Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
116


__ADS_3

pagi ini Ara memulai aktivitasnya seperti biasa dari menyiapkan baju suami yang akan di pakai kerja, lanjut membangunkan Dua jagoannya untuk sekolah lalu membuatkan mereka sarapan.


kini Ara sudah berada di dapur sudah ada bi Sumi.


" pagi bi."


" pagi Bu, mau bikin sarapan apa Bu?" tanya bi Sumi.


" si kembar minta bikinin beef teriyaki sekalian buat bekal bi, terus bikin capcay aja bi. daging, sama bahan capcay ada kan bi."


" ada kok Bu."


" oh iya bi di rumah ada buah apa?.'


" ada anggur, apel, melon, semangka, strawberry sama alpukat kemarin mamanya pak Tama belanja Bu."


" oh, bi nanti bisa potongin buah buat Ara bawa ke rumah sakit."


" bisa Bu mau buah apa?"


" melon, apel sama anggur aja."


" iya Bu."


Ara dan bi Sumi mulai memasak sarapan dan setelah setengah jam berkutat di dapur akhirnya rampung masakan Ara.


" bi nanti di tata di meja ya, terus bi sari jangan lupa bekal si kembar saya tinggal ke kamar dulu ya."


" iya Bu."


Ara pun naik ke atas menuju kamarnya dan pas masuk terlihat mas Tama sedang pakai baju.


" mas aku kira masih tidur." Ara berjalan menghampiri suaminya.


" sudah sayang, hari ini mau ke rumah sakit jam berapa?."


" mungkin sekalian antar si kembar."


" nggak kepagian,"


" kepagian sih mas."


" kamu ke rumah sakit di temani siapa?"


" aku sama Sheila mas dia belum lihat baby Fasya jadi mau Nemani aku hari ini."


" Jangan pagi-pagi sayang, si kembar biar di antar mang Idan aja."


" ya udah nanti si Sheila biar jemput aku aja."


" kamu nggak mau ngasih morning kiss untuk Suami kamu ini biar semangat kerjanya."

__ADS_1


cup


Ara mencium bibir mas Tama tapi mas Tama menahan kepala Ara, mas Tama ******* bibir Ara sedangkan Ara hanya bisa pasrah.


" udah." ucap Ara saat mas Tama melepas pungutan bibirnya.


sedangkan mas Tama hanya cengengesan.


*******


saat ini Ara sudah sampai di rumah sakit bersama Sheila dan mereka langsung berjalan ke ruang bayi.


" permisi sus." ucap Ara ketika memasuki ruang bayi.


" oh iya mau ketemu Dede bayi ya. tunggu dulu ya saya ambil dulu Dede bayinya." ucap suster tersebut.


tak lama suster pun membawa baby Fasya.


" nih mom baby nya." ucap suster sambil menyerahkan baby Fasya ke gendong Ara.


" terima kasih ya sus."


" hello baby Fasya kenalin aku aunty Sheila." ucap Sheila sambil mengelus pipi baby Fasya.


" hallo juga aunty." jawab Ara menirukan suara anak kecil.


" ya Allah Ra ganteng banget ra, aduh gemesnya pengen cubit ra."


" enak aja anak gue mau di cubit."


" ya walaupun sama kan gue bikinnya sama dia shel. oh iya gue sampai lupa gimana riko? terus kapan nikahnya?."


" Riko masih menyelesaikan kerjaannya yang di sana. Minggu depan baru pulang baru kita ngurus pernikahan."


" tapi perasaan lo sama Riko sudah mantap kan. Lo harus percaya shel pantang bagi Riko untuk melihat ke belakang. jadi Lo harus percaya sekarang dan nanti kedepannya cuma ada Lo di hatinya. camkan itu."


" iya gue udah mantap sama Riko bahwa di hatinya cuma ada gue."


" bagus."


