Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
115.


__ADS_3

tiga hari sudah Ara di rawat di rumah sakit dan hari ini dia sudah di perbolehkan pulang tapi tidak dengan bayi nya.


" sudah semua tam nggak ada yang ke tinggalan." tanya mami.


" nggak ada mih sudah semua. Tama bawa barang-barang dulu ke mobil."


mas Tama pun keluar menaruh barang-barang Ara selama di rumah sakit ke mobil.


" kenapa sayang?." tanya mami yang melihat Ara tampak sedih.


" sudah kangen rumah tapi berat ninggalin Fasya."


" sabar sayang kan kamu bisa ke sini setiap hari nanti mami yang Nemani kamu."


" tapi nggak tega mih ninggalin Fasya nya."


" kamu nggak ninggalin Fasya nak, nanti kalian bakal berkumpul bersama. dengerin mami sayang kalau kamu mau Fasya cepat pulang kamu juga harus makan yang banyak. percaya sama mami nggak sampai satu Minggu Fasya sudah dibolehin pulang." ucap mami menenangkan Ara.


" makasih mih."


sebelum pulang ke rumah kami mampir dulu ke ruang rawat bayi untuk melihat Fasya.


" hallo boys jagoan mama, mama pulang dulu ya besok mama kemari lagi. adik baik-baik ya disini." ucap Ara sambil terus menciumi Fasya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


" sudah sayang kamu harus kuat ada para perawat yang jagain Fasya." ucap mas Tama sambil mencium kening Ara.


" hallo jagoan ayah kamu di sini dulu ya. ayah janji berapa hari lagi kamu bakal ikut kami ke rumah main sama Abang Devan dan Devin." ucap mas Tama sambil menciumi putra pertamanya. sebenarnya mas Tama berat hati meninggalkan putra pertamanya yang sangat dia tunggu hasil buah cintanya dengan Ara. tapi dia harus kuat untuk menguatkan istrinya.


setelah berapa menit mengendong Fasya tiba saatnya Ara untuk berpisah dengan bayi mungil yang baru dia lahir kan untuk beberapa saat. dengan langkah gontai Ara meninggalkan rumah sakit.


tiga puluh menit perjalanan akhirnya Ara pun sampai di rumah dan sudah ada papi, mama, papa dan juga si kembar menunggu di teras rumah. si kembar yang melihat Ara turun dari mobil langsung berlari menghampiri mamanya.


" yeah... mama sudah pulang. ayo mah kita masuk." ucap si kembar sambil menggandeng tangan Ara.


" assalamualaikum." ucap Ara sambil mencium tangan papi dan kedua mertuanya.


" walaikum salam."


" ayo masuk sayang, mama sudah masak makanan kesukaan kamu. kita makan dulu baru kamu istirahat." ujar mama Widya.


" semuanya Ara ke kamar dulu ya mau pompa asi Ara." ucap Ara.


" iya istirahatlah."


" Devan, Devin habis makan bobo siang ya nak jangan main."


" iya ma."

__ADS_1


Ara pun naik kelantai atas menuju kamarnya di antar mas Tama.


ceklek


begitu pintu kamar di buka Ara melihat kamarnya berubah sudah ada box bayi dan juga perlengkapan bayi lainnya. tiba-tiba air mata Ara lolos tanpa permisi, dia terharu ternyata mereka sudah menyiapkan semua kebutuhan bayi mungilnya.


" sayang kamu kenapa kok nangis, mas ada salah ya." sambil menuntunku duduk di tepi ranjang.


" nggak mas nggak salah, aku cuma terharu aja semua kebutuhan Fasya sudah di siapin padahal Ara kemarin baru belanja baju aja itu pun nggak banyak. makasih ya mas " ucap Ara sambil memeluk mas Tama.


" sama-sama sayang, asal kamu tahu yang semua barang-barang ini sebagian pilihannya si kembar tahu."


" serius mas."


" serius sayang mereka berdua antusias banget nyambut adiknya."


" semoga mereka akur sampai besar walaupun mereka beda ayah."


" amin."


" kok ada kulkas di dalam kamar mas."


" oh itu freezer sayang buat menaruh asi kamu"

__ADS_1


" I love you." ucap Ara.


" love you too."


__ADS_2