
dengan terpaksa mas Tama pun mengikuti ucapan bang farrel. dia duduk di ruang tunggu dengan gelisah.
" Kimi ceritain yang sebenarnya." suara mas Tama datar dan dingin.
Kimi menelan ludahnya takut mendengar suara mas Tama seakan mengintimidasi.
" mas maafin Kimi, tapi sungguh Kimi juga nggak tahu kalau kak Ara ada di sana." ucap Kimi gemetar.
" ceritakan semuanya yang terjadi Kimi kami akan mendengarkan." ucap bang farel menenangkan Kimi yang sedang ketakutan.
" tadi Kimi mau berangkat ke kantor tapi angkot mogok akhirnya Kimi turun dekat sekolah Devan dan Devin. saat lagi nunggu angkot Kimi di samperin sama om dan tante Kimi dia menarik paksa Kimi untuk ke kantor notaris buat Nanda tanganin berkas peralihan perusahaan ayah yang tersisa. Kimi nggak mau Kimi berontak tapi mereka tetap memaksa menarik tangan Kimi. tiba-tiba ada yang membantu Kimi melepas tangan mereka tapi Tante Kimi mendorong wanita itu. dan Kimi baru sadar ternyata kak Ara yang nolongin Kimi setelah kak Ara jatuh Kimi langsung teriak minta tolong dan untungnya ada mang Idan datang kami pun membawa kak Ara ke rumah saki. maaf mas Tama tapi demi Allah Kimi nggak tahu kalau kak Ara di sana." tangis Kimi pecah.
" sudahlah Kim, sekarang lebih baik kamu bantu doa aja semoga kak Ara dan bayinya selamat." ucap mas Tama.
Kimi hanya diam.
tak lama dokter pun keluar dari ruang operasi. mas Tama, bang farrel dan Kimi langsung menghampiri dokter tersebut.
" gimana dok keadaan istri dan anak saya?." tanya mas Tama.
" Alhamdulillah pak, ibu dan anaknya selamat. dan selamat pak anak bapak berjenis kelamin laki-laki. '
" Alhamdulillah ya Allah makasih dok, boleh saya lihat istri saya dok."
" silahkan pak sekalian bisa adzanin bayinya." mas Tama pun masuk ke dalam ruang operasi.
mas Tama yang masuk ke dalam ruang operasi melihat istrinya masih belum sadarkan diri. mas Tama pun langsung memeluk istrinya.
" saya bangun sayang anak kita sudah lahir." lirih mas Tama.
" permisi pak." ucap suster.
" sus kenapa istri saya belum sadar."
" karena istri bapak masih pengaruh obat bius. oh iya pak silahkan adzanin bayinya,"
mas Tama pun mengikuti suster itu ke sebuah ruangan. dan seorang suster lagi memberikan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ke mas Tama. mas Tama meneteskan air mata nya karena haru mengendong bayi mungil nya. mas Tama mulai mengadzani bayi mungil tersebut. setelah selesai suster pun mengambil bayi tersebut kembali.
" maaf pak karena bayi bapak prematur jadi untuk sementara kami harus menaruh di inkubator." mas Tama pun dengan berat hati memberikan bayi mungilnya ke suster kembali ke Ara.
" sayang kamu harus bangun sayang lihat anak kita tampan sekali sayang. terima kasih sayang." bisik mas Tama di telinga Ara.
" maaf pak pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat."
sedangkan di luar ruang operasi.
mami dan papi langsung menuju rumah sakit begitu bang Farrel memberitahukan.
" Farrel, Kimi." panggil mami dan papi.
__ADS_1
" mami, papi."
" gimana keadaan Ara rel."
tak lama papa Lukman, mama Widya dan juga langit kebetulan sedang bertugas di sini. datang menghampiri keluarga Ara.
" gimana keadaan Ara?." tanya mama Widya panik.
" Alhamdulillah Ara dan bayinya selamat."
semua orang yang di sana mengucap syukur.
