
Ara yang melihat kimi sedang duduk dengan Sheila berdua saja, Ara pun segera menghampiri mereka.
" Kim, boleh kakak tanya sesuatu." tanya Ara ke Kimi seketika wajah Kimi berubah tidak tenang.
" bo..boleh kak." jawab Ara gugup.
" kakak mau kamu jujur dengan kakak Kimi sebenarnya kamu ada perasaan nggak sih dengan bang Faris. jujur saja Kimi kakak nggak akan marah kakak akan menghargai keputusan kamu." Ara berhenti sebentar melihat reaksi Kimi baru dia melanjutkan lagi. " kalau kamu tidak suka dengan bang Faris bilang Kim jangan menghindarinya."
" ma..maaf kak, Kimi nggak ada perasaan apa-apa sama bang Faris Kimi lagi suka seseorang kak teman kampus Kimi. maaf kak."
" ya udah nggak apa-apa. jadi nanti kakak bisa bilang ke bang Faris supaya gak mengharapkan kamu lagi. oh iya kamu masih magang di kantor papi."
" sudah nggak kak." tak lama ponsel Kimi berbunyi Kimi pun meminta izin mengangkat telponnya. tak lama kimi datang lagi tapi dengan muka yang tampak kebingungan.
" kenapa Kim kok binggung.'
" maaf kak, kalau Kimi nggak nginap kamu nggak apa-apa kan."
" memangnya kenapa?." tanya Ara.
" maaf kak Kimi mau pergi sama teman kampus Kimi buat melayat teman kami yang meninggal di Bandung. ini teman Kimi telpon tanya Kimi mau ikut nggak."
" terserah kamu tapi kamu pulang naik apa biar diantar mang Idan ya.'
" nggak usah kak, teman Kimi udah jemput kok kebetulan dia ada di sekitar sini."
" oh ya udah."
setelah pamitan Kimi pun pergi meninggalkan rumah Ara.
" Ra Lo lihat ada yang aneh gak sama Kimi? apa perasaan gue aja." ucap Sheila saat menemani Ara menidurkan Fasya.
" iya gue juga berpikiran begitu nanti gue coba cari tahu."
" oh iya Ra, nanti lo bantuin gue kasih pendapat tentang persiapan pernikahan gue sama Riko."
__ADS_1
" siap gue jadi nggak sabar mau jadi seragam panitia."
" Lo kira agustusan kali seragam panitia." kami pun berdua tertawa.
keesokan harinya kak Kinan telpon Ara.
" assalamualaikum."
" walaikum salam kak, apa kabar? semuanya sehat kan."
" Alhamdulillah sehat. oh iya kita mau ke rumah kamu. kamu ada di rumah atau pergi ke rumah sakit."
" ada di rumah kak, Alhamdulillah anak aku sudah di rumah kak jadi kalau mau ke rumah silahkan Ara tunggu."
" ya sudah kakak langsung berangkat ya. paling setengah jam lagi sampai."
" oh kak udah berangkat dari Bandung."
" iya ini sudah mau keluar tol. sudah dulu ya assalamualaikum."
setelah menerima telpon dari kak Kinan Ara langsung menghampiri mami dan mama mertuanya untuk memberitahukan kalau keluarga Dafa mau datang.
dan benar saja tiga puluh menit kemudian keluarga Dafa datang ke kediaman Ara. kini mereka sedang berkumpul di halaman belakang. dan kini Ara sedang duduk dengan kak Kinan, Sheila, kak Audrey dan kak Riani. jangan tanya baby Fasya sudah pasti dalam kekuasaan Oma, eyang dan neneknya.
" Ra kimi masih ngekost." tanya kak Kinan
" iya kak."
" sering nemuin kamu Ra." tanya kak Kinan lagi.
" jarang kak, dia nemuin Ara kalau Ara suruh baru dia datang."
" kamu tahu tempat kostnya Kimi."
Ara menatap mantan kakak iparnya dengan binggung karena sikap kak kinan seperti mengintrogasi.
