Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
92.


__ADS_3

Tama pun melaju mobilnya menuju warung pecel lele di dekat taman kota. sampai sana tempat yang lumayan ramai Ara dan Tama pun langsung mencari tempat duduk.


" mas mau lele atau ayam." tanya ara


" lele aja."


" di bakar atau di goreng."


" di goreng aja."


" ya udah aku pesan dulu ya." Ara pun pergi memesan makanannya.


" pak pesan lele gorengnya satu, lele bakar 1, tempe 2, tahu 2, kol gorengnya 1 minumnya es jeruk aja."


" di tunggu ya neng."


Ara pun balik ke mejanya saat dia berjalan ada segerombolan anak perempuan mereka sedang berbicara.


" sudah cepetan sana ajak kenalan."


" loe aja."


" cepetan sayang tahu kalau nggak kenalan udah ganteng, macho lagi, gue rasa perutnya kaya roti sobek."


Ara belum tahu siapa yang di bicarakan oleh mereka sampai keempat perempuan itu menghampiri Tama. Ara mencoba menghentikan langkahnya dia mau lihat apa yang dilakukan para cewek ganjen itu.

__ADS_1


" hallo mas, sendirian aja. boleh kenalan ga?." sapa salah satu dari mereka.


Tama hanya mengangkat kepalanya melihat siapa yang menyapa dan kembali menatap layar handphonenya.


karena tak ada jawaban mereka pun tak patah semangat dua orang dari mereka langsung duduk di kursi depan Tama.


" hai mas nama saya Wulan kita boleh ya gabung di sini." ucapnya seimut mungkin.


" kalian bisa pergi dari sini." ucap Tama datar dan tegas.


" wow akhirnya bicara juga."


Tama yang terganggu dengan ulah mereka dia pun langsung mencari sosok istrinya.


para perempuan itu pun langsung melihat siapa yang di panggil Tama. sedangkan Ara yang tahu suaminya butuh bantuan mengusir ulat bulu pun segera menghampiri mereka.


" kamu lama banget sih." tanya Tama.


" aku angkat telpon dari anak-anak mereka nanyain kapan nyusul mereka." entah mengapa anak-anaknya seakan tahu kalau sang ayah lagi di goda oleh perempuan gatel mereka video call di saat yang tepat.


" nih ayah kalian." ucap Ara sambil memberikan ponselnya ke Tama.


para perempuan itu hanya menonton interaksi antara Ara dan Tama tanpa mereka beranjak pergi.


" maaf kalian kenal dengan suami saya." tanya Ara.

__ADS_1


" maaf mbak." mereka pun langsung beranjak pergi keluar dari warung pecel lele.


" anak-anak sekarang pada berani-berani pada nggak takut. asal ngajak kenal." ujar si ibu yang berada di sebelahnya meja Ara.


" iya Bu."


" maklum neng tidak didik sopan santun." timpal si suami ibu tersebut.


Ara pun hanya tersenyum menanggapinya.


" anaknya gak ikut neng." tanya si ibu.


" nggak Bu mereka lagi pergi ikut nenek dan kakeknya." Jawab Ara sopan.


" sudah berapa putranya? cewek atau cowok."


" satu Bu cowok tapi kembar."


" wah pasti ganteng ya, orang mama dan papanya cakep." ucap si ibu.


pesanan Ara pun datang, si ibu yang melihat pesanan Ara datang mereka pun pamit karena mereka pun sudah selesai makan.


" mas sudah di matiin dulu telponnya, nanti telpon lagi." ucap Ara.


Tama pun mengakhiri video call nya dengan anak sambungnya. dan mereka pun mulai makan. selesai makan mereka pun pulang ke rumah tapi sebelum Ara mampir terlebih dahulu membeli susu anaknya karena susu mereka sudah habis dan di sana nggak ada. jadilah mereka meminum susu kotak kemasan.

__ADS_1


__ADS_2