Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
149.


__ADS_3

Tok..tok..


Jendela mobil Devan di ketuk Devan yang sedang serius membaca email di ponselnya kaget. Dia pun menengok siapa yang mengetuk kaca mobilnya,


Devan pun langsung membuka pintu mobilnya yang terkunci saat tahu Bintang yang mengetuk kaca mobilnya.


" maaf ya bang kelamaan nunggunya ya." ucap Bintang saat masuk kedalam mobil.


" Nggak apa-apa kok. kita mampir makan dulu nggak apa-apa kan." tanya Devan.


" Nggak apa-apa kebetulan hari ini aku jaga IGD dan banyak pasien di sana. Tadi siang cuma makan sedikit jadi sekarang udah lapar."


" Mau makan apa yang "


" Kita makan baso atau bakmi mau nggak aku butuh makan yang pedas-pedas.' ucap Bintang.


" Ingat jangan pedas-pedas nanti asam lambung kamu kambuh lagi."


" Sekali ini aja bang boleh ya." Ucap bintang memohon.


" Ya udah." Devan pun pasrah menuruti kemauan kekasihnya.


Devan pun melajukan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit . keluar rumah sakit mereka sudah langsung menghadapi keramaian lalu lintas. Dan di tambah lagi bertepatan dengan jam pulang kantor, semua berlomba-lomba untuk sampai di rumah.


" Abang kapan mulai tugas?." tanya Bintang.


" Lusa Abang sudah tugas. Kenapa?." ucap Devan.

__ADS_1


" Nggak, cuma besok Bintang off kita pergi yuk bang udah lama nggak pergi berdua." ucap Bintang.


" Mau kemana?."


" Ke pantai yuk bang."


" Boleh, besok Abang jemput ya." Bintang hanya mengangguk.


Setengah jam perjalanan mereka pun sampai ke warung baso. Devan dan bintang pun turun dan masuk ke dalam warung baso.


" eh..mas Devan sama mbak Bintan mau pesan apa?." tanya pak haji yang memang mengenal Devan dan Bintang Lebih tepatnya mengenal keluarga besar mereka.


" Pak haji Bintang mau baso mercon Pakai bihun sama sayur aja. minumnya jus strawberry." ucap Bintang.


" Kalau mas Devan." tanya pak haji


" Saya mie ayam bakso sama minumnya jus alpukat aja."


" Siap mas Devan sama mbak Bintang silahkan cari tempat duduk dulu."


Devan dan Bintang pun naik kelantai atas dan duduk tempat biasa mereka duduk. Tidak begitu lama pesanan mereka pun datang. Mereka pun langsung makan makanan pesanan mereka. Selesai makan Devan pun langsung angkat bicara.


" Yang ada yang mau aku omongin." ucap Devan serius.


" Mau ngomong apa sih bang kayanya serius banget." ucap Bintang yang menatap binggung apa yang ingin kekasihnya itu bicarakan.


" Begini yang, Abang mau melamar dan nikahin kamu." ucap Devan.

__ADS_1


Bintang langsung kaget dia binggung harus jawab apa.


" Yang kita pacaran kan udah lama. Dan Abang pengen secepatnya kamu jadi istri Abang. Kamu mau kan?." tanya Devan sambil menggenggam tangan kanan Bintang.


" Emang kapan Abang mau nikahin Bintang.' tanya Bintang.


" Abang mau secepatnya."


" bang Bintang juga mau secepatnya jadi istri Abang tapi apa mesti tahun ini." ucap Bintang pesan dia takut Devan tersinggung.


" Jadi kamu nggak mau nikah sama Abang secepatnya."


" Bukan begitu Abang ih... maksud bintang itu saat ini bintang masih koas nggak bisa nunggu selesai bintang koas. Setelah itu baru Bintang mau nikah sama Abang."


Devan hanya diam saja Bintang bisa melihat bahwa sang kekasih terlihat sedih.


" Bang gimana kalau kita tunangan dulu."


" Tunangan.'


" Iya tunangan jadi Abang sudah mengikat Bintang. Toh nggak nyampe dua tahun bang "


" Ya sudah kita tunangan dulu."


" nah gitu dong." ucap Bintang yang tersenyum manis.


" Bang kita mau kemana lagi mau langsung pulang atau gimana?" tanya bintang.

__ADS_1


" Pulang aja ya istirahat kan besok mau pergi sama Abang."


Akhirnya mereka pun pulang ke rumah.


__ADS_2