
dua puluh menit berlalu laporan sudah di cek oleh Ara selesai. melihat Ara sudah selesai mengecek laporan. Sheila langsung menghampiri meja Ara.
" sudah selesai kan." tanya Sheila.
Ara yang melihat Sheila memang seperti butuh bicara dengan dia Langsung menutup laptopnya dan menghadap ke Sheila yang duduk di bangku depan.
" ya sudah mau curhat apa." ucap ara
" Ra gue butuh pendapat loe "
" kalau bisa gue bakal kasih pendapat."
" jadi gini Ra, dua bulan ini gue sama Riko dekat."
__ADS_1
" lah emang kita dekatkan." potong Ara.
" iya kita dekat tapi dua bulan ini hampir setiap hari Riko pasti telpon gue nanya kabar? bukan hanya sekali sehari dia telpon gue bisa dua sampe tiga kali dalam sehari telpon gue. dan semalam dia telpon dia bilang mau nggak gue nikah sama dia. kalau mau dia pulang ke Indonesia secepatnya dan melamar gue. gue binggung Ra."
" kalian pacaran."
" nggak Ra, tapi Riko bilang dia nggak mau pacaran mau langsung nikah pacarannya nanti aja habis nikah. gue takut kalau gue buat pelarian Riko doang Ra. takut dia belum move on sama Dita." ucap Sheila.
" Riko nggak mungkin kaya gitu shel, kita kenal dari kecil tahu sifat Riko kaya gimana? ."
" gini ya, Dita sama Riko sudah putus enam tahun yang lalu dan selama itu Riko tidak pernah ngenalin perempuan lain ke kita. tapi bukan berarti Riko belum move on shel. Loe tau gimana Riko dulu sayang banget sama Dita trus tiba-tiba Dita mutusin begitu aja. Riko perlu waktu buat nata hatinya shel. gue aja ya shel loe tahu sendiri tahu dulu gue cinta banget sama mas Tama tapi gue terpaksa harus menikah sama Dafa. dan gue beruntung Dafa mencintai gue dan dengan sabar dia menunggu untuk gue membuka hati. walaupun gue sudah membuka hati gue untuk Dafa, gue nggak bisa membohongi bahwa jauh di dalam hati gue masih ada nama mas Tama. dan begitu pun sebaliknya sekarang gue sudah ada mas Tama tapi nama Dafa masih ada di hati gue. dengan tempatnya sendiri. begitu pun Riko, Riko nggak mungkin melamar gue kalau dia belum yakin dengan hatinya dia." ujar Ara.
" mudah-mudahan sih apa yang di katakan loe benar Ra, tapi gue mau mantapkan hati gue dulu Ra."
__ADS_1
" loe ada rasa sama riko." tanya Ara.
" sebenarnya sudah dari dulu gue sudah suka sama Riko tapi perasaan itu gue kubur pas tahu Riko suka dan pacaran sama Dita." ucap Sheila sambil membuang nafas kasar.
" sekarang perasaan lor gimana?."
" jujur gue senang banget Riko sering telpon gue dan gue tambah senang waktu dia ngajakin gue nikah. tapi Ra gue harus mantapin hati gue biar nanti nggak kecewa " ucap Sheila tersenyum.
" gue dukung apa pun keputusan loe."
" makasih ya Ra." Sheila langsung memeluk Ara.
" oh iya loe suka komunikasi sama Dita." tanya Ara.
__ADS_1
" nggak terakhir ya pas Dafa meninggal setelah itu gue gak komunikasi sama dia. cuma pas loe mau nikah dia telpon Alika nitip hadiah buat loe. udah setelah itu kita semua los contacts." ucap Sheila.
" iya kenapa dia jadi ambisius ya "