Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
121.


__ADS_3

Ara pun masuk ke dalam ruangan kak Audrey.


" sayang kamu lama banget sih." ucap mas Tama sambil mengambil Fasya dari gendongan Ara.


" aku ngobrol dulu sama dokter mawar. oh iya Abang kembar kemana?."


" si kembar sama Freya di bawa sama Abang kamu dan juga Nando ( Nando adalah tangan kanan bang Faris saat ini dan juga anak angkat papi yang di didik sama papi untuk membantunya di perusahaan) ke mall mereka minta mainan."


' oh... mami, papi, bang Farrel dan semua yang ada di sini menurut kalian gimana pendapat kalian tentang dokter mawar." semua orang menatap Ara.


karena mendapat tatapan dari semua yang ada di sana Ara pun menceritakan semuanya tentang dokter mawar.


" menurut mami Sama papi gimana?."


" dokter mawar baik, cantik dan Solehah lagi mami sih setuju."


" kalau papi."


" kalau memang dokter mawar baik untuk Abang kamu papi setuju."


" kakaknya dokter mawar siapa dek siapa tahu kakak kenal."


" kak Marcel kalau nggak salah."


" ya Allah jadi dokter mawar itu adiknya kak Marcel. mami sama papi ingat kan Marcel sahabat bang Faris dari kecil yang pindah ke Belanda."


" iya anaknya si Marwan kan." tanya papi.


" iya pih."

__ADS_1


" wah kalau anaknya si Marwan mami setuju iya kan pih."


" iya papi setuju, apa kabar nya si Marwan ya"


dan kami setuju mendekati bang Faris dengan dokter mawar.


hari ini semua keluarga kumpul di rumah bang Farrel dan kak Audrey untuk acara aqiqah anak keduanya. Riko dan Sheila juga sengaja datang buat lihat keponakannya. dan Ara juga mengundang dokter mawar.


" maaf Bu, di luar ada yang cari Bu Ara." ucap asisten rumah tangga kak Audrey.


" siapa bi?." tanya Ara.


" saya lupa tanya Bu siapa namanya tapi tamunya wanita cantik pakai hijab."


" oh iya makasih bi." Ara yang tahu siapa yang datang langsung menemui orang itu.


" dokter mawar ayo mari silahkan masuk." ajak Ara dan dokter mawar mengikuti Ara.


" oh iya kenalin ini mami aku dan itu papi aku." ucap Ara memperkenalkan mami dan papinya.


dokter mawar pun mencium tangan mami dan papi.


" kamu anaknya Marwan dan nurul ya."


" iya Tante."


" apa kabarnya orang tua kamu. sekarang mereka tinggal dimana?."


" Alhamdulillah mereka baik. sekarang mereka tinggal di Sukabumi ngurus pesantren milik kakek."

__ADS_1


" syukurlah, bang Faris ini adiknya Marcel sahabat kamu."


" oh iya mih, kabar Marcel gimana? masih tinggal di Belanda."


" kak Marcel Alhamdulillah baik, kak Marcel sudah tidak tinggal di Belanda lagi semenjak istrinya meninggal saat melahirkan anak mereka. kak Marcel memilih kembali ke Indonesia dan sekarang ikut Ayah ngurus pesantren dan sudah menikah lagi dengan ustadzah yang mengajar di sana."


" Alhamdulillah, salam ya sama Marcel dan juga sampaikan permintaan maaf saya ke kakakmu."


setelah itu Ara juga memperkenalkan dokter mawar ke yang lainnya.


setelah semua rangkaian acara selesai kini Ara mengajak bang Faris untuk bicara berdua.


" ada apa sih dek tumben ngajak bicara berdua."


" bang Ara mau tanya kalau ada seorang wanita yang sayang dan cinta sama Abang tulus menurut Abang gimana?.' tanya Ara.


bang faris mengambil nafas nafas panjang dan mengeluarkan berlahan.


" kalau dia memang yang terbaik untuk Abang tidak masalah. sudah berapa kali Abang mencintai seseorang dengan tulus tapi ternyata tidak dengan orang itu. mungkin Abang akan menemukan kebahagiaan Abang dengan orang yang tulus mencintai Abang dan Abang akan berusaha untuk belajar mencintainya juga. memang siapa yang kamu maksud."


" dokter mawar dia sudah mencintai bang Faris dalam diam sudah sejak dia SMP kalau nggak salah."


" tapi dek hubungan Abang dengan kakaknya tidak terlalu baik."


" Ara tahu kok kenapa Abang dan kak Marcel bertengkar asal Abang tahu kak Marcel juga terus mantau bang Faris dari jauh, kak Marcel sudah memaafkan Abang. dokter mawar bilang kalau kak Marcel langsung berangkat umroh. itu nazar kak Marcel kalau Abang bisa lepas dari wanita itu dan kak Marcel juga selalu mendoakan agar kakak bisa menemukan pasangan yang baik dan juga Soleh. jadi Abang nggak usah khawatir."


" mami papi."


" mereka juga setuju."

__ADS_1


" kak coba shalat istikharah dulu ya buat meyakini Abang."


__ADS_2