Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
136.


__ADS_3

keesokan harinya Ara sedang membantu mas Tama bersiap-siap untuk berangkat kerja. Tiba-tiba handphonenya yang dia taruh di atas nakas berdering dia pun segera mengangkatnya setelah tahu siap yang telpon.


" assalamualaikum Ra." suara seseorang di sebrang telpon.


" walaikum salam kenapa dar tumben pagi-pagi telpon."


" aku mau tanya soal rumah, apa bisa langsung di tempati." tanya dara.


" sudah bisa kok Dar aku udah nyuruh orang buat bersih-bersih. tinggal kamu pindah aja."


" nanti barang-barang mau di bawa."


" sudah kok tinggal masuk aja.


" ya udah kalau udah bisa, nanti aku sama anak-anak naik pesawat jam sembilan."


" terus langit."


" langit ikut kita juga."


" mau di jemput ga?."


" nggak usah supir papa yang bakal jemput."


" tapi langsung ke sini kan."


" iya. ya udah ya Ra aku mau beres-beres dulu. assalamualaikum."


" walaikum salam."


Ara pun menutup telponnya.


" sayang siapa yang telpon." tanya mas Tama.


" dara, nanyain rumahnya udah siap belum katanya mau pindah sekarang."


" oh... tapi udah rapi kan."


" udah mas, oh iya jangan bilang-bilang anak-anak terutama Devan kalau mereka bakal pindah hari ini."


" kenapa?."


" biar jadi kejutan buat dia."


" terserah kamu aja."


pukul dua belas siang langit dan keluarganya sampai di depan rumah yang akan mereka tempati. karena belum memegang kunci jadi mereka pergi ke rumah mas Tama dan Ara yang berbeda tiga rumah dengan rumahnya.


" permisi pak." sapa langit ke satpam rumah mas Tama.


" eh mas langit sudah sampai."


" iya pak, Bu Ara nya ada."


" ada pak silakan masuk." ucap pak satpam sambil membukakan pintu gerbang


langit dan keluarganya pun masuk ke dalam halaman rumah mas Tama. langit memencet bel rumah tak lama pintu rumah di bukain oleh bibi Siti.


" eh mas langit sudah datang."


" iya bi, ibu ada."


" ada mas lagi di dapur, ayo silahkan masuk."


langit dan keluarganya mengikuti bi Siti ke meja makan.


" Bu pak langit dan keluarganya sudah datang." ucap bi Siti.


Ara yang sedang menyajikan makanan di meja makan langsung melihat kedatangan langit dan keluarganya.


" wah pas banget nih kita sampainya." ucap langit.


" ayo kita langsung makan aja, memang sengaja nyiapin buat kalian." ucap Ara.


" kebiasaan mas langit mah orang bertamu ke rumah orang ya basa basi dulu ngasih salam, nanya kabar kek." omel dara.


" tahu papa.' ucap anaknya serempak


" lupa habis ngeliat makanan jadi lapar."

__ADS_1


" udah ayo makan." ajak Ara.


" iya Ra, gimana kabarnya?." tanya dara


" baik,udah kaya tamu jauh aja, ayo keponakan-keponakan aunty yang cantik dan ganteng kita makan dulu."


" nanti dulu Ra, kita masukin barang dulu ke rumah." ucap dara


" oh iya, kalian mau ngambil kuncinya ya."


" iya."


" itu langit di tempat kunci yang ada gantungan kunci menara Eiffel nya."


" ya udah biar mama sama papa aja yang masukin barang kalian di sini aja." ucap dara ke anak-anaknya.


" iya mah."


dara dan langit pun keluar dari rumah Ara.


" ayo keponakan-keponakan aunty silahkan menikmati masakan aunty."


" makasih aunty."


" aunty Ara, aunty gak bilang kan ke Devan kalau kita pindah hari ini." tanya bintang


" nggak aunty nggak bilang kok tenang aja."


" soalnya kak bintang mau ngasih kejutan ke bang Devan aunty." ucap Aurora.


" nanti kamu mau ikut aunty bintang beli kue buat Devan dan Devin." tanya Ara.


" kapan aunty?."


" sebentar lagi. sekalian jemput Fasya sama Caca. apa bela, Rion dan aura mau ikut juga. jadi Rion sama aura bisa tahu sekolah nya."


" boleh aunty." jawab mereka serempak.


" nanti ada acara aunty buat ulang tahun Devan sama Devin." tanya bintang.


" besok paling acara makan malam aja. terus nanti pas tepat pergantian hari mau kasih kejutan kue ulang tahun aja."


sekitar setengah dua siang Ara mengajak semua anaknya langit tapi hanya bintang yang ikut yang lainnya memilih untuk membereskan barang-barang mereka karena truk yang mengangkut barang mereka sudah sampai. Jadi mereka memilih untuk membereskan barang sedangkan bintang di minta untuk menemani Ara.


" aunty kalau nanti pas kita pulang ternyata Devan sama Devin sudah pulang gimana?." tanya bintang.


