
Tama hanya diam melihat istrinya dia merasa ada yang nggak beres dengan istrinya. sebenarnya istrinya kenapa tidak kedinginan tapi Makai selimut sampai ke leher. kalau nggak kedinginan pasti akan sangat pas memakai selimut seperti itu. Tama pun merasa kasihan kalau sampai istrinya kepanasan dan dia berencana akan memaksa Ara untuk tidak pakai selimut sampai ke leher.
Tama terpaksa menarik selimut yang istrinya pakai karena dia merasa ada yang di sembunyikan. mata Tama langsung terbelangkak melihat apa yang di pakai oleh istrinya. cukup lama Tama Hanya bengong melihat keindahan di depan matanya. akhirnya Tama tersadar dari lamunannya dia pun langsung tersenyum senang saat Ara memanggil namanya.
" mas.. malah bengong sini selimutnya." pinta Ara.
Tama pun langsung menyentuh pipi Ara karena dia sudah tidak tahan ini mencicipi bibir mungil Ara dia pun langsung mengecup bibir Ara. karena tidak ada respon dari Ara Tama pun mencoba ******* bibir Ara. cukup lama Tama bermain di bibir milik Ara sampai akhirnya Ara pun membalas ciuman Tama. mereka mulai sama sudah terbakar oleh hasrat masing-masing. akhirnya Tama meminta izin kepada Ara.
__ADS_1
" sayang boleh ya." Ara hanya mengangguk memberi tanda kalau Tama boleh melakukan lebih.
Tama kembali mencium Ara puas dengan bibir Ara. Tama mulai menciumi leher jenjang Ara sambil tangannya mencari gunung kembar milik Ara. Tama mencoba meremas gunung kembar milik Ara dari luar. Ara hanya bisa mendesah saat Tama menyentuhnya. akhirnya pergulatan panas itu pun terjadi.
Ara terganggu tidurnya saat cahaya mencoba masuk ke celah-celah hordeng kamar hotel. Ara pun membuka matanya terlhat langit sudah terang entah saat ini sudah jam berapa?. karena Ara baru tertidur habis subuh. dia merasa badannya sakit semua karena melayani ***** Tama yang seakan tidak ada habisnya.
Ara pun mencoba mengangkat tangan Tama yang melingkar di pinggangnya pelan-pelan agar tidak bangun. dengan penuh perjuangan akhirnya Ara bisa menyingkirkan tangan Tama. Ara pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi tapi sebelumnya dia mengambil baju ganti yang akan dia bawa ke kamar mandi.
__ADS_1
" bisa nggak sih gak usah gedor-gedor juga sudah tahu ada orang di dalam." Ara mendumel di dalam kamar mandi.
Tama yang bangun dari tidurnya karena dia meraba kasurnya ternyata kosong . Tama pun langsung membuka matanya mencari istrinya sampai suara gemericik air di dalam kamar mandi. Tama pun langsung turun dari tempat tidur. berharap istrinya tidak mengunci pintu kamar mandi dengan begitu bisa mandi bareng istrinya. tapi ternyata Tama salah pintu kamar mandinya di kunci.
tok..tok...
" yang buka dong yang." teriak Tama dari luar kamar mandi.
__ADS_1
Tama terus memanggil istrinya agar di bukain pintu kamar mandinya. cukup lama Tama mengedor-gedor pintu.
sedangkan Ara yang merasa terganggu oleh gedoran pintu yang di ketuk sama suaminya dia pun buru-buru menyelesaikan mandinya. di segera memakai pakaiannya setelah rapi dengan pakaian santainya dan rambut basahnya juga sudah dia balut dengan handuk kecil. dia pun langsung membuka pintunya dengan perasaan kesal.