siapa lagi " tanya pangdam
" masih ada dua ajudan saya."
" mohon izin Dandim biar kan Tama pulang duluan mengurus kepulangan putranya.' ucap pangdam.
" siap dan, saya juga ingin menyuruh pulang duluan."
" ya udah tam sekarang kamu susul istri kamu di rumah sakit.'
setelah mendapat izin dari pangdam dan juga dandim nya Mas Tama pun bergegas menuju parkiran untung tadi dia membawa mobil sendiri. sebelumnya mas Tama menelpon Ara bahwa dia akan berangkat ke rumah sakit dan saat ini mas Tama sedang dalam perjalanan.
habis mendapat telpon dari mas Tama Ara buru-buru kembali menghubungi mama dan maminya untuk tidak ke rumah sakit tapi menunggunya di rumah saja. Ara juga tidak lupa memberitahukan berita bahagia ke bang Faris, bang Farrel, Kimi, langit, Anggia dan juga para sahabatnya. dan mereka sangat antusias menyambut kepulangan baby Fasya.
orang tua dan juga mertuanya tidak kalah bahagia mereka langsung bersiap-siap setelah di beritahu Ara tentang kepulangan baby Fasya. mereka kompak membuat pesta kecil penyambutan baby Fasya. mereka akan mengadakan makan malam bersama
__ADS_1