" Abang kembar hari ini pulang sore soalnya main futsal kamu coba aja tanya Freya tuh anak pasti ikut. nanti juga kamu gitu pasti di suruh ikut sama Devan." Jawab Ara.


" jadi Freya selalu ngikutin kemana pun Devan sama Devin pergi?."


" lebih tepatnya si Abang kembar yang nggak biarin Freya pulang sendiri. kamu tahu itu kan."


" iya Devan sama devin selalu protektif sama adik-adiknya."


" nanti juga sama kamu gitu siap-siap aja Devan jadi super nyebelin."


" iya Devan suka nyebelin kalau lagi cemburuan."


" mereka pulang jam berapa aunty."


" siapa?."


" Devan."


" jam tiga sore, kalau futsal mau magrib baru sampai rumah."


mereka pun sampai di sekolah Fasya dan Caca.


" kita parkir mobil di sini aja. kita jalan kalau masuk ngantri." ujar Ara.


" itu aunty sekolahannya."


" iya."


merekapun masuk ke dalam sekolah Fasya dan Caca.


" pantas aja aunty sekolah elite yang jemput pakai mobil semua gimana gak antri coba." ucap bintang yang baru pertama kali datang ke sekolah Fasya dan Caca.


" kakak bintang." teriak Caca sambil berlari menghampiri kami.

__ADS_1


" halo Caca. apa kabar?."


" Caca selalu baik kakak bintang."


" hallo Fasya."


" hallo juga kak, kok kakak ada di sini." tanya Fasya.


" iya hari ini kakak udah pindah ke sini."


" wah asik nanti main tambah rame."


" udah ayo ke mobil mama mau beli kue buat ulang tahun Abang kembar."


mereka pun berjalan ke mobil dan lanjut pergi ke toko kue.


malam harinya Ara, mas Tama, Fasya, Caca, Freya di tambah bintang mau kasih kejutan pas pergantian hari. kami pun sudah siap dengan kue dan yang lain-lainnya.


" kalian udah siap, jangan berisik." ucap Ara.


semua mengangguk.


tok...tok...


Ara dan Freya mengetuk pintu Devan dan Devin yang kebetulan kamar mereka bersebelahan. kamar pun di buka bersamaan.


" surprise." teriak kami dan kami pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


" ayo bang tiup lilinnya jangan lupa doanya." ucap Ara.


Abang kembar berdoa sebelum meniup lilinnya.


" yeah...." seru kami.


" potong kuenya Abang terus potongan pertama mau kasih siapa?." ucap Freya.


Abang kembar memotong kue mereka masing-masing.


Devan yang lebih dulu dia mau menyuapi kue itu ke mamanya.


" Abang yakin kuenya buat mama?." ucap Ara ke Devan.


" ya buat mama lah emang buat siapa?."


" nggak mau ngasih ke pacar kamu?."


" mah jangan ngarang bintang kan nggak di sini."


" terus itu siapa?." tunjuk Ara.


Devan pun langsung mengikuti arah yang di tunjuk sang mama betapa kagetnya ternyata ada bintang di sana.


" mama izinin lo kalau kamu mau memberikan suapan pertama ke bintang."


" nggak mah, mama tetap selalu nomor satu di hati Devan." ucap Devan sambil memberikan suapan pertama ke mamanya.


" terima kasih sayang, selamat ulang tahun semoga semakin dewasa, jadi anak yang pintar, jadi anak yang selalu mama dan ayah banggakan, selalu sayang sama mama, ayah dan adik-adik, pokoknya selalu jadi yang terbaik. jangan lupa besok ke makam papa Dafa." ucap Ara memeluk Devan.


" terima kasih mah, mama selalu jadi mama terbaik dan jadi mama superwomen buat kami. iya kami nggak akan pernah lupa sama papa Dafa."


lanjut Devin yang memberikan suapan pertama ke Ara.


" selamat ya sayang, semoga jadi anak yang baik, anak yang selalu mama dan ayah banggakan, jadi Abang terbaik buat adik-adik, dan selalu sayang sama mama ya nak. jangan lupa juga kamu besok ke makam papa Dafa."


" iya mah terimakasih, I love you mom. Devin nggak akan lupa sama papa Dafa."


kini giliran si kembar memberikan suapan kue ke mas Tama.


" selamat ulang tahun ya Van, semoga tetap jadi anak kebanggaan ayah." ucap mas Tama memeluk Devan.


" makasih yah, makasih karena sudah menjadi ayah untuk Devan dan Devin, makasih untuk semua kasih sayang yang ayah berikan dan terimakasih karena sudah menyayangi dan mencintai mama."


" sama-sama nak."


" selamat ulangtahun ya Vin, sama kaya Devan semoga tetap menjadi anak kebanggaan mama dan ayah."


" iya yah, makasih juga buat ayah yang sudah menjadi ayah yang terbaik buat kami. semoga kita selalu bersama sampai nanti."


dan di lanjut memberikan suapan kue ke kedua adiknya.

__ADS_1


__ADS_2