
Setelah berpikir lama Ara memutuskan untuk pergi diam-diam. Ara pun memasukkan bajunya ke dalam ransel dan bersiap-siap. Ara tidak lupa bilang ke Riko untuk tidak menjemputnya di rumah tapi ketemuan di rumah Dita. Awalnya Riko bersih keras kalau dia bakal jemput Ara. Tapi Ara bilang kalau dia bakal di antar mang Diman ke tempat Dita. Setelah ngasih kabar Riko Ara pun bergegas mengambil ranselnya dia mencoba turun melalui pohon mangga yang dekat dengan balkon kamar ara. Ara turun dengan hati - hati sampai bawah dia mencoba melihat situasi setelah situasi aman. ara berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan, akhirnya Ara pun berhasil keluar dari rumah. Setelah berada di jalan raya Ara langsung menghentikan taksi dan pergi menuju rumah Dita
sampai rumah Dita Ara langsung masuk ke dalam. Dita yang melihat Ara langsung memeluk Ara.
" Ara, ayah gue udah gak ada?" ucap Dita terisak.
" yang sabar ya. loe harus kuat ada bunda April yang harus Lo jaga. bokap Lo udah tenang di sana." Ara mencoba menenangkan Dita
Riko jam lima sore sudah datang dan kami pun memutuskan untuk langsung berangkat.
dikediaman Ara
semua sudah berada di meja makan.
" bi ijah tolong dong panggilkan Ara suruh makan malam." ucap mami
" baik nyonya." bi ijah pun naik ke atas untuk memanggil Ara. karena tak ada jawaban dan pintu kamar ara di kunci bi ijah pun kembali ke ruang makan.
" maaf nyonya bibi sudah panggil- panggil tapi nggak ada jawaban pintunya di kunci."
" coba kamu ambil kunci cadangan mi. pasti Adek ketiduran." ucap papi menyuruh mami.
__ADS_1
mami pun mengambil kunci cadangan dan bergegas ke kamar ara. Di buka nya pintu kamar terlihat ruangan gelap, mami pun menghidupkan lampu kamar ara dan terkejut karena tidak mendapatkan keberadaan Ara.
" papi ...." teriak mami histeris. papi, Faris dan farel pun bergegas menemui mami.
" kenapa mi? " tanya papi khawatir
" Ara gak ada Pi." ucap mami nangis
" gak ada gimana?" kata papi
" Ara gak ada di kamar nya Pi." ucap mami sambil menangis.
" mami tenang dulu kita cari Ara sekitar rumah." ucap papi menenangkan mami. semua orang mencari keberadaan Ara tapi tidak ketemu.
" gimana bang?" ucap mami cemas.
" handphone nya ga aktif." gak aktif.
" coba telpon Riko rel, siapa tau Ara ikut Riko." ucap Faris.
di tempat lain
__ADS_1
mobil Riko sedang berada di toll tiba-tiba ponsel Riko berdering dan dia langsung berbalik kearah Ara sambil menunjukkan siapa yang menelepon ke ponselnya dan disitu tertulis bang Farrel calling.
" jangan di angkat, Awas kalau di angkat gue marah sama Lo." ancam Ara.
" Lo gak izin." tanya Riko sambil mengubah ponsel nya menjadi getar saja karena iya tau kalau Riko tetap angkat di Pastikan Ara tidak akan berteman dengan Riko.
" iya gue gak izin, gue kesel sama papi nggak ngizinin gue. Dita kan butuh gue tapi papi gak ngertiin malah marah ke gue. lagian ga ada gue juga lamaran itu pasti akan berlangsung juga. ribet banget sih. " ucap Ara agak kesal.
" makasih ya Ra." ucap Dita yang terisak di pelukan Ara.
ternyata tidak hanya Riko saja yang bang farel hubungi tapi ke Dita dan mas Riki tapi karena ancaman Ara mereka pun mengabaikan panggilan dari bang farel. tapi diam-diam Riko mengirim pesan ke bang farel
📩 bang Farrel, Ara ikut kita ke Semarang dan maaf nggak angkat telponnya karena Ara ngancem kalau ngangkat telpon dari Abang dia bakal turun dari mobil dan pergi sendiri.
📩 ya udah jagain Adek gue ya ko.
" Ara ikut Dita ke Semarang Riko chat Abang." ucap bang farel.
" telpon Riko posisi nya ada dimana suruh berhenti dulu. papi akan nyuruh yoga buat jemput Ara." ucap papi marah. yoga adalah orang kepercayaan papi.
" biarin aja lah Pi toh perginya sama Riko dan Riki juga." bang farel mencoba menenangkan Papi nya.
__ADS_1
" pokoknya suruh yoga jemput Ara. anak itu besok Abang nya mau lamaran malah mementingkan temannya.".
" Pi, Ara ngancem Riko kalau mereka ngangkat telpon kita. makanya Riko cuma chat Abang tadi Riko sudah nyoba ngangkat telpon Abang saat mereka di rest area tapi baru Riko jawab telponnya Riko bilang Ara keluar mobil dan lari menjauh dan Riko pun mematikan ponselnya buat ngejar Ara. kata Riko hampir dia kehilangan jejak Ara. jadi menurut Abang biarin aja Pi." ucap bang farel panjang lebar. mereka pun membiarkan Ara ikut Dita ke Semarang.