Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
68.


__ADS_3

Tama POV


tiba - tiba seorang wanita menghampiri dirinya yang sedang berada di toko kue bersama sang mama. jantungku berdetak kencang saat tahu siapa wanita itu. wanita yang dia cintai sampai saat ini.


" Tante Widya, apa kabar?" tanya Ara sambil mencium tangan mama


" Ara, ya Allah nak. Alhamdulillah Tante sehat. " mama langsung memeluknya.


" Ara, Tante minta maaf atas kelakuan Nadia." lanjut mama


" sudah lah Tan, jangan di bahas lagi. Ara sudah memaafkan jadi Tante dan keluarga jangan lagi merasa bersalah." ujar Ara tersenyum ke mama.


" ya Allah nak, makasih ya." mama bahagia karena Ara sudah tidak mempermasalahkan tentang Nadia.


" apa kabar Ra?" aku mencoba menyapanya walaupun detak jantungku tidak dapat di ajak kompromi.


" baik mas, mas Tama sendiri gimana kabarnya?."


Tama begitu senang melihat Ara tersenyum.

__ADS_1


" Alhamdulillah baik." jawab Tama.


mama dan Ara pun ngobrol, mama memberitahukan bahwa tadi kedua anaknya ke rumah ikut oleh Oma dan opanya. tak lama kue pesanannya sudah selesai, dia pun pamit pulang.


aku terus saja memperhatikan Ara sama dia masuk mobil dan meninggalkan toko kue. tak lama pesanan kami pun selesai, aku pun membawa pesanan kue itu ke dalam mobil dan kami pun pulang ke rumah.


jam Sembilan malam aku membuat kopi dan membawanya ke teras balkon atas. sambil merokok dia terngiang atas kejadian hari ini. dia begitu bahagia bisa bertemu dengan wanita yang sangat dia cintai. bisa melihat senyumnya lagi, dia mengingat saat dia pergi berdua dengannya dulu. makanya dia selalu berdoa semoga Allah SWT mengabulkan doanya agar dia bisa bersatu dengan wanita yang dia cintai.


tak lama langit datang duduk di sebelahnya.


" kenapa Loe mas?" tanya langit.


" gue tadi ketemu dia di toko kue." langit paham siapa yang di maksud." gue senang sekarang dia sudah bisa tersenyum lagi tidak seperti kemarin. nggak tahu kenapa melihat dia bersedih hati gue sakit banget ya."


" gue juga lagi mencoba, apalagi tadi sikapnya welcome saat kita ngobrol tadi. semoga aja."


" minta bantuan sama papa biar ngomong ke om Anthony kalau Loe cinta sama anaknya. jangan sampai keduluan lagi kaya dulu tahu-tahu sudah di jodohi sama orang lain. kalau nggak coba Loe telpon, ngajak jalan ya pdkt an gitu." ujar langit.


" kalau minta bantuan ke papa kaya nggak deh. gue pengen berusaha sendiri untuk bisa dekat dengan dia dan juga dengan anak-anaknya." ucap Tama sambil menghisap rokoknya.

__ADS_1


" Loe punya nomor teleponnya?" tanya langit.


" punya dapat dari Farrel, kemarin Farrel tiba-tiba ngasih nomor teleponnya."


" wah berarti sudah dapat lampu hijau dari abangnya. coba sekarang Loe chat dia." ucap langit.


" gue harus chat apa? kalau dia nggak merespon gimana."


" sini mana hp Lo gue yang ketik." Tama pun memberikan ponselnya ke langit." yang mana nih nomornya."


" yang tulisan love."


Tama. : selamat malam lagi apa (Tama)


Ara : oh mas Tama, ini lagi ngajarin anak anak belajar nulis.


Tama : berarti mas ganggu ya.


Ara : nggak juga sih mas, memangnya ada yang penting

__ADS_1


Tama. : nggak cuma pingin ngobrol aja. ya sudah kamu lanjut aja ngajarin anak-anak kamu. lain kali mas hubungi lagi nggak apa-apa kan.


Ara : iya mas silahkan.


__ADS_2