
pagi hari Ara bangun dan bersyukur asam lambungnya sudah turun. jadi Ara memutuskan untuk berangkat ke sekolah walaupun maminya sudah meminta izin. Setelah sarapan Ara pun mengendarai mobilnya ke sekolah.
sedangkan di hotel dua keluarga besar sedang berkumpul untuk sarapan.
" kalian kapan berangkat ke Maldives." tanya papi kepada pengantin baru.
"besok Pi. " jawab bang Faris
" terus masih mau nginep di sini atau gimana." tanya papi lagi
" ikut pulang bareng mami Papi soalnya Nadia mau lihat kamar yang bakal kita tempati. jadi kalau nanti ada yang Nadia gak suka interiornya biar bisa di renovasi selama kita pergi honeymoon." jawab bang Faris.
tak lama datang farel.
" mi Adek belum bangun tumben." tanya farel.
" adikmu pulang ke rumah semalam." ucap mama.
" apa!" ucap farel dan Faris bersamaan karena kaget.
" gimana bisa mami papi ngizinin adek pulang sendiri. terus adek pulang sama siapa?. tanya farel.
" sama mang Diman." kata mami.
" ya udah Abang pulang duluan ya mi, Pi" ucap farel.
" kamu mau pulang sama siapa?" tanya mami.
" sama Miko mi." Kata farel
" kamu nggak sarapan dulu rel." ucap mami yang melihat farel akan beranjak pergi
" nanti aja mi." ucap farel dan pergi dari sana.
farel pun sampai rumah ternyata Ara sudah pergi sekolah dan farel pun segera siap-siap untuk tugas. selepas farel berangkat tugas habis Dzuhur rombongan mami dan papi pun pulang.
__ADS_1
sampai rumah Faris menunjukkan kamar tidurnya ke pada istrinya setelah itu mereka istirahat menjelang ashar pasangan pengantin baru itu bangun dan melaksanakan shalat ashar.
" sayang nanti baju-baju aku taruh mana? liat lemari kamu aja sudah penuh lemarinya kecil." ucap Nadia manja.
" nanti beli lemari lagi taruh di situ." kata Faris sambil menatap istrinya.
" belum buat tas sama sepatu aku taruh di mana. emang di sini gak ada kamar yang lebih besar dari kamar ini." tanya Nadia
" ada beberapa kamar kosong kamu mau liat "
mereka pun melihat kamar kosong yang cocok untuk kamarnya.
" ini mah masih sama aja kaya kamar kamu." kata Nadia sambil memeluk Faris.
" ya mau gimana di rumah ini yang kamarnya lebih luas dari ini hanya kamar orang tua aku sama kamar Ara." terang Faris
" coba aku mau lihat kamar Ara."
Faris mengajak istrinya melihat kamar ara.
" wah... ini gede banget sayang kalau Segede ini barang-barang aku muat apalagi sudah ada ruang wardrobe nya udah ada lemari buat tas dan sepatu." ucap Nadia
" sayang aku mau kamar ini aja buat kamar kita."
" tapi ini kamar Ara sayang." ucap Faris penuh penekanan.
" pokoknya aku mau kamar ini. kan Ara bisa pindah ke kamar lain lagi pula barang-barang Ara juga gak banyak."
" tapi say.." ucap Faris ke buru di potong.
" kalau kamu gak mau kamu tinggal di sini aku di rumah aku." potong Nadia dan meninggalkan Faris.
" sayang tunggu dong." kejar Faris
" oke sayang nanti aku tanya dulu ya ke Ara." ucap Faris menenangkan istrinya.
__ADS_1
sampai makan malam pun sang adik belum pulang. dan Faris juga di buat pusing karena sang istri terus menanyakan soal kamar. Faris pun janji akan bilang sama orang tuanya sehabis makan malam. dan kini mereka sedang duduk santai di ruang keluarga hanya ada mami, papi, Faris dan istrinya.
" mi adek belom pulang." tanya Faris membuka obrolan.
" belum lesnya mundur jadi pulangnya juga mundur." ucap mami.
" bilang ga mi pulang jam berapa?" tanya Faris lagi.
" memangnya kenapa ria?. kali ini papi yang bicara.
" gak Pi ada perlu aja sama adek." jawab Faris sambil menggaruk dahinya.
" nggak Pi, kita mau tukeran kamar sama Ara. kalau di kamar Abang gak cukup buat barang kita berdua." ucap Nadia yang tidak sabar.
" nanti kita tanyain dulu ya sayang." ucap mami lembut.
" tapi kan mi Ara kan cuma sendiri sedangkan kita kan berdua yang lebih membutuhkan kamar besar kan."
" nanti kita tunggu Ara pulang dulu sayang." ucap Faris lembut.
" terus kita mesti nunggu jam berapa? sedangkan besok kita berangkat penerbangan pertama. aku sudah ngantuk." ucap Nadia meninggi.
" kalian tidur aja biar mami nanti yang bilang." ucap mami.
" tapi mami janji loh kita pulang kamarnya udah bisa di tempati. kalau belum biar aku di rumah ku bang Faris disini.". ucap Nadia
" kamu tenang aja papi jamin." ucap papi.
setelah pembicaraan itu mereka pun masuk ke kamar masing-masing.
" sayang kamu kok tadi ngomongnya begitu sih kesannya ngusir Ara dari kamar nya sendiri." ucap Faris ketika mereka sudah di kamar.
" ya udah, kalau kamu marah dan menganggap aku ngusir Ara. nggak apa-apa kalau kamu mau tinggal di kamar ini. aku juga akan tinggal di kamar aku di rumah mama." ucap Nadia kesal.
" kok gitu yang." ucap Faris lembut
__ADS_1
" karena barang- barang aku nggak muat di sini. kamu minta aku buat tinggal bersama orang tua kamu. tapi kamu nggak ngasih tempat yang cukup untuk barang-barang aku." ucap Nadia meninggi dan dia langsung memunggungi Faris.
Faris pun hanya bisa pasrah semoga adiknya mau bertukar kamar.