__ADS_1
" yang lama Ara tahu tapi yang baru Ara nggak tahu Kimi nggak mau ngasih tahu Ara. bang Faris juga kalau nganterin Kimi pasti minta di turunin di tengah jalan. memangnya kenapa kak."
" Faris lagi ada hubungan sama Kimi."
" bang Faris suka sama Kimi kak tapi kimi nggak suka sama bang Faris. sebenarnya ada apa sih kak."
" kita harus menyelidiki Kimi deh Ra "
" menyelidiki Kimi maksudnya?."
" kamu lihat ini." kak Kinan memperlihatkan handphonenya ke Ara dan di sana ada. sebuah Vidio Ara nggak tahu itu apa.
" kamu lihat dengan benar." ucap kak Kinan.
" aku mau lihat Ra." ucap Sheila yang merapatkan tubuhnya ke ara.
Ara pun memulai memutar videonya dalam video tersebut Kimi sedang jalan sambil di rangkul oleh seorang laki-laki yang usianya lebih tua dari Kimi. mungkin usia pria tersebut sekitar empat puluh lima tahun atau lebih. pakaian Kinan juga sangat minim mereka memasuki sebuah club yang Ara nggak tahu itu dimana?.
" kak bisa jelasin ke Ara."
" Ra jadi kan semalam kakak paling akhir berangkatnya karena mas Yudha ada kerjaan. kalau yang lain sudah berangkat dari sore nah tiba-tiba mobil kami bocor di depan club tersebut saat kak sama mas Yudha nunggu montir kakak lihat Kimi baru keluar dari mobil di depan mobil kakak. karena kak penasaran dan juga takut salah kak video call sama Kinan dan Kinan bilang itu memang Kimi dia keluar dari mobil sambil merangkul mesra pria tersebut. karena sudah memastikan kalau itu Kimi kakak memutuskan untuk mengirim orang untuk mengawasi Kimi. sekarang kamu lihat video selanjutnya.
Ara pun melihat lagi video yang di sodorkan oleh kak Riani. terlihat Kimi sudah di dalam club Kimi sedang duduk di bangku dan Kimi terlihat memeluk pinggang pria tersebut tak lama datang satu pria yang juga masih seumuran dengan pria yang di peluk Kimi. pria itu datang dan duduk sebelah Kimi setelah pria itu duduk dekat Kimi. Kimi langsung melepas pelukannya lalu mencium pria yang baru datang bukan mencium tapi ******* bibir si pria tersebut. dan selanjutkan kedua pria itu bergantian mencumbu dan menggerayangi tubuh kimi. setelah itu mereka beranjak keluar dari club dan orang suruhan kak Riani masih terus mengikuti sampai mereka berhenti di hotel. Ara yang melihat itu kaget banget dengan kelakuan Kimi.
" kak." ucap Ara yang Binggung mau bilang apa.
" betulkan Ra apa yang gue bilang semalam ada yang aneh dari Kimi." ucap Sheila.
" jadi Ra kita sepakat mau menyelidiki Kimi. menurut kamu gimana?." tanya kak Kinan.
" kayanya memang harus deh kak. oh iya deh kak Ara kaya pernah lihat salah satu pria tersebut."
" kedua pria tersebut adalah suami dari adiknya papanya Kimi."
" astaghfirullah aladzim." Ara dan Sheila kaget.
__ADS_1
" oh iya kak Ara baru ingat pernah melihat pria yang baru datang menghampiri Kimi. sebelum Ara melahirkan jadi waktu itu Ara habis mengantar si kembar sekolah saat akan kembali ke mobil Ara melihat Kimi di tarik paksa oleh wanita paruh baya Kimi sempat memberontak tapi wanita paruh baya tersebut seperti kesetanan sama sekali tidak mau melepaskan Kimi. pria tersebut juga mencoba melepaskan cengkraman dari Kimi sampai akhirnya Ara membantu dan terjadilah kecelakaan itu yang menyebabkan Ara harus segera dilahirkan bayinya sebelum waktunya.' jelas Ara.