" oh iya anak-anak sudah jenguk Lo." tanya Sheila


" sudah Alika, Doni Sama Hendrik cuma Dita belum. gue sama anak-anak pas jenguk gue kemarin nelpon dia tapi dia sibuk banget."


playback


" kita telpon Dita yuk gue kangen dia" ucap Ara.


" boleh."


" boleh."

__ADS_1


" iya kita udah lama gak ketemu dia." ucap Alika.


mereka pun menelpon Dita.


" assalamualaikum Dita."


" walaikum salam."


" hai dit, apa kabar?."


" baik-baik aduh sorry ya gue lagi sibuk gue mau meeting dulu, assalamualaikum." dan telponnya langsung di tutup.


" walaikum salam."


" ya Allah Dita."


" mungkin beneran sibuk ka."


" gue pernah meeting sama Dita berapa bulan yang lalu ikut bos gue. Lo tahu sikap dia ke gue, kaya kita baru kenal gitu." ujar Hendrik.


" mungkin dia bersikap profesional kali."


" nggak Ra Dita udah berubah ta."


" berubah gimana?"


" berapa hari setelah ketemuan di meeting gue ke temu dia sama orang-orang high-class Ra, gue negur dan sikapnya datar gitu ke gue. ya gue berpikir positif karena lagi sibuk sama teman-teman high-class nya. tapi baru berapa langkah gue ninggalin Dita ada temannya tanya siapa gue Dita jawab karyawan yang lagi kerja sama dengan perusahaannya. terus temannya tanya lagi kayanya kalian kenal banget deh. Dita jawab oh ya karena pas SMA dia satu kelas sama dia biasa kalian tahu kan kalau yang kaya gitu suka sksd sama cewek populer di sekolah. sakit hati tahu nggak Ra nggak di anggap sahabat."


playback off


" ya Allah Ra sikap Dita begitu ke Hendrik."


" Hendrik ceritanya begitu."


" iya semakin ke sini memang semakin jauh udah gitu kalau lihat Instagramnya kita beda kelas sama dia Bu."


" yang lain juga merasa begitu, ya sekarang cukup kita doain yang terbaik buat Dita."


" amin." ucap Sheila mengamini doa Ara untuk dita


" oh iya Bu, bang farrel sama kak Audrey mau pindah rumah ya."


" iya dia beli rumah di sebelah rumah gue."


" bisa begitu, lagi itu gue tawarin suruh beli rumah di sekitar cafe. kak Audrey bilang uangnya belum cukup lah satu bulan kemudian dia bilang mau pindah udah beli rumah."


" iya lo tahu sendiri kan bang farrel dia mau beli sesuatu dari hasil kerja kerasnya sebagai abdi negara dia nggak mau minta bantuan mami dan papi padahal dia juga ada bagian dari perusahaan papi tapi dia nggak mau karena selama ini dia nggak ikut andil. nah mami dan papi kasihan melihat bang farrel dan kak Audrey masih tinggal di asrama. jadi mami sama papi sengaja beli tiga rumah sederetan rumah gue. sebelah kiri itu buat gue, sebelah kanan buat bang Farrel sebelahnya lagi buat bang Faris juga Mami dan papi beli tanah yang di depannya juga berapa rumah katanya kalau semua pada pindah ke rumah sendiri mereka juga ikut pindah makanya dia juga beli rumah di situ. untuk tanah di depan buat cucunya nanti katanya biar nggak pada jauh-jauh tinggalnya."


" oh gitu toh, jadi nggak ada alasan buat nolak ya bang farrel nya."


" iya. karena semua dapat. kalau nggak salah Minggu depan mereka pindah." ucap Ara.

__ADS_1


" iya katanya makanya gue kaget."


Ara dan Sheila di tambah si kembar yang pulang sekolah langsung ke rumah sakit, mereka menghabiskan hari di rumah sakit sampai di jemput sama mas Tama selesai kerja baru mereka pulang.


__ADS_2