Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
episode 42


__ADS_3

setelah menyapa sahabatnya, mereka pun gabung dengan yang lainnya. Ara duduk di samping suaminya.


" dek nama anak loe siapa? " tanya farrel.


" yang lagi di gendong mami namanya devindra angkasa prawira. kalau yang lagi di gendong kak Audrey namanya devandra angkasa prawira." ucap Ara.


" loe gak binggung dek mana yang Devan, mana yang Devin. muka mereka sama dek." ucap farrel.


" namanya kembar bang. tapi Ade bisa bedain sih.' ucap Ara.


" kenapa mirip kamu banget ya dek." ucap kak Audrey.


" iya dek, cuma mata Sama hidungnya aja mirip Dafa." ucap mami Sherly.


" tapi untung mi, hidung mirip Dafa jadi mancung kalau Ara kan mancung ke dalam hidungnya." ledek farrel.


semua orang di sana tertawa tapi tidak dengan Ara dia memanyunkan bibirnya.


" Ra, kemarin lahirannya normal atau operasi." tanya Sheila.

__ADS_1


" Alhamdulillah normal." ucap Ara.


" kalau anak kembar katanya sakitnya Double ya Ra." ucap Alika.


" iya saat Devan sudah lahir tidak lama kontraksi lagi trus lahir deh Devin. kalau ditanya sakit, wow rasanya luar biasa sakit. tapi rasa sakit itu hilang saat Ara mendekap tubuh mungil mereka." ucap Ara.


" gue gak bisa ngebayangin Ra." ucap Alika.


" ya jangan loe bayangin nikah aja belum." ucap Ara yang membuat orang yang di ruangan itu tertawa.


" tapi asi kamu lancar kan dek." tanya mami.


" bagus lah dek."


" saat hamil loe masih kuliah Ra." tanya Sheila.


" iya, gue baru ambil cuti dua Minggu sebelum lahiran. dan rencananya gue cuma cuti satu semester aja." ucap Ara.


" tapi gue cukup bangga Ra sama Loe, masih tetap kuliah. semoga anak-anak loe bisa jadi anak yang Sholeh dan bisa membanggakan orang tuanya." ucap Dita.

__ADS_1


" tinggal loe sama Riko, kapan ko Dita di ajak ke pelaminan jangan pacaran Mulu." ucap Ara ke Riko.


" gue masih pingin kuliah Ra gak mikirin nikah. masih banyak yang mau gue raih." bukan Riko yang menjawab melainkan Dita


" ya emang kenapa? gue aja udah nikah tapi masih kuliah." ucap Ara.


" fokus gue saat ini cepat lulus kuliah. selesai kuliah gue harus bantuin Abang gue di perusahaan kasihan dia saat ini memegang perusahaan peninggalan bokap dan juga perusahaan keluarga istrinya. gue juga mau bahagiain nyokap gue, gue juga mau meraih mimpi-mimpi gue. nikah masih lama." ucap Dita sedikit meninggi.


Ara yang melihat Dita nada bicaranya sedikit meninggi saat di tanya Ara. membuat Ara menjadi heran dengan Dita. sedangkan Riko hanya diam dan menatap tajam ke Dita.


" ada apa ya dengan mereka, seperti ada masalah dengan mereka. nanti aja deh gue coba tanya ke Riko." gumam Ara dalam hati.


Ara juga mencoba memandang ke para sahabat yang lainnya menanyakan apa yang terjadi dengan mereka. tapi mereka hanya diam dan terkesan binggung dari gerakan geriknya.


tapi tidak lama handphone Ara berbunyi menandakan ada pesan masuk.


📩 kita semua sudah bertanya tapi mereka tidak mau cerita. walaupun gue udah kenal Riko dari kecil tapi kan Riko nggak akan se terbuka itu ke gue. gak kaya ke Loe Ra. coba Lo nanti cari kesempatan biar bisa ngobrol sama Riko. nanti gue bantu.


isi pesan dari Sheila.

__ADS_1


__ADS_2