Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
89.


__ADS_3

muncullah para sahabat Ara.


" selamat ya Ra, mas Tama semoga samawa." ucap Doni.


" makasih ya Don."


" selamat ya semoga cepat dapat momongan." ucap Hendrik.


" makasih ya Hendrik."


" selamat ya semoga jadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah." ucap Alika.


" makasih ya say semoga cepat nyusul."


" selamat ya semoga cepat dapat adik buat Devan dan Devin." ucap Sheila.


" makasih, semoga cepat nyusul."


" selamat ya Ra semoga samawa." ucap riko


" makasih ko."

__ADS_1


" selamat mas titip sahabat aku ya." ucap Riko.


" tenang aja ko, sudah pasti akan saya jagain."


acara pun berlanjut dengan foto-foto bersama keluarga, teman dan sahabat.


banyak tamu yang datang sehingga hampir tengah malam acara baru selesai.


di dalam kamar hotel.


" mas mau kamu dulu atau aku dulu yang bersih-bersih." ucap Ara ketika mereka sudah berada di dalam kamar hotel.


Ara pun segera masuk kedalam kamar mandi. dia mandi dengan air hangat karena badannya sudah sangat lelah. setidaknya air hangat membuat tubuhnya rileks. tiga puluh menit Ara pun menyelesaikan ritual mandinya. dia langsung memakai jubah mandinya dan langsung keluar kamar mandi.


" udah sayang." ucap Tama melihat Ara keluar kamar mandi.


" udah mas, sekarang mas mandi." suruh Ara.


Tama pun bergegas untuk mandi. sedangkan Ara sepeninggal Tama dirinya di liputin ke binggung dia mau pakai baju tidur biasa atau pakai lingerie. Ara pun memutuskan untuk memakai lingerie. setelah memakai lingerie Ara pun langsung naik ketempat tidur dan membungkus tubuhnya dengan selimut.


dia harap-harap cemas apa yang nanti dia lakukan walaupun ini bukan malam pertama yang pertama bagi Ara. tapi ini adalah malam pertama bagi mas Tama.

__ADS_1


" apa aku pura-pura tidur aja ya, tapi kalau mas Tama tahu aku pura-pura tidur nanti marah lagi." gumam Ara dalam hati.


pintu kamar mandi terbuka nampak lah mas Tama berjalan keluar dengan handuk yang melingkar di pinggang dan bertelanjang dada. terlihat oleh Ara bagaimana roti sobeknya yang menggoda untuk di pegang. Ara sungguh terpesona dengan tubuh Tama yang sixpack.


Tama yang melihat istrinya bengong dia pun segera duduk di depan Ara. Ara yang tersadar kalau Tama kini ada di hadapannya dia pun langsung membuang muka. karena malu dan juga salting.


" kok buang muka sih yang tadi aja di liatin sampe gak berkedip sekarang mas sudah ada di depan kamu malah buang muka." ucap Tama tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.


" hei dosa loe suaminya ada di depannya tapi istrinya malah buang muka."


dengan terpaksa Ara pun menengok ke mas Tama. walaupun mukanya sudah seperti kepiting rebus.


" yang kamu kedinginan mau di kecil AC nya." ucap Tama yang melihat sang istri memakai selimut sampai ke leher.


" nggak aku nggak apa-apa, jangan di kecilin AC nya."


" tapi kamu kedinginan begitu."


" ihs.. di bilangin aku nggak kedinginan aku cuma ingin aja pakai selimut kaya gini." ucap Ara.


Tama hanya diam melihat istrinya dia merasa ada yang nggak beres dengan istrinya. sebenarnya istrinya kenapa tidak kedinginan tapi Makai selimut sampai ke leher. kalau nggak kedinginan pasti akan sangat pas memakai selimut seperti itu. Tama pun merasa kasihan kalau sampai istrinya kepanasan dan dia berencana akan memaksa Ara untuk tidak pakai selimut sampai ke leher.

__ADS_1


__ADS_2