
keesokan harinya semua orang pagi-pagi sudah pada berangkat ke hotel. Ara sangat enggan satu mobil dengan keluarga dan kedua kakaknya.
" Tasya kamu ikut mobil siapa?" tanya Ara.
" ikut mobil kak Bilal." jawab Tasya
" oh, aku boleh ikut sama kamu nggak biar kita bisa ngobrol." kata Ara.
" boleh tuh, kita lanjutin obrolan yang semalam ada mika juga." ucap Tasya.
" oke aku bilang ke mami dulu ya."
Ara pun menghampiri maminya.
" mi Adek ikut mobil kak Bilal." ucap Ara
" gak kamu ikut papi." bukannya mami yang jawab tapi papi.
" tapi Pi, adek mau sama Tasya dan Tasya ikut mobil kak Bilal." rengek Ara. tapi langsung dapat tatapan tajam dari papinya. Ara pun langsung diam dan menekuk wajahnya.
" dek ikut sama kita aja, kamu nggak mau meluk Abang nih. " Ucap bang Faris langsung memeluk adiknya karena dia tahu adiknya sedang ngambek.
kami sekeluarga naik mobil Alphard mami di supir in mang Diman. Ara memilih duduk di depan samping mang Diman. begitu masuk mobil dia langsung mendengarkan musik. di kursi tengah mami dan papi sedangkan di kursi belakang ada kedua kakaknya Ara.
" bang Adek Lo kenapa?" tanya bang farel.
" ngambek mau se mobil sama Tasya tapi nggak boleh sama papi." ujar bang Faris.
dan hanya di oh in sama bang farel.
" adek nih ada kue sus kesukaan adek loh." kata mami
__ADS_1
Ara menoleh sekilas kearah mami dan Ara menggeleng sebagai jawaban kalau dia tidak mau.
" adek marah sama papi." tanya papi.
lagi-lagi Ara hanya menggeleng sebagai jawaban. papi pun tidak bertanya lagi dia tahu saat ini anaknya sedang ngambek. kalau terus di tanya sudah di pastikan dia akan nangis.
mereka pun sampai hotel langsung bersiap - siap. pukul sepuluh acara akad nikah pun di mulai. Ara yang moodnya sudah hancur hanya diam mengikuti acara ditambah di sana ada orang yang dia suka tapi harus dia kubur. berapa kali pandangan mata mereka bertemu? tapi semua menjadi canggung. acara akad selesai dan Ara juga sudah memberikan ucapan selamat ke abangnya Ara pun bergabung dengan Tasya juga sepupunya yang lain.
malam hari acara resepsi pernikahan setelah foto - foto keluarga Ara pun memilih duduk dengan Dion. hari semakin malam tamu undangan masih banyak tapi sudah tidak sebanyak tadi. tiba-tiba Ara merasa perutnya sakit karena asam lambung nya naik dia baru ingat bahwa dia belum makan dari pagi dan dia tadi hanya makan Zuppa sup. Ara yang sudah tidak kuat akan sakit di perut nya dia pun menghampiri Oma Dan opa nya. karena tidak mungkin Ara nyamperin maminya sedangkan bang farel sedang sibuk dengan teman-temannya.
" Oma, opa nanti bilangin mami sama papi adek pulang duluan." ujar Ara.
" loh kenapa gak nanti sama-sama aja." ucap opa.
" Ade ngantuk dan kepala adek juga sakit ." ucap Ara memelas.
" kamu mau pulang sama siapa?." tanya Oma sambil mengelus kepala ku.
karena kasihan melihat cucu nya akhirnya Oma dan opa nya mengizinkan.
" ya sudah, hati-hati ya sayang." ucap opa.
Ara pun pulang diantar mang Diman sebelum pulang Ara minta mampir ke tukang bubur dulu. sampai rumah Ara turun dari mobil.
" ya udah non mang diman kembali lagi ke hotel." ucap mang Diman.
" makasih ya mang Jadi ngerepotin mang Diman." ucap Ara.
ara pun memencet bel dan di bukain oleh bi ijah.
" non Ara udah pulang." tanya bi ijah.
__ADS_1
" iya bi, bi Ara boleh minta tolong buatin teh hangat." kataku.
" boleh, non Ara sakit muka non Ara pucat." ucap bi ijah khawatir.
" gak apa-apa bi, hanya asam lambung Ara naik bi. " kata Ara.
" mau bibi buatin bubur non,"
" ga usah bi Ara udah beli bubur di jalan." kata ku.
Ara pun memakan buburnya dan meminum obatnya. setelah itu Ara tidur.
di tempat lain acara sudah selesai dan pengantin juga sudah ke kamar nya . tinggal berapa anggota keluarga yang masih di sana.
mami yang sedang mencari keberadaan anak bungsunya tapi karena belum melihatnya mami pun menghampiri suaminya yang sedang ngobrol dengan besannya.
" Pi, papi lihat adek ga?" tanya mami.
" gak mi memang kenapa?" tanya papi kembali.
" mami lupa Pi memperhatikan adek takut adek lupa makan Pi. takut asam lambungnya kumat." jelas mami khawatir.
" coba mami tanya Farrel." kata Papi.
sebelum mami bertanya ke Farrel keburu opa menghampiri mami.
" kamu nyari Ara?" tanya opa.
" iya pah, papa lihat."
" Ara sudah pulang diantar mang Diman katanya ngantuk. papa juga sudah telpon bi ijah kata bi ijah Ara sudah di rumah dan sudah tidur." ujar opa.
__ADS_1
akhirnya mereka pun menginap di hotel.