" anaknya laki-laki atau perempuan rel." tanya papi.
" laki-laki Pi."
" terus Tama kemana?." tanya papa lukman.
" Tama ada di dalam pah sedang mengadzani bayinya."
tak lama pintu operasi di buka keluarlah Ara yang masih belum sadarkan diri di dorong oleh suster juga mas Tama. mereka yang melihat itu pun mengikuti sampai di ruang rawat. setelah sampai ruang rawat Ara, mas Tama baru sadar ternyata sudah ada orang tua dan juga mertuanya.
" Ara nggak apa-apa kan tam." tanya mami.
" nggak apa-apa mi, hanya masih terpengaruh obat bius mih sebentar lagi siuman."
" Tama mama mau lihat anak kamu."
" Alhamdulillah." jawab mereka serempak.
" ayo jeng Widya kita lihat cucu kita." ajak mami.
" ayo jeng aku juga sudah nggak sabaran mau lihat."
" papi juga."
" papa juga."
akhirnya semuanya menuju ruang bayi tinggal mas Tama menemani Ara.
tak lama Ara pun sadar dia membuka matanya menyesuaikan matanya dia binggung berada dimana.
mas Tama yang melihat Ara sadar langsung mencium keningnya." sayang kamu sudah sadar.'
" aku dimana mas."
" kamu di rumah sakit sayang."
Ara yang baru ingat kalau dia terjatuh tadi dia langsung memegang perutnya betapa kagetnya saat di pegang ternyata perutnya kempes.
__ADS_1
" mas kenapa perut Ara kempes mas... mas bayi kita mas." ucap Ara histeris.
" sabar sayang anak kita baik-baik saja dia terpaksa harus dilahirkan. anak kita laki-laki sayang karena prematur jadi harus masuk inkubator." Ara bernapas lega.
" mas aku mau lihat anak ku mas."
" nanti ya sayang mas tanya dokter dulu."
tak lama yang lainnya pun kembali ke ruang rawat Ara. mereka mengucapkan selamat dan gantian memeluk Ara.
siang hari kondisi Ara juga sudah lebih baik dokter pun mengizinkan Ara untuk menemui bayinya menggunakan kursi roda. sampai ruang rawat bayi suster pun mengantar Ara ke bayinya.
air mata Ara lolos seketika melihat malaikat kecilnya berada di dalam inkubator. tapi Ara langsung bahagia begitu suster memberikan malaikat kecil ke dalam dekapan Ara.
" mas anak kita mas."
" iya sayang ganteng ya."
" tapi kenapa mirip kamu semua sih."
" ya kan memang aku ayahnya ya pasti mirip aku. tapi hidungnya mirip kamu mancung."
" masa cuma hidung doang sih nak."
" gak apa-apa sayang yang penting sehat. terima kasih ya telah melahirkan jagoan kecil di tengah keluarga kita."
" sama- sama mas, Ara sang bahagia jagoan kita lahir dengan selamat walaupun belum waktunya."
setelah melihat bayinya Ara pun kembali ke ruang rawat.
" gimana dek bayi loe? gak ada bagian lie di dia semua mirip Tama nggak beda." ledek bang farel.
" rese, tapi hidungnya mirip Ara tahu."
" kasihan cuma hidung aja yang mirip."
" bang farel nyebelin deh, ingat loe bang kak Audrey tiga bulan lagi melahirkan entar mirip kak Audrey semua Lo."
" nggak apa-apa, orang bikinnya berdua." tawa bang farel pecah karena berhasil meledek adiknya.
" sayang kalian sudah menyiapkan nama belum." tanya mami.
" sudah mih." jawab Ara.
" siapa?."
" Gaishan raffasya hafis wijaya, artinya laki-laki tampan yang memiliki kedudukan tinggi dan selalu melindungi banyak orang."
" panggilannya."
__ADS_1
" Raffa."