Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
67.


__ADS_3

Ara pun memutuskan untuk pulang karena sudah sore.


" shel, gue balik duluan ya." ucap Ara.


" ya udah, hati-hati di jalan ya."


" assalamualaikum."


" walaikum salam."


Ara pun keluar cafe menuju mobilnya, dia pun bergegas meninggalkan cafe karena ingin pulang ke temu dengan buah hatinya. tapi di tengah anaknya telpon kalau mereka minta di belikan donat. Ara pun terpaksa membelokkan mobilnya ke toko kue langganannya.


Ara pun memarkirkan mobilnya di depan toko. setelah itu dia pun bergegas masuk. toko kuenya lumayan ramai setelah memesan pesanannya Ara harus menunggu karena ada pesanannya yang belum ready.


saat Ara menuju tempat untuk menunggu Ara melihat ada 2 orang yang Ara kenal satu orang dari masa lalunya, cinta pertamanya yang harus dia kubur karena dia harus menikah dengan Dafa. dan satu lagi istri sahabat papinya yang juga mama dari masa lalunya. karena tidak sopan kalau tidak menyapa, Ara pun langsung menghampiri mereka.


" Tante Widya, apa kabar?" tanya Ara sambil mencium tangannya.


" Ara, ya Allah nak. Alhamdulillah Tante sehat. " Tante Widya memeluk Ara erat.


" Ara, Tante minta maaf atas kelakuan Nadia." ucap Tante Widya sedih.


" sudah lah Tan, jangan di bahas lagi. Ara sudah memaafkan jadi Tante dan keluarga jangan lagi merasa bersalah." ujar Ara.


" ya Allah nak, makasih ya."


" apa kabar Ra." sapa mas Tama.

__ADS_1


jantung Ara sebenarnya berdetak kencang. dia sangat gugup bertemu lagi dengan mas Tama. walaupun sudah berapa kali ketemu tapi kami tidak pernah menyapa.


" baik mas, mas Tama sendiri gimana kabarnya?."


" Alhamdulillah baik."


" nak, tadi anak-anak kamu ke rumah sama mami dan papimu.' ucap Tante Widya.


" iya mami dan papi tadi pagi bilang mau bawa anak-anak jenguk om Lukman." ucap Ara.


tak lama pesanan Ara selesai pegawai toko memberikan kue pesanan Ara.


" pesanan Tante belum selesai." tanya Ara ke Tante Widya.


" belum nak, pesanan Tante lumayan banyak soalnya mau di bawa langit pulang ke Jogja." ujar Tante Widya.


" iya, dia lagi ada di sini."


tak lama ponsel Ara berdering Ara pun mengangkat telponnya.


" hallo nak ada apa?"


.................


" iya ini mama mau pulang, tunggu ya."


Ara pun menutup telponnya.

__ADS_1


" Tante Widya, mas Tama Ara duluan ya, soalnya anak Ara sudah nelpon. mereka sudah nggak sabar mau makan donat pesanannya." pamit Ara.


" oh iya nak, kasihan mereka." ucap Tante Widya.


" assalamualaikum."


" walaikum salam."


Ara pun meninggalkan toko kue menuju rumah.


Tama POV


tiba - tiba seorang wanita menghampiri dirinya yang sedang berada di toko kue bersama sang mama. jantungku berdetak kencang saat tahu siapa wanita itu. wanita yang dia cintai sampai saat ini.


" Tante Widya, apa kabar?" tanya Ara sambil mencium tangan mama


" Ara, ya Allah nak. Alhamdulillah Tante sehat. " mama langsung memeluknya.


" Ara, Tante minta maaf atas kelakuan Nadia." lanjut mama


" sudah lah Tan, jangan di bahas lagi. Ara sudah memaafkan jadi Tante dan keluarga jangan lagi merasa bersalah." ujar Ara tersenyum ke mama.


" ya Allah nak, makasih ya." mama bahagia karena Ara sudah tidak mempermasalahkan tentang Nadia.


" apa kabar Ra?" aku mencoba menyapanya walaupun detak jantungku tidak dapat di ajak kompromi.


" baik mas, mas Tama sendiri gimana kabarnya?."

__ADS_1


" Alhamdulillah baik."


__ADS_2